Wall Street Naik Dipicu Harapan Kesepakatan Utang Yunani

NEW YORK – Indeks saham di Wall Street pada Senin waktu setempat berakhir naik tajam dipicu oleh harapan kesepakatan utang Yunani dan meningkatnya saham energi karena harga minyak.

Menteri Keuangan Yunanai Yanis Varoufakis mengatakan, pemerintah baru Yunani telah mengusulkan untuk mengakhiri kebuntuan dengan kreditor internasional melalui negosiasi utang baru.

Saham sektor energi di indeks S&P 500 (SPNY) menguat 3%, dengan naiknya minyak mentah Amerika Serikat (AS) sebesar 2,8% menjadi USD49,57 per barel, meski terjadi pemogokan di kilang AS yang bisa memengaruhi pasokan minyak mentah.

“Pasar menemukan beberapa kenyamanan setelah dialog utang Yunani dari pada rencana keluarnya Yunani dari Uni Eropa. Itu memengaruhi pasar saham, bukan hanya di AS tapi secara global,” kata Kepala Pasar Strategi di Clearpool Group Peter Kenny seperti dilansir dari Reuters, Selasa (3/2/2015).

Kenaikan indeks S&P 500 terjadi mendekati akhir sesi perdagangan setelah berulang kali berfluktuasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 196,09 poin atau 1,14% ke 17.361,04; indeks S&P 500 naik 25,86 poin atau 1,3% ke 2.020,85; dan Nasdaq Composite bertambah 41,45 poin atau 0,89% ke 4.676,69.

Sekitar 7,7 miliar saham ditransaksikan  di bursa AS. Volume tersebut di atas rata-rata selama lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 7,4 miliar lembar saham.

Saham-saham Energi Rebound, Wall Street Positif

New York -Pasar saham Wall Street hanya naik tipis didorong oleh menguatnya saham-saham energi. Investor masih khawatir akan kemungkinan Yunani keluar dari Uni Eropa.

Pasalnya, partai sayap kiri Yunani berhasil memenangkan pemilu yang diprediksi bisa menimbulkan krisis baru di Uni Eropa. Partai pemenang itu sejak awal sudah menolak program penyelamatan.

Negeri Paman Sam tidak akan terimbas terlalu besar dari rencana Yunani tersebut, tapi beberapa perusahaan multinasional yang selama ini berdagang ke Eropa kemungkinan kena imbas.

“Banyak ketidakpastian di pasar soal pemilu di Yunani. Tapi kabar dari OPEC memberikan berita baik,” kata Robert Francello, kepala perdagangan saham dari Apex Capital di San Francisco, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/1/2015).

Saham-saham energi memimpin penguatan setelah Sekjen OPEC Abdulla al-Badri, mengatakan bahwa harga minyak sebentar lagi menyentuh titik terendah setelah itu segera rebound.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 6,1 poin (0,03%) ke level 17.678,7, Indeks S&P 500 bertambah 5,27 poin (0,26%) ke level 2.057,09 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 13,88 poin (0,29%) ke level 4.771,76.

WALL STREET JATUH DIDORONG KETAKUTAN KOREKSI DAN KONFLIK UKRAINA

New York – Saham-saham AS berakhir turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB, 6/8/2014), menyusul aksi jual yang para analis kaitkan dengan kecemasan tentang koreksi Wall Street dan kekhawatiran bahwa konflik di Ukraina bisa kian memburuk.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 139,81 poin (0,84 persen) menjadi ditutup pada 16.429,47.

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 18,78 poin (0,97 persen) menjadi berakhir pada 1.920,21, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 31,05 poin (0,71 persen) menjadi 4.352,84.

Mace Blicksilver, direktur di Marblehead Asset Management, mengatakan kerugian didorong oleh sentimen negatif yang sama yang mendorong penurunan besar saham-saham di AS pada pekan lalu.

