TD Valas Bank Syariah Berpotensi Tambah Cadangan Devisa

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memperkirakan instrumen term deposit valuta asing (TD valas) yang diperuntukkan bagi perbankan syariah, akan menambah cadangan devisa sekitar US$ 250-300 juta.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menuturkan, selama ini setiap ada kelebihan likuiditas valas di perbankan syariah selalu ditempatkan di luar negeri. Dengan adanya instrumen valas baru untuk perbankan syariah yang dikeluarkan BI tersebut, menurut Mirza, diharapkan dapat memberikan pilihan bagi perbankan syariah untuk menempatkan dananya di dalam negeri.

“Selama ini, bank syariah menempatkan dananya di luar negeri, karena itu BI menyediakan instrumen agar dananya lebih baik masuk ke sistem perbankan kita dan ditempatkan di BI,” ujar Mirza di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Mirza, BI lebih bersifat pasif dalam penyediaan instrumen penempatan berjangka syariah tersebut. Pasalnya, bank syariah selama ini kesulitan untuk menempatkan dananya di bank komersial dalam negeri. “BI di sini bersifat pasif saja menerima. Selama ini, mereka (bank syariah) menempatkan dana valas di bank komersial juga sulit. Karena itu, kami membuat instrumen syariah, potensinya mungkin tidak terlalu besar, karena pangsa pasarnya juga masih kurang dari 5%, kemungkinan akan menambah cadangan devisa sekitar US$ 250-300 juta,” ungkap dia.