Rekap Data Fundamental 28 April – 2 Mei 2014

Data fundamental penting AS minggu lalu dirilis mix. Durable Goods Orders inti bulan Maret naik 2.0%, jauh diatas perkiraan 0.6%, tetapi Jobless Claims membengkak 329,000, lebih besar dari prediksi 309,000 klaim. Data New Home Sales bulan Maret mengecewakan namun indeks sentimen UoM bulan April direvisi naik ke angka 84.1, lebih tinggi dari perkiraan 83.2. USD melemah versus EUR, JPY dan CHF tetapi menguat terhadap mata uang komoditi AUD dan CAD. Pelemahan CAD lebih disebabkan oleh harga minyak mentah yang turun minggu lalu.

AUD/USD melemah lebih dari 100 pip menyusul data CPI kwartal pertama tahun ini yang dibawah harapan pasar. Data ini menjadi cukup penting karena inflasi di Australia hanya diumumkan setiap 3 bulan (per kwartal). Minggu lalu AUD kembali bergerak dibawah level psikologis 0.9300 versus USD. Lain lagi dengan bank sentral Selandia Baru, tetangga Australia ini kembali menaikkan suku bunganya minggu lalu meskipun data inflasi (yang juga diumumkan per kwartal) turun. Alasan Graeme Wheeler, gubernur RBNZ adalah untuk mengantisipasi tekanan inflasi agar tidak mengganggu recovery ekonomi.

Retail Sales Inggris bulan Maret memang rebound, naik 0.1%. lebih tinggi dari perkiraan -0.4%. Dari pergerakan harga saat rilis data tersebut, GBP/USD sudah sempat naik, tetapi revisi data bulan Pebruari ke angka yang lebih rendah membuat GBP kembali stagnan dan berkutat di sekitar level 1.6800 versus USD. Dari kawasan Euro, indeks PMI Jerman dan kawasan (Manufacturing dan Services) yang diatas perkiraan membuat EUR/USD kembali menyentuh level 1.3850. Penguatan EUR tetap bertahan menyusul indeks Ifo Jerman yang lebih baik dari perkiraan. EUR/USD masih bergerak diatas level psikologis 1.3800.

Minggu lalu volatilitas pasar forex memang rendah dimana range trading pasangan mata uang utama EUR/USD, USD/JPY dan GBP/USD semuanya dibawah 100 pip. Selain pengaruh libur paskah, tidak banyak rilis data fundamental penting minggu lalu. Minggu ini akan berbeda. Analis menyebut minggu ini sebagai ‘crazy week’. Banyak data fundamental penting yang berdampak tinggi akan dirilis secara berurutan yaitu GDP Inggris, AS, dan Canada, CPI Jerman dan kawasan Euro, indeks PMI Inggris, China dan indeks ISM AS, suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan suku bunga The Fed, tingkat pengangguran AS dan Jerman serta Non-Farm Payroll (NFP) AS. Selain itu ada pidato Janet Yellen dan gubernur Bank of Canada (BoC) Poloz serta konperensi pers Kuroda yang juga berdampak tinggi.

fundamental
Volatilitas pasar minggu ini diperkirakan tinggi. Berikut jadwal rilis data dan peristiwa berdampak dalam minggu ini:

Senin, 28 April 2014 :
Jam 06:50 WIB: data Retail Sales Jepang bulan Maret 2014 (y/y) (Berdampak medium pada JPY)
Jam 21:00 WIB: data Pending Home Sales AS bulan Maret 2014 (Berdampak tinggi pada USD)

Selasa, 29 April 2014 :
Hari libur bank-bank di Jepang (Showa Day)
Jam 05:45 WIB: data neraca perdagangan Selandia Baru bulan Maret 2014 (Berdampak tinggi pada NZD)
Jam 13:00 WIB: indeks GfK Consumer Climate Jerman bulan April 2014 (Berdampak medium pada EUR)
Jam 15:30 WIB: data Preliminary GDP Inggris kwartal pertama tahun 2014 (Berdampak tinggi pada GBP)
Jam 19:00 WIB: data Preliminary CPI Jerman bulan April 2014 (berdampak tinggi pada EUR)
Jam 21:00 WIB: indeks CB Consumer Confidence AS bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)