Lebih lanjut para pakar telah memperkirakan penurunan kemungkinan mencapai 10 persen atau lebih di saham-saham, katanya. Saham-saham AS telah menghindari koreksi pada skala ini dalam lebih dari dua tahun terakhir.

“Ini melanjutkan tren minggu lalu,” kata Blicksilver, menambahkan bahwa volume perdagangan yang rendah telah menekan pergerakan.

Para analis juga menyebutkan komentar Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski yang dilaporkan oleh Bloomberg News dan media lainnya yang mengatakan Rusia telah meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan Ukraina, menunjukkan kemungkinan eskalasi dalam konflik.

Saham-saham AS turun lebih lanjut karena komentar Sikorski.

Analis juga menyebutkan laba perusahaan-perusahaan yang mengecewakan dan data ekonomi lesu dari Tiongkok menambah tekanan di pasar.

Saham Target jatuh 4,4 persen karena mengumumkan 148 juta dolar AS biaya baru terkait dengan pelanggaran data raksasa yang diderita pada musim dingin lalu. Ini termasuk biaya klaim dari jaringan kartu pembayaran untuk pelanggan yang data keuangannya dicuri.

Target juga mengatakan kinerjanya dirusak oleh penjualan lemah di Amerika Serikat dan Kanada.

Saham perusahaan minyak turun karena harga minyak jatuh ke tingkat terendah dalam enam bulan di tengah kekhawatiran tentang permintaan bensin yang lemah di AS. Anggota Dow, ExxonMobil dan Chevron masing-masing turun 1,9 persen dan 2,5 persen.

Jaringan toko obat Walgreens kehilangan 4,2 persen karena laporan perusahaan tidak akan berusaha untuk merelokasi kantor pusatnya di luar negeri guna menghemat pajak miliaran dolar.

Peritel diskon Dollar General naik 3,4 persen didoroang laporan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan tawaran untuk Family Dollar Stores yang akan menantang Dollar Trees mengambilalih Dollar Family. Dollar Family naik 2,0 persen, sementara Dollar Tree jatuh 2,2 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS merosot menjadi 2,48 persen dari 2,49 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun merosot menjadi 3,28 persen dari 3,30 persen.

Wall Street Rebound Respon Pertemuan The Fed

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir berhasil rebound, setelah merespon pertemuan the Fed yang telah membahas pengetatan kebijakan moneter.

Notulen rapat tersebut menunjukkan beberapa pendekatan untuk menaikkan suku bunga dalam jangka pendek, tetapi rapat tersebut hanya perencanaan dan bukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

“Investor berpikir akan melihat rebound dalam pertumbuhan tetapi tidak ke titik di mana ekonomi terlihat terlalu kuat,”kata kepala strategi pasar Banyan Partners LLC  Robert Pavlik seperti dilansir Reuters, Kamis, (22/5/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1 persen, ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan April. Goldman Sachs adalah mencatat kenaikan terbesar yakni 1,9 persen pada ke USD59,35.

Selain itu, indeks S&P 500 naik untuk sesi ketiga, namun kenaikannya masih terbatas, dan belum mengalahkan rekor intraday pada 13 Mei.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 158,75 poin atau 0,97 persen ke 16.533.06, indeks S&P 500 SPX naik 15,2 poin atau 0,81 persen ke 1.888.03 dan Nasdaq Composite IXIC naik 34,65 poin atau 0,85 persen ke 4.131.54

WALL STREET TURUN KARENA LABA EMITEN RITEL LEMAH

New York – Wall Street berakhir turun pada Selasa (Rabu pagi WIB, 21/5/2014), karena sejumlah laba emiten ritel sebagian besar mengecewakan dan setelah seorang pejabat Federal Reserve AS mendukung kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari beberapa perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 137,55 poin (0,83 persen) menjadi ditutup pada 16.374,55.

Indeks berbasis luas S& P 500 turun 12,25 poin (0,65 persen) menjadi berakhir pada 1.872,83, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 28,92 poin (0,70 persen) menjadi 4.096,89.

