Positif Bersama Bursa Asia, IHSG Naik 8 Poin Sore Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 8 poin membuntuti penguatan bursa-bursa regional. Aksi beli banyak dilakukan investor asing.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 11.530 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.535 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 20,664 poin (0,42%) ke level 4.933,662 melanjutkan penguatan kemarin dengan naik 20 poin. Indeks dapat sentimen positif dari Wall Street yang semalam cetak rekor tertinggi.

Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan, sampai ke titik tertingginya di 4.941,245. Aksi ambil untung menghadang indeks jelang penutupan sesi pagi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 7,826 poin (0,16%) ke level 4.920,824. Indeks masih bisa bertahan positif di level 4.900 meski muncul aksi ambil untung di saham-saham lapis dua. Penguatan saham unggulan mampu menahan koreksi.

Aksi ambil untung dilakukan investor domestik, sasarannya saham-saham lapis dua yang kemarin sudah naik tinggi. Rencana pembagian dividen masih mendorong aksi beli investor asing.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (13/5/2014), IHSG ditutup naik 8,396 poin (0,17%) ke level 4.921,394. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,135 poin (0,02) ke level 831,574

Indeks sempat mendarat di zona merah meski hanya sebentar, di titik terendahnya di 4.902,803. Tapi aksi beli jelang penutupan langsung membawa indeks kembali ke zona merah.

Investor asing paling banyak lakukan aksi beli di tengah maraknya aksi jual investor domestik. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 55,07 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 237.080 kali pada volume 3,841 miliar lembar saham senilai Rp 5,115 triliun. Sebanyak 182 saham naik, 127 turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa-bursa regional tak lagi kompak menguat sore hari ini setelah bursa saham Tiongkok jatuh ke zona merah. Bursa saham Singapura hari ini libur.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 275,92 poin (1,95%) ke level 14.425,44.
  • Indeks Hang Seng naik 90,77 poin (0,41%) ke level 22.352,38.
  • Indeks Komposit Shanghai menipis 2,14 poin (0,10%) ke level 2.050,73.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Multi Bintang (MLBI) naik Rp 28.000 ke Rp 1,108 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 7.475 ke Rp 370.000, Merck (MERK) naik Rp 2.500 ke Rp 183.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 26.975.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Inti Bangun (IBST) turun Rp 1.045 ke Rp 4.180, Bina Dana (ABDA) turun Rp 750 ke Rp 4.750, Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 28.500, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 70.000.

Pasar Saham Indonesia Akan Alami Sell in May

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.800-4.815 dan resisten 4.858-4.862. IHSG berpola inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. ihsg indonesia

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan laju IHSG sempat masuk ke dalam kisaran target support 4.827-4.831 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.852-4.874, meski akhirnya tidak mampu bertahan.

“Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada namun, diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas,” ungkap Reza dalam risetnya, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Sebelumnya, posisi IHSG saat ini masih rawan untuk terjadinya pelemahan jika sentimen yang ada terutama dari laju bursa saham global tidak mampu bergerak positif. Nyatanya meski laju bursa saham AS masih dapat menghijau dengan dukungan kenaikan di atas estimasi dari data Markit Services PMI dan ISM-non manufacturing PMI, tidak membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya.

Padahal, pasca-melemah tajam pada, laju IHSG belum dapat kembali menyentuh level tertinggi pada minggu lalu. “Bahkan menyentuh level setara middle bollinger band (MBB) di level 4.864 pun juga tidak,” kata dia.

Dia mengatakan, nampaknya pelaku pasar benar-benar menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksinya memasuki pekan awal di Mei, sehingga volume dan nilai transaksi kian menurun. Stagnannya laju Rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG.
(mrt)

Saham Twitter Ikut Rubuhkan Pasar Saham AS

NEW YORK – Saham-saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada posisi terendah. Saham AIG membuat sektor keuangan melemah, karena laba yang mengecewakan, dan saham Twitter membuat sektor teknologi dan internet merosot. Selain itu, para investor juga terus mengawasi perkembangan di Ukraina, di mana pendukung Rusia dan dari Ukraina menuduh satu sama lain telah membuat negara bekas republik Soviet tersebut, ke peperang. “Masalah jangka pendek adalah Ukraina. Kami tidak tahu kapan kita akan bangun suatu pagi dan menemukan Putin (Presiden Rusia Vladimir) akan berada di timur Ukraina,” kata kepala investasi di Harbor Penasehat Corp, Jack De Gan, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (7/5/2014).

