Derasnya Modal Masuk, Rupiah Diprediksikan Menguat

Dana asing masuk ke Indonesia cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut diyakini capital inflow masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Pengamat Valas Farial Anwar mengatakan seharusnya memberikan dorongan positif kepada nilai tukar rupiah. Bukan malah sebaliknya melemah hingga ke level Rp11.600an.

“Capital Inflow saya kira akan terus berlangsung. Tapi ada anomali dengan rupiah. Dia terus melemah, ini memang soal suply-nya,”  Jakarta, Senin (26/5/2014).

Farial menambahkan, dalam beberapa waktu ke depan faktor internal seperti proses menjelang pemilihan presiden akan sangat mempengaruhi posisi nilai tukar rupiah.

“Untuk faktor eksternal seperti taparing off dan isu kenaikan suku bunga di AS belum akan memberikan pengaruh yang signifikan,” ujarnya.

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.487-11.516 per USD

AnalisaTrading-Pergerakan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak masih melemah karena dihantui sentimen negatif. Kurs rupiah masih berada di zona merah seiring beralihnya aktivitas transaksi pelaku pasar pada Yen Jepang yang masih bergerak menguat.

Terlebih  setelah BoJ dalam pertemuannya menunjukkan sikap penolakannya untuk menambah nilai stimulus moneternya.  Di sisi lain, dengan penguatan Yen tersebut membuat sejumlah mata uang Asia lainnya melemah dan berimbas pada rupiah.

Dengan demikian diperkirakan, laju rupiah bergerak dilevel Rp 11.487 – 11.516  per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). (FR)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.378-Rp 11.324 per USD

AnalisaTrading-Pergerakan  nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak di level Rp 11.324-11.378 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).  Kurs rupiah di bawah level support Rp 11.378 per USD.

Pada perdagangan Selasa (20/5) kemarin,  akhirnya penguatan rupiah terbatas dengan adanya aksi jual setelah terimbas pelemahan laju IHSG.  Di sisi lain, melemahnya AUD setelah RBA menahan suku bunga acuannya juga turut andil melemahnya rupiah.

Selain itu, Won yang merespon negatif rencana kebijakan otoritas pasar yang akan menahan penguatan Won yang diikuti dengan terdepresiasinya Euro jelang  pertemuan ECB turut menopang turunnya laju rupiah. (FR)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.432-Rp 11.451 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah, setelah penguatan tajam kemarin. Kurs rupiah kemarin berhasil mencapai level Rp 11.300 per USD, namun menjelang penutupan kembali ke Rp11.419 per USD.

Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Selasa (20/5), kurs rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) pagi ini, melemah tipis menjadi Rp 11.442 per USD. Adapun pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp 11.432-Rp 11.451 per USD.

Investor cenderung menanti hasil pertemuan the Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan akan memberikan tambahan stimulus pada akhir Juli. Bank sentral membeli sekitar 7 triliun yen atau sekira USD 6,9 miliar sejak April tahun lalu.  Dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan mendekati level terendah dalam tiga bulan terhadap mata uang yen Jepang. The Bank of Japan akan memulai pertemuan kebijakan selama dua hari, dan menentukan arah kebijakan moneter mereka berikutnya.

Sementara, pejabat ECB Daniele Nouy dan Luis Maria Linde dijadwalkan untuk berbicara hari ini di Finance Summit Frankfurt, sementara Erkki Liikanen berbicara di Helsinki. The ECB memutuskan kebijakan pada 5 Juni. (FR)

Rupiah Menguat, Sentimen Internal dan Eksternal Positif

Analisa Trading – Mata uang rupiah tampak mengalami kenaikan terhadap dollar AS (16/5). Faktor utama yang mengakibatkan kenaikan nilai tukar adalah karena kondusifnya situasi politik di daam negeri jelang pemilu. Tampaknya para pelaku pasar cukup bisa menerima figure kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi capres.

Sementara itu factor dari luar juga turut mempengaruhi kondisi rupiah. Data dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain menunjukkan terjadinya pemulihan ekonomi yang cukup solid. Kesiapan ECB untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan euro dengan suntikan stimulus moneter juga memberikan keyakinan baru terhadap asset berisiko seperti rupiah.

Pada perdagangan hari ini rupiah terpantau berada pada posisi 11410 per dollar AS. Mata uang lokal ini mengalami kenaikan sebesar 36 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 11446 per dollar AS.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang rupiah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan lanjutan meskipun terbatas. Mata uang lokal ini berpotensi untuk bergerak pada kisaran 11400 – 11500 per dollar AS. (VN)

Nantikan Pasangan Capres-Cawapres, Rupiah Naik Cukup Signifikan

Analisa Trading – Nilai tukar rupiah mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini terhadap dollar AS (14/5). Rupiah alami peningkatan terbesar sejak bulan Maret jelang pengumuman kandidat presiden dan wakil presiden Indonesia yang akan bertarung pada pilpres Juni mendatang.

