Harga Tembaga Menguat di LME, Goldman Sachs Prediksikan Over Supply Tembaga

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 terpantau ditutup menguat. Penguatan harga tembaga di Bursa LME dipicu oleh rilis data QDP Tiongkok yang naik melebihi ekspektasi.

Penguatan GDP Tiongkok ke level 7,5% dari prediksi 7,4% terpantau berhasil memicu harga tembaga untuk bergerak menguat di LME. Peningkatan GDP Tiongkok yang melebihi ekspektasi tersebut, mengindikasikan keberhasilan stimulus oleh pemerintah Tiongkok dalam upaya meningkatkan perekonomian negara tersebut. Secara tidak langsung, hal tersebut berimbas pada prospek peningkatan demand tembaga oleh Tiongkok meskipun impor tembaga Tiongkok terus melemah dalam 2 bulan terakhir.

Walaupun demikian, harga tembaga berpotensi untuk tergerus pada perdagangan hari selanjutnya di Bursa LME. Hal tersebut disebabkan oleh prediksi Goldman Sachs yang menyatakan posisi persediaan dan permintaan tembaga cenderung berada dalam posisi excess supply. Hal tersebut dilandasi oleh prediksi oleh Goldman Sachs yang menyatakan supply global akan lebih besar 385.000 ton dibandingkan demand global. Selain itu, Rio Tinto juga memprediksi akan adanya peningkatan outputnya hingga 2,6%.

Pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 di Bursa LME, harga tembaga terpantau ditutup menguat. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,25% ke tingkat harga $7.123/ton atau menguat $18/ton.

Sedangkan pada perdagangan hari ini di Bursa SHFE, harga tembaga terpantau masih tersungkur. Harga tembaga berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 anjlok 1,25% ke tingkat harga 49.920 Yuan/ton atau melemah 630 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga akan cenderung jatuh melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh dorongan sentimen negatif dari rilis prediksi Goldman Sachs Group dan Rio Tinto. Terkait pergerakan harga tembaga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $6.900-7200/ton. (VN)

Harga Tembaga LME Anjlok Tergerus Data Impor Tiongkok

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau ditutup melemah tipis secara agregat sepekan. Pelemahan harga tembaga dalam level tipis tersebut dipicu oleh sentimen dalam arah berbeda dari perkembangan perekonomian Tiongkok dan AS.

Pergerakan harga tembaga pada pekan lalu terpantau harus ditutup melemah meskipun lebih didominasi oleh trend penguatan. Pelemahan harga tembaga pekan lalu dipicu oleh anjloknya harga akibat sentimen negatif kuat dari rilis data impor tembaga Tiongkok yang berhasil menahan laju penguatan dari sentimen data manufaktur Tiongkok. Imbas dari data impor Tiongkok yang turun 30.000 ton pada Juni bila dibandingkan data Mei ke level 350.000, investor mengindikasikan bahwa pasar tembaga sedang melesu akibat posisi Tiongkok selaku konsumer utama tembaga. Namun, kondisi dari pasar AS yang sedang positif, membuat penurunan harga tembaga tidak terlalu signifikan pada pekan lalu akibat potensi substitusi pasar.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga tembaga terpantau mengalami pelemahan secara agregat sepekan. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,15% ke tingkat harga $7.140/ton atau melemah $11/ton.

Sedangkan pada perdagangan di Bursa SHFE hari ini, harga tembaga terpantau ditutup melemah tipis. Harga tembaga berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 turun 0,20% ke tingkat harga 50.670 Yuan/ton atau melemah 100 Yuan/ton.

Analis memprediksi harga tembaga berpotensi untuk menguat pada perdagangan pekan ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi persediaan tembaga di LME yang relatif terus menurun sehingga berpotensi memperkuat harga tembaga dari sentimen sisi supply. Terkait pergerakan harga tembaga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $6.800-$7.400/ton. (VN)

Harga Tembaga LME Turun Tipis Imbas Aksi Tunggu Sentimen

Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan Senin 30 Juni 2014 terpantau ditutup melemah tipis. Pelemahan harga tembaga di Bursa LME dipicu oleh aksi tunggu sentimen oleh para investor terkait data manufaktur Tiongkok yang akan rilis.

Data manufaktur Tiongkok yang baru rilis pada Selasa waktu Tiongkok terpantau berimbas pada posisi wait and see yang berujung pada pelemahan harga tembaga di Bursa LME pada Senin lalu. Walaupun diprediksi mengalami penguatan sektor manufaktur akibat stimulus oleh pemerintah setempat, investor lebih memilih untuk menunggu rilis data untuk menghindari over estimate pada perkiraan harga tembaga dari potensi peninkgatan demang tembaga Tiongkok.