Rabu, 30 April 2014 :
Jam 02:30 WIB
: pidato gubernur Bank of Canada (BoC) Stephen Poloz (Berdampak tinggi pada CAD)
Jam 08:00 WIB: indeks ANZ Business Confidence Selandia Baru bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada NZD)
Jam 10:00 WIB: pengumuman suku bunga Bank of Japan (BoJ) (Berdampak tinggi pada JPY)
Waktu tentative: konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak tinggi pada JPY)
Jam 13:00 WIB: data Retail Sales Jerman bulan Maret 2014 (Berdampak medium pada EUR)
Jam 14:55 WIB: data Unemployment Change Jerman bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada EUR)
Jam 16:00 WIB: data CPI Flash Estimate kawasan Euro bulan April 2014 (y/y) (Berdampak tinggi pada EUR)
Jam 19:15 WIB: data ADP Non-Farm Employment Change AS bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 19:30 WIB
: data Advance GDP AS kwartal pertama tahun 2014 (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 19:30 WIB: data GDP Canada bulan Pebruari 2014 (Berdampak tinggi pada CAD)

Kamis, 1 Mei 2014 :
Hari libur bank-bank di Swiss, Jerman, Italia, dan Perancis (Hari buruh internasional)
Jam 01:00 WIB: pengumuman suku bunga The Fed dan FOMC Statement (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 08:00 WIB
: indeks Manufacturing PMI China bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada AUD, CAD dan NZD)
Jam 15:30 WIB: indeks Manufacturing PMI Inggris bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada GBP)
Jam 19:30 WIB: pidato ketua The Fed Janet Yellen (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 19:30 WIB:
 data jumlah klaim tunjangan pengangguran AS per 26 April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 21:00 WIB: indeks ISM Manufacturing PMI AS bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)

Jum’at, 2 Mei 2014 :
Jam 08:30 WIB: data PPI Australia kwartal pertama tahun 2014 (Berdampak tinggi pada AUD)
Jam 15:30 WIB
: indeks Construction PMI Inggris bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada GBP)
Jam 19:30 WIB: data Non-Farm Payrolls AS bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)
Jam 19:30 WIB: data tingkat pengangguran AS bulan April 2014 (Berdampak tinggi pada USD)

Volatilitas Kembali, Berikut 5 Risiko Yang Perlu Diamati

Volatilitas pasar minggu ini diprediksi naik seiring dengan banyaknya rilis berita dari berbagai penjuru dunia. Akhir minggu lalu, konflik di Ukraina kembali menjadi perhatian karena minimnya berita fundamental dan rendahnya fluktuasi harga di pasar. Minggu ini, isu tersebut bisa jadi sedikit dikesampingkan pasar berhubung banyak publikasi data yang bisa jadi lebih relevan dan berdampak signifikan di pasar global.

Berikut ini merupakan lima titik pusat risiko yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan harga minggu ini:

1. Aksi Bersenjata Separatis Pro-Rusia Di Ukraina

Pamor safe haven kembali mencuat setelah pejabat Amerika Serikat dan Eropa kembali terpancing untuk mengkritisi Rusia mengenai konflik di Ukraina. Rusia dianggap telah nyata melanggar perjanjian yang dibuat di Jenewa minggu lalu, dan sanksi baru atas Rusia sedang dipersiapkan. Sekelompok pengamat militer Eropa telah disandera oleh kelompok separatis bersenjata, dan selusin kantor penting diambil alih.

Masalah utama dalam konflik Ukraina, selain ambisi Rusia, adalah keengganan Amerika Serikat dan Eropa untuk mengambil tindakan tegas. Banyak yang berspekulasi bahwa mereka mengkhawatirkan efek samping sanksi ekonomi terhadap Rusia terhadap wilayah mereka sendiri dalam konteks perdagangan internasional. Namun, kondisi saat ini berada pada titik dimana pihak-pihak yang berkepentingan harus memutuskan di posisi mana mereka akan berdiri. Barat diharapkan tidak menutup mata atas aksi separatis pro-Rusia di Ukraina seperti yang diinginkan oleh propaganda Rusia. Oleh karena itu, sanksi yang lebih tegas terhadap Rusia mungkin sudah didepan mata, dan inilah yang menjadikan pasar prihatin.

kurs2. Pencapaian Target Ekonomi Inggris

Tiga data berdampak tinggi dari Inggris yang akan dipublikasikan minggu ini adalah data preliminary GDP, indeks PMI Manufaktur, dan PMI sektor Konstruksi. Ketiga data ini akan memberi penerangan mengenai seberapa mungkin atau tidak mungkin target pertumbuhan ekonomi Inggris tercapai, serta mengukur sentimen iklim bisnis Inggris.

Saat ini, posisi GBP/USD berada di level tertinggi sejak pembukaan awal tahun. Namun, sebelumnya, kami telah memaparkan bahwa ada sejumlah kerapuhan dalam ekonomi Inggris yang bisa jadi menumbangkan kejayaan GBP. Dalam konteks ini, data GDP dan PMI tersebut penting dalam mengkonfirmasikan langkah bank sentral Inggris selanjutnya. Angka-angka yang menguat tentunya akan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga akan dinaikkan .

