YEN DAN AUSSIE MENGUAT TERHADAP DOLAR PASKA RILIS DATA EKONOMI

Pada perdagangan valuta asing di hari Rabu(30/04) mata uang yen dan  dolar Aussie menguat di Asia setelah rilisnya data ekonomi pada wilayah tersebut yang menunjukan peningkatan pada perekonomian negara.

USD

Hasil produksi Jepang telah naik pada penyesuaian musiman sebesar 0.3% di bulan Maret. Analis memperkirakan hasil produksi Jepang untuk naik sebesar 0.5%, sementara itu analis memperkirakan hasil produksi Jepang untuk bulan April akan turun sebesar 1.4% di bulan April.

Sementara itu, data terpisah dari Australia menunjukan bahwa pinjaman sektor swasta Australia telah naik pada penyesuian musiman sebesar 0.4%, dari 0.4% di bulan Februari. Analis telah perkirakan pinjaman sektor swasta di Australia untuk naik menjadi 0.4%

Paska dirilisnya data – data tersebut, USDJPY telah diperdagangkan melemah 0.21% di level 102.42, dan AUDUSD menguat menguat 0.12% di level 0.9279.

Siang ini, pukul 12.00 waktu Jakarta, Jepang akan merilis data pasar perumahan Jepang dan hasil laporan outlook dari Bank Sentral Jepang.

Pasar perumahan Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan dari 2.9%, yang akan menjadi penurunan pertama dalam 19 bulan.

Semalam, dolar diperdagangkan sebagian besar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah rilisnya data kepercayaan konsumen.

Pembelian obligasi Fed, saat ini ditetapkan pada $ 55 miliar per bulan, melemahkan dolar dengan menekan biaya pinjaman jangka panjang, dengan harapan pemangakasan yang dilakukan the Fed akan menguatkan greenback.

Indeks Dolar, yang menunjukan kinerja greenback terhadap mata uang utama lainnya, telah diperdagangkan 0.01% lebih rendah di level 79.88.

Won Korea Gantikan Posisi Yen Jepang & Dolar AS

NEW YORK – Kelompok pro-Rusia kembali melakukan penyerangan di Ukraina, mereka menembaki sebuah kantor polisi. Akibatnya, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) berencana untuk memperberat sanksi untuk Rusia.

Kisruh di Ukraina membuat nilai tukar yen Jepang melemah terhadap mata uang lainnya. Sanksi terhadap Rusia dilakukan, karena dianggap gagal membuat kondisi yang kondusif di Ukraina.

Sementara mata uang bersama Eropa, euro, menguat terhadap dolar AS, setelah inflasi di Jerman tidak meningkat seperti perkiraan ekonom, meningkatkan tekanan pada Bank Sentral Eropa untuk membicarakan kembali stimulus. Dollar vs Yen

Won Korea Selatan menguat ke level tertinggi sejak 2008, karena surplus current account melebar. Dolar Kanada naik paling tinggi dalam satu bulan terhadap dolar AS, karena para pedagang yang tadinya berahap adanya penurunan mata uang itu, terpaksa mundur.

“Ukraina tetap risiko, dan pasar menyadari itu, tapi pasar tidak percaya itu akan berubah menjadi situasi yang merugikan. Saya melihat skenario Ukraina sangat tidak mungkin untuk meledakkan pasar,” kata analis Mizuho Bank Ltd, Sireen Harajli, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (30/4/2014).

Yen Jepang turun 0,2 persen menjadi 102,64 per USD setelah turun 0,3 persen kemarin. Yen menguat 0,1 persen menjadi 141,76 per euro. Sementara euro, turun 0,3 persen menjadi USD1,3812 per euro setelah menyentuh USD1,3879 per euro.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak dolar AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada 1.010,78. Won memimpin penguatan terhadap dolar bulan ini, dengan naik 3,3 persen. Won naik 0,5 persen menjadi 1.030,57 per USD di Seoul, level terkuat sejak Agustus 2008.