Pada Perdagangan Senin 30 Juni 2014 di Bursa LME, harga tembaga LME terpantau ditutup melemah tipis. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,05% ke tingkat harga $6.935/ton atau melemah $3,50/ton.

Sedangkan pada perdagangan tembaga di bursa SHFE hari ini, tembaga terpantau ditutup menguat. Harga tembaga SHFE pada perdagangan hari ini terdorong menguat oleh sentimen positif dari data manufaktur Tiongkok oleh Biro Statistik Tiongkok yang rilis pada hari ini dengan kabar peningkatan sektor manufaktur Tiongkok yang naik ke level 51 dari 50,8 pada periode sebelumnya. Harga tembaga berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik 1,72% ke tingkat harga 50.380 Yuan/ton atau menguat 850 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga akan cenderung menguat pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh dorongan sentimen positif dari rilis data manufaktur Tiongkok yang telah rilis. Terkait pergerakan harga tembaga pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Range normal diperkirakan akan berada di kisaran $6.800-$7.400/ton. (VN)

Harga Tembaga LME Kembali Melemah Tertekan Data GDP AS

Analisa Trading – Harga tembaga pada perdagangan Rabu 25 Juni 2014 di Bursa LME terpantau ditutup melemah. Pelemahan harga tembaga di Bursa LME dipicu oleh rilis data GDP AS yang berada jauh dari ekspektasi.

Data GDP AS yang rilis pada Rabu kemarin terpantau menjadi faktor fundamental terkuat yang mempengaruhi pergerakan harga tembaga di Bursa LME. GDP AS yang turun ke level -2,9% dan jauh dari ekspektasi pada level -1,0% membuat harga tembaga LME melemah akibat indikasi demand tembaga AS sedang mengalami pelemahan. Pelemahan pada tembaga imbas data GDP AS didasari oleh posisi AS sebagai negara dengan sektor manufaktur yang kuat turut berpengaruh terhadap demand tembaga meskipun AS tidak masuk kategori 5 negara pengimpor tembaga terbesar global.

Pada perdagangan Rabu 25 Juni 2014 di Bursa LME, harga tembaga ditutup melemah. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,07% ke tingkat harga $6.871/ton atau melemah $4,50/ton.

Sedangkan dari bursa SHFE harga tembaga terpantau naik signifikan pada penutupan perdagangan hari ini. Harga emas berjangka SHFE untuk kontrak Agustus 2014 naik 1,16% ke tingkat harga 49.590 Yuan/ton atau menguat 570 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini untuk mengikuti pergerakan menguat di Bursa SHFE. Selain faktor sentimen tersebut, penguatan harga tembaga juga diprediksi akan didorong oleh persediaan tembaga di gudang LME yang terus menurun. Terkait pergerakan harga tembaga pada perdagangan hari ini di LME, range normal diprediksi akan berada di kisaran $6.700-$6.950. (VN)

Berpotensi Terkena Limpahan Qingdao, Tembaga LME Akhiri Rally

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan Kamis 19 Juni 2014 ditutup melemah setelah sebelumnya terus menguat dalam tiga hari perdagangan terakhir. Penguatan harga tembaga di Bursa LME dipicu oleh potensi dialihkannya pengiriman tembaga ke pelabuhan Qingdao yang masih ditutup ke gudang LME.

Potensi adanya limpahan tembaga yang tidak masuk ke pelabuhan Qingdao untuk berlabuh ke gudang LME berdampak pada melemahnya tembaga di Bursa LME. Status kondisi persediaan tembaga di LME yang terus menurun sepanjang Juni, dianggap menjadi lokasi potensial untuk substitusi pengiriman ke pelabuhan Qingdao. Dampak dari adanya potensi tersebut, kekhawatiran akan meningkatnya supply tembaga di LME membuat harga di bursa terdorong untuk melemah.

Walaupun mendapat sentimen negatif dari potensi peralihan pengiriman tembaga, pelemahan tembaga tertahan oleh sentimen positif dari kebijakan The Fed. Kebijakan The Fed dengan melanjutkan tingkat suku bunga di level 0,25% memicu anjloknya nilai Dollar AS yang membuat harga tembaga LME yang diperdagangkan dalam Dollar AS menjadi relatif lebih murah untuk pembeli dengan mata uang selain Dollar AS.

Pada perdagangan Kamis 19 Juni 2014 di Bursa LME, harga tembaga LME ditutup melemah mengakhiri trend rally sebelumnya. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,18% ke tingkat harga $6.637/ton atau melemah $12/ton.