Traders work on the floor at the New York Stock Exchange

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 129,53 poin atau 0,78 persen menjadi 16.401,02, indeks S&P 500 (SPX) merosot 16,94 poin atau 0,9 persen menjadi 1.867,72, dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 57,296 poin atau 1,38 persen menjadi 4.080,759. Saham Twitter (TWTR.N) anjlok 17,8 persen menjadi USD31,85 setelah periode enam bulan “lock-up” yang telah membatasi penjualan, sekitar 82 persen dari saham yang beredar. Indeks The S&P 500 hanya 1,2 persen di bawah rekor tertinggi bulan lalu. Meskipun membaiknya data ekonomi, termasuk penyempitan defisit perdagangan, indeks S&P 500 menghadapi rintangan teknis karena mendekati level tertinggi sepanjang masa. Menurut data dari BATS Global Markets, sekitar 5,9 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,2 miliar selama lima hari terakhir

Minim Sentimen, IHSG Bergerak di Zona Hijau

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti bursa saham global dan Asia seiring data ekonomi AS positif.  Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (6/5/2014), IHSG menguat tipis 2,96 poin (0,06%) ke level 4.845,46. Indeks saham LQ45 naik 0,09% ke level 817,92.

Laju IHSG masih terus bergerak naik ke zona hijau pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik tipis 4,32 poin (0,09%) ke level 4.846,82. Indeks saham LQ45 naik 0,23% ke level 819,36.

Sebanyak 73 saham menguat telah menopang pergerakan indeks saham. Sementara itu, 34 saham melemah dan 66 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.899 kali dengan volume perdagangan saham 156,08 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 227,30 miliar.

Secara sektoral, 10 sektor saham menguat pada pagi ini. Sektor saham aneka industri naik 0,58%. Lalu sektor saham industri mendaki 0,55% dan sektor saham pertambangan menguat 0,36%.

Berdasarkan data RTI, investor asing melanjutkan aksi beli bersihnya. Investor asing membeli saham sektiar Rp 5 miliar. Sedangkan investor lokal melakukan aksi jual Rp 5 miliar.

Saham lapis kedua dan ketiga masih mencatatkan top gainer pada pagi ini. Saham FORU naik 8,09% ke level Rp 735 per saham. Lalu saham SMDR naik 2,13% ke level Rp 3.115 per saham, dan saham CEKA menguat 2,59% ke level Rp 1.980 per saham.

Adapun saham-saham yang tercatat top loser antara lain saham MPPA melemah 5,99% ke level Rp 2.590 per saham, saham SDMU turun 4,37% ke level Rp 460 per saham, dan saham BACA melemah 6,86% ke level Rp 95 per saham.

Index

Analis PT Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri menuturkan, IHSG akan kembali bergerak sideways seiring minimnya sentimen baru di pasar. Pasar akan lebih cenderung memfaktorkan sentimen global yang berkepanjangan seperti krisis di Ukraina.

Sementara dalam dua hari ke depan, pasar akan lebih wait and see mengantisipasi rilis suku bunga acuan/BI Rate dan data neraca perdagangan China pada Kamis. Support indeks saham berada di level 4.800.

Rupiah pagi ini kembali menguat tipis ke level Rp 11.510 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini kembali bergerak variatif dengan seiring minimnya sentimen baru di bursa saham regional.