Kerugian terjadi menyusul rentetan laporan laba dari para pengecer, yang sebagian besar mengecewakan. Di antara perusahaan yang jatuh terutama adalah Dick’s Sporting Goods turun 18,0 persen dan Urban Outfitters merosot 8,8 persen.

Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, juga mengutip komentar dari Charles Plosser, Presiden Federal Reserve Bank of Philadelphia, yang mengatakan kondisi bisnis bisa mendorong bank sentral untuk menaikkan suku “lebih awal daripada yang diperkirakan.” Hogan mengatakan Plosser dianggap sebagai anggota Fed yang “hawkish”, tetapi pernyataannya itu mendorong saham lebih rendah pada hari yang “kurang katalis”.

Anggota Dow Home Depot mengatakan cuaca dingin membatasi penjualan pada kuartal pertama sekalipun pihaknya menaikkan perkiraan laba setahun penuh. Saham komponen Dow ini naik 1,9 persen.

Staples anjlok 12,6 persen setelah setelah melaporkan laba kuartal pertamanya 18 sen per saham, tiga sen di bawah ekspektasi analis. Sebagian dari pelemahan ini disebabkan penutupan toko-toko di Amerika Utara selama 12 bulan terakhir yang membantu mendorong penjualan 2,8 persen lebih rendah dari tingkat tahun lalu.

Perusahaan TJX, yang memiliki jaringan ritel TJ Maxx, Marshall, dan lain-lain, turun 7,6 persen karena laba dan pendapatan kuartal pertamanya meleset dari ekspektasi akibat kurs valuta asing yang tidak menguntungkan dan penjualan mengecewakan.

General Motors mengumumkan penarikan 2,4 juta lebih kendaraan di AS, karena raksasa produsen mobil itu terus berupaya mengatasi masalah keamanan di tengah skandal penarikan akibat kerusakan sistem pengapian.

Penarikan terbaru akan melipatgandakan biaya tambahan perusahaan menjadi 400 juta dolar AS, sebuah rekor untuk biaya penarikan. Saham GM merosot 3,5 persen.

Komponen Dow, Caterpillar, melaporkan bahwa penjualan mesin pada April anjlok 13 persen. Bank of America Merrill Lynch menilai statistik itu sebagai “mengecewakan tetapi tidak sepenuhnya mengejutkan” mengingat pelemahan dalam sektor pertambangan. Saham Caterpillar turun 3,6 persen.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,51 persen dari 2,54 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun tetap stabil di 3,38 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik

Wall Street Menguat Ditopang Saham Internet

New York -Pasar saham Wall Street membuka awal pekan dengan positif. Penguatan saham-saham internet dan bioteknologi mendorong Nasdaq hingga naik hampir satu persen.

Saham-saham sudah mendapat tekanan jual dalam dua pekan terakhir menyusul kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS).

“Keadaaan di pasar menunjukkan investor sedang berusaha bertahan. Valuasi saham sudah jadi fokus, tapi belum ada tanda-tanda ekonomi akan naik tinggi,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi dari Janney Montgomery Scott di Philadelphia, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/5/2014).

Saham-saham internet dan bioteknologi sudah bergerak fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir ini. Valuasi sahamnya mencoba menyesuaikan diri dengan pertumbuhan ekonomi.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melaju 20,55 poin (0,12%) ke level 16.511,86. Indeks Standard & Poor’s 500 bertambah 7,22 poin (0,38) ke level 1.885,08. Indeks Komposit Nasdaq menanjak 35,23 poin (0,86%) ke level 4.125,82.