Jokowi yang merupakan capres yang diusung PDIP akan mengumumkan wapres pasangannya hari ini. Kandidat terkuat untuk menjadi cawapres Jokowi adalah Abraham Samad yang merupakan ketua KPK dan mantan wapres Jusuf Kalla.

Sementara itu capres dari Partai Gerindra Prabowo juga akan mengumumkan pasangannya hari ini. Diperkirakan secara luas mantan Menko Ekonomi Hatta Rajasa akan menjadi pasangan cawapres Prabowo.

Nilai tukar rupiah mengalami kenaikan sebesar 0.7 persen menjadi 11461 per dollar AS pada perdagangan hari ini. Posisi rupiah tersebut merupakan yang paling tinggi sejak tanggal 22 April lalu. Nilai tukar rupiah di pasar forward mengalami kenaikan sebesar 0.7 persen di posisi 11471 per dollar.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Untuk perdagangan hari ini mata uang lokal ini akan mengalami pergerakan pada kisaran 11440 – 11490 per dollar AS. (VN)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.500 an / USD

AnalisaForex-Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan dalam beberapa hari mendatang nyaman di level Rp 11.500-an per USD. Pasalnya, hal tersebut terjadi karena pasar sedang wait and see.  Hal ini terjadi karena pasar sedang menunggu siapa calon pemimpin yang akan datang.  Itu jelas karena seorang pemimpin lah yang akan menentukan bangsa ini ke depan.

Banyaknya rumor tersebut membuat rupiah tidak banyak pergerakannya.  Bagi pelaku pasar, mereka menunggu pemimpin yang mengerti ekonomi, pemimpin yang mampu melakukan persaingan bebas di ekonomi global. Mengenai isu kenaikan suku bunga Fed, Farial menganggap hal ini masih sulit diprediksi.

Masalah kenaikan suku bunga Fed itu masih panjang, kalaupun akan terjadi mungkin tahun depan, jangka panjang lah.  Pengaruh kenaikan suku bunga terhadap nilai rupiah juga belum bisa diprediksi. Dirinya mengatakan bahwa hal itu tergantung pada faktor internal dan eksternal. (FR)

Tunggu BI Rate, Rupiah Kembali Anjlok di Rp11.600-an

Nilai tukar Rupiah Pagi ini dibuka melemah ke level Rp11.625 per USD. Pelemahan ini, antara lain karena pasar menanti kepastian hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia mengenai BI Rate, yang baru akan diumumkan siang ini.

uang rupiahMelansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (8/5/2014), pada perdagangannon-delivery forward (NDF) Rupiah dibuka melemah 47,5 poin atau 0,41 persen menjadi Rp11.625 per USD. Rupiah yang dibuka pada Rp11.575 per USD langsung meluncur ke level Rp11.600-an.

Dalam pergerakannya hingga pukul 10.15, Rupiah bergerak di rentang Rp11.575-Rp11.633 per USD. Rupiah kembali terpuruk ke level Rp11.600-an.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI rate pada siang hari ini. Para pimpinan BI akan menggelar rapat dewan gubernur (RDG) untuk memutuskan BI rate akan naik atau tidak. Saat ini BI rate di level 7,5 persen

Nilai Tukar Rupiah Bikin Investor Takut

Tidak lama lagi, Indonesia dan negara Asia Tenggara memasuki era pasar bebas ASEAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan memudahkan investor asing masuk dan keluar ke Indonesia.

Direktur PT Bahana TCW Investment Budi Hikmat mengatakan, hal yang paling ditakuti investor asing untuk berinvestasi di Indonesia adalah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Ketika rupiah melemah, ini mengurangi keuntungan bagi investor asing,” kata Budi, Senin (5/5).

Jelang MEA, Indonesia harus memperbaiki masalah dalam negeri, termasuk volatilitas nilai tukar. Jika tidak, investor asing enggan masuk ke pasar modal nasional.

Menanggapi hal ini, Kepala Eksekutif Bidang Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pasar modal nasional cukup menjanjikan bagi investor asing. Hal ini melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, pertumbuhan pasar modal nasional juga termasuk yang tertinggi di regional.
dolar 1
Investor asing sangat diperlukan untuk menggerakkan pasar. Karena, sebagian besar investor di pasar modal Indonesia adalah asing. Namun, OJK memiliki komitmen untuk meningkatkan investor domestik. “Jangan sampai timbul ketimpangan karena investor asing lebih besar dibandingkan domestik,” kata Nurhaida.

OJK tengah menggodok sejumlah aturan yang diperlukan jelang MEA, misalnya seperti ketentuan cross bording offering. Saat ini, hal tersebut belum bisa dilakukan di Indonesia karena belum memiliki provisi penunjang. Undang-undang nasional tidak memungkinkan untuk membuat aturan tersebut.