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2046023/minim-sentimen-ihsg-bergerak-di-zona-hijau#sthash.ANOt45Mc.dpuf

Pasar Bersikap Hati-Hati, Wall Street Berakhir Naik Tipis

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (5/5) atau Selasa (6/5) pagi WIB, setelah berjuang untuk keluar dari kolom kerugian, mengabaikan data industrial mengecewakan dari Cina dan meningkatnya kekerasan di Ukraina.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 17,66 poin (0,11 persen) menjadi 16.530,55. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 3,52 poin (0,19 persen) menjadi berakhir di 1.884,66, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 14,16 poin (0,34 persen) menjadi 4.138,06.

wallstreet 3
Gambaran pertumbuhan Cina memburuk setelah HSBC melaporkan kontraksi bulanan keempat berturut-turut dalam indeks aktivitas sektor manufaktur, membawa indeks ke tingkat terendah dalam delapan bulan terakhir. Sementara di Ukraina pertempuran antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Moskow kian meningkat, dengan militer Ukraina menderita korban berat dan Rusia memperingatkan kekerasan tersebut menempatkan perdamaian di Eropa dalam bahaya.

Saham Boeing naik 1,6 persen dan Apple naik 1,4 persen memimpin para pencetak keuntungan di antara perusahaan terbesar, sementara Pfizer turun 2,6 persen karena beberapa sinyal mengecewakan dalam hasil kuartalan dan petunjuk kemungkinan diperlukan tekanan untuk membeli AstraZeneca Inggris kepada para pemegang saham.

Saham raksasa ritel Target kehilangan 3,5 persen setelah perusahaan mengumumkan bahwa kepala eksekutif Gregg Steinhafel mengundurkan diri setelah pencurian besar-besaran data pelanggan oleh peretas (hacker). Steinhafel yang menjabat sebagai kepala eksekutif sejak 2008, akan digantikan sementara oleh kepala keuangan John Mulligan sementara perusahaan mencari seorang CEO dan ketua permanen.

Penurunan juga dialami saham General Motors sebesar 0,6 persen setelah pabrikan otomotif tersebut mengumumkan penarikan beberapa kendaraan SUV (sport utility vehicles) selama akhir pekan karena potensi kebocoran bahan bakar diesel yang bisa menyebabkan kebakaran.

KETIDAKPASTIAN POLITIK MENURUNKAN NILAI RATA-RATA TRANSAKSI SAHAM

Pengamat pasar modal Indonesia Budi Hikmat menilai bahwa rata-rata transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cenderung menurun dikarenakan ketidakpastian politik di dalam negeri.

“Nilai transaksi turun diakibatkan ketidakpastian politik. Sekarang ada euforia politik dan investor menunggu,” ujar Budi Hikmat yang juga Direktur PT Bahana TCW Investment di Jakarta

bursaDalam data perdagangan saham BEI, rata-tata transaksi saham harian sepanjang tahun ini sekitar Rp6,152 triliun, sementara pada 2013 sebesar Rp6,53 triliun.

Kendati demikian, Budi Hikmat meyakini bahwa pelaksanaan Pemilu Presiden akan berjalan aman sehingga Indonesia hanya perlu memperbaiki kinerja ekonomi makro.

“Neraca transaksi berjalan kita masih defisit, artinya kita kurang kreatif,” ucapnya.

Ia mengharapkan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah tetap stabil, karena kondisi itu dapat mempengaruhi psikologis investor global terhadap Indonesia.

Apalagi, lanjut dia, menjelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus memperbaiki kinerja neraca keuangan, termasuk volatilitas nilai tukar.

“Sekarang Bursa yang lebih baik di ASEAN itu Filipina karena mata uangnya menguat. Sementara rupiah masih cenderung melemah. Kenapa? karena banyak permasalahan yang belum bisa diurai. Kurs kita menakutkan bagi investor global,” katanya.

Budi Hikmat juga mengatakan bahwa untuk melihat pergerakan saham beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni likuiditas, laba emiten, valuasi yang mengacu kepada perbandingan antara harga dan nilai saham, suku bunga, dan sentimen.

Sementara itu, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto mengatakan bahwa imbal hasil pasar modal domestik cukup menjanjikan bagi investor global seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menambahkan bahwa OJK bersama dengan institusi terkait akan terus berupaya mendorong pertumbuhan investor domestik agar proporsinya seimbang.

“Saat ini sekitar 60 persen investor di pasar saham domestik merupakan asing. Sementara itu, di pasar obligasi negara tercatat 33 persen, tapi kita juga tetap memberlakukan kebijakan ‘market friendly’ kepada pihak asing,” katanya