Sedangkan pada Bursa SHFE, harga tembaga justru menguat signifikan pada perdagangan hari ini. Harga tembaga SHFE berjangka untuk kontrak September 2014 naik hingga 1,51% ke tingkat harga 48.420 Yuan/ton atau menguat 720 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif dari potensi peralihan pengiriman tembaga ke Bursa LME. Terkait pergerakan harga tembaga LME, tembaga diprediksi akan bergerak di kisaran $6.500-$6.750. (VN)

Tembaga LME Lanjut Rally Hari Ke-3

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan Rabu 18 Juni 2014 terpantau ditutup kembali menguat untuk hari ke-3 secara beruntun. Penguatan harga tembaga di Bursa LME masih didukung oleh sentiment positif dari perekonomian Tiongkok.

Perekonomian Tiongkok masih terus mempengaruhi pergerakan harga tembaga di Bursa LME di zona hijau. Pernyataan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang yang menyatakan optimisme akan tercapainya target pertumbuhan sebesar 7,5% masih cukup kuat untuk menggerakan harga tembaga mendekati level $6.800/ton.

Selain factor dari dorongan pernyataan Perdana Menteri Tiongkok, tembaga juga mendapat sentiment positif dari data sector property Tiongkok. Data rerata harga rumah baru Tiongkok terpantau mengalami pelemahan pada Mei lalu dengan berada pada level 5,6% atau lebih rendah 1,1% dibandingkan pada bulan April. Pelemahan pada data tersebut, memberikan indikasi

Pada perdagangan Rabu 18 Juni 2014 di Bursa LME, harga tembaga ditutup menguat. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,52% ke level $6.737/ton atau menguat $35/ton.

Sedangkan dari Bursa SHFE, harga tembaga terpantau masih melanjutkan trend melemah akibat kasus Qingdao. Harga tembaga SHFE berjangka untuk kontrak Agustus 2014 turun 0,23% ke tingkat harga 48.060 Yuan/ton atau melemah 110 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga LME masih akan cenderung menguat tipis pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentiment positif yang masih cukup kuat dari perekonomian Tiongkok. Terkait pergerakan harga tembaga LME pada perdagangan hari ini, tembaga diprediksi bergerak pada kisaran $6.700-$6.825. (VN)

Tembaga SHFE Kembali Ditutup di Zona Merah

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa Shanghai Futures Exchange pada perdagangan hari Selasa (10/6) kembali ditutup melemah. Pelemahan pada harga tembaga di SHFE masih dipicu oleh fundamental negatif dari pengurangan ekspor tembaga Tiongkok.

Penutupan sementara pelabuhan Qingdao untuk penyidikan terpantau kembali kurang mempengaruhi pergerakan harga tembaga di Bursa SHFE. Potensi terhambatnya persediaan tembaga di Bursa dari tutupnya pelabuhan, dinilai tidak sekuat faktor sentimen dari data ekspor tembaga Tiongkok.

Indikasi penurunan permintaan dari anjloknya permintaan tembaga Tiongkok hingga 15,6% pada Mei bila dibandingkan periode April, dianggap akan lebih mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Hal tersebut dikarenakan penutupan atas penyidikan diperkirakan hanya akan berlangsung beberapa saat, sedangkan demand tembaga di Tiongkok terpantau lesu.

Pada perdagangan hari ini di Bursa SHFE, harga tembaga ditutup kembali melemah. Harga tembaga berjangka SHFE untuk kontrak Agustus 2014 turun 0,42% ke tingkat harga 47.480 Yuan/ton atau melemah 200 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga tembaga di Bursa LME yang akan kembali buka pada hari Selasa (10/6) akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut disebabkan oleh sentimen negatif dari pemberhentian pelabuhan Qingdao bagi Bursa LME yang juga diperburuk oleh indikasi pelemahan permintaan oleh Tiongkok. Terkait pergerakan harga tembaga pada perdagangan hari ini di Bursa LME, tembaga diprediksi bergerak di kisaran $6.300-$6.800. (VN)

Kinerja Manufaktur Tiongkok Mengangkat Harga Tembaga

Analisa Trading – Harga tembaga di Bursa LME pada perdagangan Senin 2 Juni 2014 kembali ditutup menguat. Penguatan harga tembaga masih dipicu oleh data Manufaktur Tiongkok yang rilis pekan lalu.