3. Penurunan Inflasi Zona Euro

Kelesuan data inflasi Zona Euro bukan lagi hal baru. Awal bulan ini, bank sentral Eropa mengatakan bahwa pertumbuhan masih berjalan moderat dan angka inflasi pasca Paskah akan meningkat. Hari Selasa dan Rabu besok kita akan melihat bukti dari optimisme ini.

Konsensus analis mengestimasikan peningkatan tipis inflasi Jerman dari 1% ke 1,3%, dan inflasi zona Euro ke 0,7% dari 0,5%. Berhubung pasar masih menantikan ECB untuk serius menyikapi inflasi, maka pergerakan Euro yang tak menentu dan amat fluktuatif bisa jadi terus berlanjut.

4. Spekulasi Suku Bunga The Fed

Seperti biasa, event yang paling mengundang volatilitas adalah event terkait bank sentral Amerika Serikat dan kebijakannya. Minggu ini ada sederetan publikasi penting dari negeri paman Sam, termasuk pengumuman suku bunga dan pidato gubernur bank sentral Amerika, Janet Yellen.

Tidak banyak yang bisa dikatakan lagi mengenai spekulasi suku bunga The Fed. Yang perlu diperhatikan adalah jika Yellen kembali mengecilkan prospek kenaikan suku bunga di tahun 2015, maka reversal di sejumlah pair major mungkin terjadi.

5. Depresi Ekonomi China

Tak kalah kritisnya adalah indeks PMI Manufaktur China yang akan rilis hari Kamis, beberapa jam sebelum pidato Yellen di Amerika Serikat. Sejak tahun 2013, indeks PMI Manufaktur China berada diambang kontraksi pada kisaran 50 koma sekian. Kelemahan PMI yang signifikan bisa mempengaruhi pergerakan AUD dan NZD, karena ekspor Australia dan New Zealand diserap oleh industri di China.

Perlu dicatat bahwa beberapa hari yang lalu pemerintah China sudah menjanjikan untuk segera melancarkan stimulus dengan menjual obligasi untuk mendanai proyek-proyek baru. China Daily melansir ada 80 proyek baru akan diluncurkan, termasuk pembangunan jalur kereta dan pelabuhan, proyek energi terbarukan, dan modernisasi industri migas dan kimia. Peluang ikut andil akan dibuka bagi perusahaan domestik dan asing di sejumlah sektor industri yang sebelumnya didominasi perusahaan yang dikontrol pemerintah. Prospek investasi baru ini diharapkan mampu membangkitkan gairah bisnis yang melesu dan mengangkat tekanan pada perekonomian China. Jika memang demikian, tentunya ini akan berpengaruh baik pula bagi perekonomian negara partner dagang China seperti Australia dan New Zealand.

Kesepakatan Jenewa Sumbangkan Volatilitas Harga Di Tengah Libur Paskah

Volatilitas pasar forex terpantau rendah dan terbatas di sesi Amerika sehubungan dengan liburan paskah dan Jumat Agung yang dirayakan hampir di seluruh dunia. Pair-pair mayor seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/CHF berada dalam kisaran yang ketat. Namun, pair-pair komoditas seperti AUD/USD, USD/CAD, dan NZD/USD masih menunjukkan sedikit gejala penguatan Dolar AS.

HONG KONG-STOCKS-CLOSINGKesepakatan Jenewa
Salah satu faktor yang cukup potensial dalam menggerakkan mata uang selama liburan ini adalah dibuatnya kesepakatan antara AS, Rusia, dan negara-negara Uni Eropa di Jenewa pada akhir pekan kemarin. Kesepakatan itu menyebutkan bahwa pihak separatis di Ukraina diminta untuk melakukan gencatan senjata. Mereka juga harus mengosongkan pemerintahan serta ruang publik yang mereka pergunakan untuk menyusun dan menjalankan aksi mereka. Sebagai gantinya, Kelompok Separatis tersebut akan diberi amnesti. Organisasi yang ditunjuk, yaitu OSCE, akan mengimplementasikan kesepakatan ini.

Laporan Defisit Perdagangan Jepang
Pasar Asia telah dibuka. Dan berita mengenai kesepakatan Ukraina tersebut memberikan reaksi meskipun tak banyak. Di sesi Asia Senin ini, pair-pair dengan Yen lah yang mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Neraca perdagangan Jepang dilaporkan mengalami defisit yang lebih parah dibandingkan dengan estimasi. Sementara itu, pasar Australia dan New Zealand masih tutup dalam rangka liburan. Kendati pergerakan harga cukup terbatas, rilis berita dari Tiongkok, Jepang, dan negara-negara ekonomi mayor lainnya harus tetap diperhatikan karena cukup berpotensi menggerakkan pasar.