TD Valas Bank Syariah Berpotensi Tambah Cadangan Devisa

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan instrumen term deposit valuta asing (TD valas) yang diperuntukkan bagi perbankan syariah, akan menambah cadangan devisa sekitar US$ 250-300 juta.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menuturkan, selama ini setiap ada kelebihan likuiditas valas di perbankan syariah selalu ditempatkan di luar negeri. Dengan adanya instrumen valas baru untuk perbankan syariah yang dikeluarkan BI tersebut, menurut Mirza, diharapkan dapat memberikan pilihan bagi perbankan syariah untuk menempatkan dananya di dalam negeri.

“Selama ini, bank syariah menempatkan dananya di luar negeri, karena itu BI menyediakan instrumen agar dananya lebih baik masuk ke sistem perbankan kita dan ditempatkan di BI,” ujar Mirza di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Mirza, BI lebih bersifat pasif dalam penyediaan instrumen penempatan berjangka syariah tersebut. Pasalnya, bank syariah selama ini kesulitan untuk menempatkan dananya di bank komersial dalam negeri. “BI di sini bersifat pasif saja menerima. Selama ini, mereka (bank syariah) menempatkan dana valas di bank komersial juga sulit. Karena itu, kami membuat instrumen syariah, potensinya mungkin tidak terlalu besar, karena pangsa pasarnya juga masih kurang dari 5%, kemungkinan akan menambah cadangan devisa sekitar US$ 250-300 juta,” ungkap dia.

Peraturan BI : Operasi Moneter Syariah

​Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/12/PBI/2014 Tentang Operasi Moneter Syariah

 Ringkasan :
1.     PBI ini dikeluarkan untuk meningkatkan efektivitas Operasi Moneter Syariah (OMS)  dalam rangka menghadapi dan mengantisipasi perkembangan ekonomi, keuangan, dan moneter. Peningkatan efektivitas pengaturan OMS dilakukan dengan cara  menggabungkan pengaturan pada PBI tentangSertifikat Bank Indonesia Syariah (SBIS) ke dalam PBI tentang OMS. Di dalam PBI ini diatur juga pengelolaan likuiditas dan pengayaan instrumen operasi moneter syariah guna mendukung pengembangan pasar valuta asing domestik dan pencapaian sasaran operasional kebijakan moneter.
2.     Substansi yang diatur di PBI tentang OMS ini pada dasarnya merupakan  penggabungan substansi di PBI tentang OMS dan PBI tentang SBIS, dan juga penambahan instrumen Term Deposit (TD) Syariah dalam valas, dengan beberapa penyesuaian pengaturan antara lain:
a.       Pengaturan penyebutan sistem secara umum yaitu sistem di Bank Indonesia.
b.       Penghapusan jual beli SBIS sebagai instrumen OPT Syariah.
c.       Penyesuaian pelaksanaan OPT Syariah dan menambah pengaturan lelang fixed rate tender danvariable rate tender.
d.       Pengaturan bahwa standing facilities syariah dilaksanakan setiap hari kerja.
e.       Fleksibilitas pada penjelasan PBI atas pengaturan SBIS yang dapat diagunkan kepada BI.
f.        Menghapus perseorangan sebagai peserta OMS.
g.       Penambahan klausul bahwa tujuan OMS untuk mencapai target operasional kebijakan moneter didukung dengan pengelolaan likuiditas di pasar valas.
h.       Penambahan instrumen TD Syariah dalam valas sebagai salah satu instrumen OPT dan pengaturan bahwa  TD Syariah dalam valas dapat dilakukan early redemption dan dapat menjadi pengurang Posisi Devisa Neto (PDN).
i.        Pengaturan kewajiban peserta OMS memiliki rekening giro valas di BI dalam hal  mengikuti transaksi OPT syariah dalam valas dan kewajiban menyediakan dana yang cukup untuk transfer ke rekening BI di bank koresponden.
j.        Pengaturan sanksi atas batalnya transaksi akibat gagal setelmen transaksi OPT Syariah dalam valas.
k.       Ketentuan penutup yang mencabut PBI tentang OMS dan PBI tentang SBIS yang saat ini berlaku, dan pengaturan bahwa ketentuan pelaksanaan dari kedua PBI yang dicabut tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan PBI tentang OMS yang baru.

bank

Derasnya Modal Masuk, Rupiah Diprediksikan Menguat

Dana asing masuk ke Indonesia cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut diyakini capital inflow masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Pengamat Valas Farial Anwar mengatakan seharusnya memberikan dorongan positif kepada nilai tukar rupiah. Bukan malah sebaliknya melemah hingga ke level Rp11.600an.

“Capital Inflow saya kira akan terus berlangsung. Tapi ada anomali dengan rupiah. Dia terus melemah, ini memang soal suply-nya,”  Jakarta, Senin (26/5/2014).

Farial menambahkan, dalam beberapa waktu ke depan faktor internal seperti proses menjelang pemilihan presiden akan sangat mempengaruhi posisi nilai tukar rupiah.

“Untuk faktor eksternal seperti taparing off dan isu kenaikan suku bunga di AS belum akan memberikan pengaruh yang signifikan,” ujarnya.

Harga Jual-Beli Valas di BNI, BRI, Mandiri & BCA

Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 10 poin ke Rp11.515 per USD. Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.515-Rp11.520 per USD.

Berikut nilai tukar Rupiah di beberapa perbankan besar terhadap beberapa mata uang utama seperti dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dan yen Jepang (JPY):

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada pukul 09.25 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.468 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.632 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.108 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.359 per dolar Singapura.
Yen Jepang, dengan kurs beli sebesar Rp111,21 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,10 per yen.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada pukul 09.44 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.410 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.610 per USD.kurs
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.083 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.310 per dolar Singapura.
Yen Jepang dengan kurs beli sebesar Rp110,64 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,60 per yen.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada pukul 08.13 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.411 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.609 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp8.902 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.502 per dolar Singapura.
Yen Jepang, dengan kurs beli sebesar Rp109,91 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,41 per yen.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 07.21 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.495 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.545 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.185 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.235 per dolar Singapura.
Yen Jepang dengan kurs beli sebesar Rp111,20 per yen, dan kurs jual sebesar Rp114,20 per yen.

Rupiah Diperkirakan Melanjutkan Pelemahan

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pelemahan pada minggu ini. Krisis Ukraina dan penguatan ekonomi Amerika menjadi alasan pelemahan tersebut.

Wong Chee Seng, Pengamat Pasar Uang AmBank Group di Kuala Lumpur, Malaysia, menjelaskan dollar AS terus mengalami penguatan terhadap mata uang negara lain pada minggu kemarin setelah Amerika dan sekutunya di Eropa memberikan peringatan keras kepada Rusia, terkait krisis Ukraina.

“Ada kekawatiran dari pelaku pasar mengenai krisis Ukraina. Hal tersebut membuat mereka memindahkan aset-aset ke mata uang yang lebih aman yaitu dollar AS,”jelasnya seperti ditulis oleh Bloomberg (20/4/2013).

Selain itu, penguatan tersebut juga disebabkan karena beberapa data ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika pada minggu kemarin menunjukkan perbaikan. Data Departemen Tenagakerja Amerika mengungkapkan bahwa angka pengangguran terus mengalami perbaikan.

money

Bloomberg-JpMorgan Asia Dollar Index mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 155,55 pada minggu kemarin. Pendorong penurunan tersebut adalah mata uang Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia.

Sedangkan Indonesia, India dan Singapura tidak ditransaksikan karena sedang dalam masa libur Paskah. Pada kamis minggu lalu, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,19% menjadi Rp 11,424 per dollar AS.

Sedangkan dari dalam negeri, menurut data dari Samuel Sekuritas Indonesia, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS belum akan bergerak solid karena belum ada sentimen yang berarti dalam dalam negeri. Rupiah akan bergerak melemah seperti matya uang Asia lainnya,” Jelas Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia.

Kemungkinan besar di minggu ini pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak hanya akan dipengaruhi faktor eksternal saja tetapi juga faktor internal yaitu pengumuman strategi koalisi dan pengumuman nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden. “Pengaruh pengumuman tersebut ke rupiah tidak bisa dihindarkan,” tambah Rangga.