Data Manufaktur Tiongkok yang terpantau mengalami pemercepatan pertumbuhan tertinggi dalam 5 bulan masih terus memberikan gairah positif terhadap penguatan harga tembaga. Posisi Tiongkok selaku pengguna tembaga terbesar dunia memang sangat berkaitan terhadap pola perubahan harga tembaga melalui pendekatan sisi demand. Dengan terdapatnya peningkatan cukup signifikan pada data PMI manufaktur Tiongkok, maka pasar menjadi optimis permintaan tembaga masih akan cukup kuat.

Pada perdagangan Senin 2 Juni 2014 di Bursa LME, harga tembaga ditutup menguat. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,25% ke tingkat harga $6.923/ton atau menguat $17/ton.

Sedangkan dari Pasar Asia, tembaga SHFE saat ini juga terpantau mengalami penguatan. Tembaga berjangka SHFE untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,47% ke tingkat harga 48.690 Yuan/ton atau menguat 230 Yuan/ton.

Analis memprediksi harga tembaga masih akan berada dalam trend kuat. Hal tersebut dilandasi oleh sektor manufaktur Tiongkok yang sedang bergerak menguat akan menjadi sentimen kuat terhadap pergerakan harga tembaga. Terkait pergerakan harga tembaga hari ini, diprediksi tembaga LME akan berada di kisaran $6.886-$6.944,5. (VN)

Sentimen Positif Lebih Kuat, Harga Tembaga Terangkat

Analisa Trading – Harga tembaga terpantau menguat pada penutupan perdagangan di Bursa LME. Penguatan harga tembaga dipicu oleh sentimen positif dari data HSBC Flash Manufacturing PMI yang berpengaruh lebih kuat dibandingkan data penjualan rumah Tiongkok.

Sentimen negatif dari data penjualan rumah Tiongkok oleh biro statistik setempat, terlihat hanya mampu bertahan singkat. Terpantau, harga tembaga justru kembali menguat cukup signifikan pasca rilis data HSBC Flash manufacturing PMI yang dianggap akan lebih langsung berpengaruh pada permintaan tembaga. Dampak dari rilis data tersebut yang terpantau berada pada level diatas ekspektasi analis hingga mencapai 49.7, harga tembaga naik baik di Bursa LME maupun SHFE.

Pada perdagangan Rabu 22 Mei 2014, harga tembaga LME ditutup dengan mengalami penguatan. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,95% ke tingkat harga $6.870/ton atau menguat $65/ton.

Sedangkan pada perdagangan di Bursa SHFE hari ini, harga tembaga juga mengalami kenaikan. Harga tembaga berjangka SHFE untuk kontrak Juli 2014 menguat 1,13% ke tingkat harga 49.080 Yuan/ton atau naik 550 Yuan/ton.

Prediksi harga tembaga akan kembali mengalami penguatan di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen positif kuat dari data manufaktur Tiongkok yang merupakan pengguna tembaga terbesar di dunia. Terkait pergerakan harga, perdagangan di Bursa LME pada hari ini diperkirakan akan berada pada interval $6.786,25-$6.968,75. (VN)

Hampir Sepanjang Pekan Turun, Tembaga SHFE Rebound

Analisa Trading – Harga tembaga pada perdagangan hari ini di bursa Shanghai Futures Exchange terpantau menguat. Penguatan harga tembaga diduga disebabkan oleh aksi technical buying para spekulan pasca harga tembaga yang terus menurun hampir sepanjang pekan ini.

Sentimen negatif imbas rilis data HSBC Manufacturing PMI, tidak tergambarkan dalam perdagangan tembaga di Bursa Shanghai Futures Exchange hari ini. Harga tembaga yang sebelumnya terus melemah, justru rebound cukup signifikan. Diduga, aksi technical buying para spekulan merupakan faktor yang mempengaruhi peningkatan harga tembaga pada perdagangan hari ini.

Harga tembaga di Bursa Shanghai Futures Exchange hari ini mengalami penguatan signifikan. Harga tembaga berjangka untuk kontrak Juli 2014 naik 1,42% ke tingkat harga 47.740 Yuan/ton atau menguat 670 Yuan/ton.

Sedangkan harga tembaga di Bursa London Metal Exchange pada perdagangan Kamis 8 Mei 2014 kembali mengalami pelemahan tipis. Harga tembaga untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,02% ke tingkat harga $6.659/ton atau hanya melemah $1/ton.

Harga tembaga diprediksi masih akan mengalami pelemahan. Hal tersebut dilandasi oleh masih belum adanya sentimen kuat baru pada pasar tembaga sedangkan pengaruh rilis HSBC Manufacturing PMI masih cukup mempengaruhi pasar. (VN)

Happy Trading!