 

wallstreet 3

Pasar Bersikap Hati-Hati, Wall Street Berakhir Naik Tipis

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (5/5) atau Selasa (6/5) pagi WIB, setelah berjuang untuk keluar dari kolom kerugian, mengabaikan data industrial mengecewakan dari Cina dan meningkatnya kekerasan di Ukraina.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 17,66 poin (0,11 persen) menjadi 16.530,55. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 3,52 poin (0,19 persen) menjadi berakhir di 1.884,66, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 14,16 poin (0,34 persen) menjadi 4.138,06.

wallstreet 3
Gambaran pertumbuhan Cina memburuk setelah HSBC melaporkan kontraksi bulanan keempat berturut-turut dalam indeks aktivitas sektor manufaktur, membawa indeks ke tingkat terendah dalam delapan bulan terakhir. Sementara di Ukraina pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Moskow kian meningkat, dengan militer Ukraina menderita korban berat dan Rusia memperingatkan kekerasan tersebut menempatkan perdamaian di Eropa dalam bahaya.

Saham Boeing naik 1,6 persen dan Apple naik 1,4 persen memimpin para pencetak keuntungan di antara perusahaan terbesar, sementara Pfizer turun 2,6 persen karena beberapa sinyal mengecewakan dalam hasil kuartalan dan petunjuk kemungkinan diperlukan tekanan untuk membeli AstraZeneca Inggris kepada para pemegang saham.

Saham raksasa ritel Target kehilangan 3,5 persen setelah perusahaan mengumumkan bahwa kepala eksekutif Gregg Steinhafel mengundurkan diri setelah pencurian besar-besaran data pelanggan oleh peretas (hacker). Steinhafel yang menjabat sebagai kepala eksekutif sejak 2008, akan digantikan sementara oleh kepala keuangan John Mulligan sementara perusahaan mencari seorang CEO dan ketua permanen.

Penurunan juga dialami saham General Motors sebesar 0,6 persen setelah pabrikan otomotif tersebut mengumumkan penarikan beberapa kendaraan SUV (sport utility vehicles) selama akhir pekan karena potensi kebocoran bahan bakar diesel yang bisa menyebabkan kebakaran.

WALL STREET DITUTUP BERVARIASI JELANG LAPORAN PEKERJAAN

New York – Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada Kamis (Jumat pagi WIB, 2/5/2014), setelah hari yang sibuk dengan rilis data ekonomi menjelang laporan pekerjaan bulanan AS yang dipantau cermat pada akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,97 poin (0,13 persen) menjadi berakhir pada 16.558,87, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 merosot 0,27 poin (0,01 persen) menjadi ditutup pada 1.883,68.

wallstreet 3

Namun indeks komposit teknologi Nasdaq, yang jauh terlemah dari tiga indeks selama enam minggu terakhir, naik 12,90 poin (0,31 persen) menjadi 4.127,45.

Para investor mencerna sejumlah data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda menjanjikan untuk belanja konsumen dan aktivitas manufaktur, tetapi hasil yang mengecewakan dalam data belanja konstruksi dan klaim pengangguran.

Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, mengatakan para investor akan “menempatkan perhatian lebih besar” kepada laporan bulanan pekerjaan AS pada Jumat dibandingkan dengan data lainnya.

Ini adalah “sikap menunggu dan melihat baru di bidang angka pekerjaan,” kata Hogan.

Anggota Dow, ExxonMobil, melaporkan laba sebesar 2,10 dolar AS per lembar saham, di atas 1,88 dolar AS yang diperkirakan oleh para analis Wall Street. Tetapi pendapatannya meleset dari ekspektasi serta perusahaan melaporkan penurunan 5,6 persen dalam produksi minyak dan gas. Saham Exxon menurun 1,0 persen.

Perusahaan TV satelit DirecTV mendapat dorongan dari sebuah laporan Wall Street Journal yang mengatakan bahwa pihaknya didekati oleh pengakuisisi potensial, raksasa telekomunikasi AS AT&T, dalam sebuah kesepakatan yang bisa bernilai hingga 40 miliar dolar AS. Saham DirecTV naik 4,1 persen, sedangkan saham AT&T merosot 0,3 persen.

