timah

Pada perdagangan di bursa komoditas Kuala Lumpur Tin Market siang ini harga timah tampak masih melanjutkan pergerakan menguatnya (2/9). Harga logam industri ini melejit kencang selama empat sesi belakangan didukung oleh aksi bargain hunting setelah pada akhir bulan Agustus lalu sempat melempem hingga ke bawah level 14.000 dollar per ton.

Untuk jangka panjang harga timah masih rentan terhadap penurunan lanjutan akibat kekhawatiran turunnya permintaan dari Tiongkok. Pada perdagangan bulan Agustus lalu harga timah di bursa komoditas Malaysia (KLTM) sempat terpukul hingga mencapai ke level 13.700 dollar per ton.

Pelemahan yang signifikan tersebut mendorong terjadinya aksi bargain hunting. Terlebih lagi di bursa LME juga harga timah berjangka terpantau sempat mengalami rally meskipun di akhir perdagangan malam tadi harga timah di pasar komoditas tersebut berakhir dengan membukukan penurunan.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami penguatan lanjutan siang ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 15.200 dollar per ton, menguat sebesar 100 dollar atau setara dengan 0,66 persen.

Di akhir perdagangan LME dini hari tadi harga timah berjangka untuk kontrak 3 bulan ke depan justru bergerak melemah. Harga komoditas ditutup turun sebesar 25 dollar atau 0,16 persen dan berakhir di posisi 15.200  dollar per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya akan menghadapi level support kuat di posisi 14.900 dollar dan 14.600 dollar. Akan tetapi jika terjadi peningkatan lanjutan harga tembaga akan menghadapi level resistance di 15.500 dollar dan 15.800 dollar (VN)

6 Hari Tidak Mampu Terangkat, Timah KLTM Rebound Dekati Harga LME

Analisa Trading – Harga timah di Bursa KLTM pada perdagangan hari ini (18/6) terpantau berhasil ditutup menguat cukup signifikan. Penguatan harga timah di Bursa KLTM diduga dipicu oleh dorongan terlalu jauhnya selisih antara harga timah KLTM dengan harga benchmark global.

Pergerakan terus melemah pada harga timah di Bursa KLTM, akhirnya berakhir pada perdagangan hari ini. Selisih antara harga timah KLTM yang terus menjauh dalam beberapa hari terakhir dengan patokan harga global di Bursa LME diduga menjadi pemicu pergerakan menguat harga timah disaat faktor fundamental terhadap timah masih lemah. Terpantau pada perdagangan hari ini, timah KLTM, bergerak menguat mendekati level harga pada timah LME di kisaran $22.600/ton.

Sebelumnya, harga timah di KLTM terus melemah selama 6 hari beruntun akibat sentimen negatif dari data ekspor timah Indonesia. Terpantau sepanjang Mei lalu, ekspor timah Indonesia naik hingga 145% sehingga mengakibatkan timah LME mengalami tekanan cukup kuat dari sisi supply akibat potensi lonjakan supply global.

Pada perdagangan hari ini di Bursa KLTM, harga timah terpantau ditutup menguat. Harga timah KLTM pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0,31% ke tingkat harga $22.650/ton atau menguat $70/ton.

Sedangkan dari bursa LME pada perdagangan Selasa 17 Juni 2014 lalu, harga timah ditutup melemah. Harga timah LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,22% ke tingkat harga $22.600 atau melemah $50/ton.

Analis  memprediksi harga timah di Bursa LME masih akan cenderung mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh lemahnya sentimen pasar dan kecenderungan posisi wait and see investor jelang keputusan The Fed yang akan rilis Kamis waktu setempat. Terkait pergerakan harga timah LME pada perdagangan hari ini, timah diprediksi akan bergerak di kisaran $22.500-$22.700. (VN)

Timah KLTM Rebound, Bulan Mei Ditutup Dengan Kenaikan Cukup Signifikan

Analisa Trading – Harga timah di Bursa KLTM terpantau ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Penguatan harga timah KLTM terjadi imbas penguatan demand investor asing meskipun timah LME ditutup melemah pada perdagangan Kamis 29 Mei 2014.

Pelemahan timah Bursa LME pada perdagangan Kamis 29 Mei terpantau tidak mempengaruhi pergerakan harga timah KLTM pada sesi hari ini. Penguatan harga timah di Bursa KLTM dipicu oleh aksi pembelian oleh investor asing dari Jepang dan Eropa yang diduga merupakan imbas potensi peningkatan permintaan timah oleh Timah oleh Tiongkok.

Pada perdagangan hari ini di Bursa KLTM, harga timah ditutup menguat. Timah KLTM untuk hari terakhir perdagangan di bulan Mei ditutup menguat 0,43% ke tingkat harga $23.400/ton atau menguat $100/ton. Dengan harga penutupan tersebut, maka dalam bulan Mei harga timah KLTM mengalami penguatan sebesar 2,18%.

Sedangkan pada perdagangan di Bursa LME Kamis 29 Mei 2014, harga timah ditutup melemah imbas aksi profit taking jelang akhir bulan. Harga timah LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,30% ke tingkat harga $23.355/ton atau melemah $70/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga timah masih akan melanjutkan pelemahan. Hal tersebut dilandasi oleh masih memungkinkannya aksi profit taking oleh para investor sebab masih terdapat keuntungan sebesar 1,1% pada harga penutupan kemarin dengan penutupan pada akhir April. (VN)