Saham AstraZeneca yang diperdagangkan di AS naik 2,6 persen menyusul laporan bahwa Pfizer berencana untuk mempermanis usulan mengakuisisi raksasa farmasi Inggris itu. Saham Pfizer turun 0,4 persen.

Ford Motor mengumumkan bahwa Alan Mulally akan mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif pada 1 Juli mendatang dan menunjuk direktur operasi Mark Fields untuk menggantikannya. Mulally, mantan eksekutif Boeing, dipuji dengan keberhasilannya dalam perubahan arah dari produsen mobil terbesar kedua AS itu.

Ford juga mengatakan penjualan di AS menurun satu persen pada April. Saham Ford jatuh 1,5 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,61 persen dari 2,65 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,41 persen dari 3,46 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah

Ancaman Sanksi ke Rusia Lambungkan Saham Walstreet

Saham-saham di Wall Street sebagian besar berakhir lebih tinggi pada Selasa (29/4) pagi WIB, karena investor meresapi sanksi baru terhadap Rusia dan menunggu pekan yang sibuk dengan berita ekonomi dan laporan laba perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 87,28 poin (0,53 persen) menjadi ditutup pada 16.448,74.

Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 6,03 poin (0,32 persen) menjadi berakhir pada 1.869,43, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq merosot 1,16 poin (0,03 persen) menjadi ditutup pada 4.074,40.

Para analis mengatakan volume perdagangan yang ringan memulai minggu yang mencakup sebuah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu (30/1) dan laporan pekerjaan bulanan pada Jumat (2/5).

Saham-saham sebagian besar pulih dari pingsan pada pertengahan sore hari, tetapi investor masih berhati-hati setelah AS dan Eropa menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia yang gagal menghentikan meningkatnya ketegangan di Ukraina.

“Beberapa berita ekonomi tidak buruk, tetapi ada banyak kekhawatiran,” kata Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management.

2

Selain Rusia, Blicksilver mengutip berlanjutnya pelemahan pada banyak saham teknologi terkemuka serta pengumuman Bank of America (BofA) yang menangguhkan pembayaran dividen dan program pembelian kembali sahamnya setelah menemukan kesalahan dalam menghitung kekuatan modal.

BofA merosot 6,3 persen setelah Federal Reserve memerintahkan penghentian rencananya untuk meningkatkan dividen dan pembelian kembali sahamnya. BofA mengatakan akan mengirimkan kembali data modalnya dan diharapkan mereka bisa memotong distribusinya.

Investor bereaksi antusias terhadap pengumuman Pfizer yang berharap untuk memperoleh raksasa obat AstraZeneca Inggris senilai sekitar 100 miliar dolar AS. AstraZeneca sejauh ini menolak kesepakatan, yang akan menggabungkan dua perusahaan obat itu dan memangkas tarif pajak Pfizer.

Anggota Dow Pfizer naik 4,2 persen sementara saham AstraZeneca yang diperdagangkan di pasar AS melesat 12,2 persen lebih tinggi.

General Electric naik 0,7 persen karena kepala eksekutif Jeffrey Immelt bertemu dengan Presiden Prancis Francois Hollande untuk mencoba mendapat persetujuan potensi kesepakatan untuk membeli bisnis energi Alstom. Pemerintah Prancis juga telah menyatakan keprihatinannya tentang kehilangan pekerjaan dan pengaruh perusahaan jika terjadi transaksi.

Beberapa saham teknologi trendi mengalami penurunan, termasuk Amazon jatuh 2,4 persen, Facebook merosot 2,7 persen dan Netflix melemah 2,4 persen.

Namun Apple naik 3,9 persen, bersama dengan komponen Dow Microsoft yang bertambah 2,4 persen serta IBM dan Procter & Gamble keduanya naik 1,9 persen.

Harga obligasi bervariasi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS naik menjadi 2,68 persen dari 2,67 persen pada Jumat, sementara pada obligasi 30-tahun tetap stabil di 3,46 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik