Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.675 – Rp 11.689 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berakhir tidak banyak bergerak. Kurs Rupiah masih bergerak di kisaran Rp 11.680 per USD.

Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Senin (18/8), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 8,7 poin menjadi Rp 11.686 per USD. Hari ini Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 11.675 – Rp 11.689 per USD.  Sementara Bank Indonesia (BI), dalam kurs tengah Jisdor, mencatat Rupiah berada di kisaran Rp 11.681 per USD. Data BI menunjukkan Rupiah bergerak di kisaran Rp 11.623 – Rp 11.739 per USD.

Adapun sentimen yang sangat mempengaruhi pergerakan mata uang adalah catatan surplus current account, yang mendorong won ke level yang tidak pernah disentuh sebelum krisis keuangan global 2008. Bank of Korea memangkas suku bunga acuan menjadi 2,25 persen dari 2,5 persen pada 14 Agustus. (FR)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.681 – Rp 11.697 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan. Dolar AS nampaknya mendapatkan sentimen positif eksternal, terkait dengan ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina.

Berdasarkan  Bloomberg Dollar Index, Jumat (15/8), kurs Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 11 poin menjadi Rp 11.690 per USD.  Hari  ini, Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 11.681 – Rp 11.697 per USD.

Tercatat Dolar AS mendapat dorongan dari meredanya ketegangan geopolitik di Ukraina dan Irak. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia akan berjuang untuk negaranya sendiri, tetapi bukan berarti menghiraukan negara lain, komentar yang lebih lembut setelah retorika berat yang terjadi karena Ukraina selama beberapa bulan ini.

Euro berada 0,2 persen dari level terendah sejak November terhadap dolar AS, di tengah spekulasi pembuat kebijakan Eropa akan meningkatkan stimulus untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.  The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak greenback terhadap 10 dari mata uang yang diperdagangkan, sedikit berubah pada 1.021,07, setelah jatuh ke 1.019,42, level terendah sejak 1 Agustus.(FR)

Rupiah Rabu Melemah Sedikit terhadap Dollar

Analisa Trading – Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau mengalami penurunan tipis (13/8). Rupiah cenderung melemah sementara dollar AS kembali menemukan momentum menguat terhadap rival-rivalnya.

Meredanya konflik di berbagai belahan dunia tampak membuat rupiah keluar dari jeratan pola melemah terhadap dollar AS. Akan tetapi mata uang ini masih memiliki risiko pelemahan, terutama akibat kondisi dalam negeri.

Dalam jangka pendek-menengah ini pergerakan nilai tukar rupiah akan mengikuti sentimen internal, hal itu dikarenakan kondisi di dalam negeri yang sedang menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan pilpres 2014.

Untuk hari ini pergerakan mata uang rupiah relatif santai. Mata uang tersebut berada pada posisi 11695 per dollar As. Rupiah mengalami penurunan tipis saja sebesar 6 poin atau 0.05 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis  memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu ini akan cenderung alami kondisi yang sideways dan terbatas. Mata uang lokal tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 11660 – 11720 per dollar AS. (VN)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.677 – 11.695 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka sempat melemah, meski belum menembus Rp 11.700 per USD. Meski demikian, beberapa menit usai dibuka, Rupiah bergerak stabil.

Merujuk  Bloomberg Dollar Index, Rabu (13/8), rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat tipis 0,7 poin ke Rp 11.688 per USD.  Hari ini,  rupiah diperkirakan  bergerak di kisaran Rp 11.677 – Rp 11.695 per USD.

Sementara  yen Jepang naik 0,6 persen, sementara dolar Amerika Serikat (AS) naik 1,7 persen. Nilai euro kehilangan 0,3 persen pada bulan lalu, menurut Bloomberg Correlation-Weighted Indexes yang melacak 10 mata uang negara berkembang.

Selain euro, yen Jepang juga ditutup lebih lemah, setelah penurunan dua hari, para pejabat Bank of Jepang (BoJ) mengatakan mereka akan mempertahankan stimulus selama diperlukan, dan ekonomi Jepang menyusut untuk pertama kalinya sejak September 2012.   Mata uang Eropa bersama tersebut jatuh, setelah data menunjukkan kepercayaan investor Jerman merosot lebih dari perkiraan, setelah adanya data yang menunjukkan Italia bisa kembali ke resesi. (FR)

Rupiah Naik Jelang Pengumuman Pemenang Pilpres oleh KPU

Analisa Trading – Pada perdagangan hari ini pergerakan rupiah terhadap dollar AS terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan (21/7). Menguatnya nilai tukar rupiah Senin pagi ini didukung oleh kenaikan yang dialami oleh bursa saham dalam negeri. IHSG tampak kembali ke kisaran 5100 poin.

Nilai tukar rupiah menguat jelang penetapan pemenang pilpres oleh KPU besok. Para pelaku pasar tampaknya cukup yakin bahwa situasi akan tetap kondusif setelah ditetapkan siapa yang berhak menempati kedudukan sebagai presiden RI ke-7.

Kenaikan rupiah hari ini tampak menentang kondisi dollar yang secara umum masih berada di kisaran tertinggi dalam empat minggu terhadap rival-rivalnya. Para investor masih menantikan data inflasi konsumen di negara tersebut untuk menentukan apakah Fed akan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Hari ini rupiah terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mata uang ini membukukan peningkatan sebesar 43 poin atau 0.37 persen dan diperdagangkan pada posisi 11571 per dollar AS.

Analis  memperkirakan bahwa pergerakan mata uang rupiah terhadap dollar AS pagi ini akan cenderung bertahan di teritori positif. Untuk hari ini mata uang ini berpotensi bergerak pada kisaran 11550 – 11600 per dollar AS. (VN)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.790 ­- 11.815 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak dilevel Rp 11.790 ­- 11.815  per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).  Kurs rupiah di bawah level support Rp 11.715 per USD.

Belum adanya sentimen positif  yang dapat menggerakkan rupiah membuat lajunya masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Laju rupiah masih dijauhi pelaku pasar seiring dengan terapresiasinya USD.

Terlebih  setelah The Fed menyampaikan testimoninya bahwa akan tetap fokus menjaga ekonomi AS sehingga percepatan penarikan stimulus dapat sesegera mungkin dilakukan.  Dari dalam negeri, sepertinya pelaku pasar valas masih menunggu keputusan final akan Pilpres sehingga lebih memilih untuk menjauh dari pasar. (FR)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.694 -11.715 per USD

AnalisaTrading-Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berpotensi melanjutkan penurunannya. Meski demikian, kurs rupiah diharapkan dapat melemah terbatas.  Kurs rupiah diperkirakan bergerak di level Rp  11.694 –  11.715  per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).  Laju rupiah di bawah level support Rp 11.638 per USD.

Rupiah kian dijauhi pelaku pasar dan terus menunjukkan penurunan. Hal ini dikarenakan masih adanya wait and seeterhadap kondisi politik pasca Pilpres yang berujung pada adanya risiko ketidakpastian baru.   Di sisi lain, seperti biasa jelang pidato testimonial The Fed, membuat laju dolar AS bergerak menguat, karena adanya ekspektasi akan perbaikan ekonomi AS.  Sehingga nantinya akan membuat The Fed akan sesegera mungkin mengurangi pembelian obligasinya.

Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup melemah 71,30 poin atau 0,61 persen menjadi Rp 11.736 per USD pada perdagangan non-delivery forward (NDF). Sementara BI mencatat Rupiah berada di nilai tengah Rp 11.709 per USD. (FR)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.782-Rp 11.815 per USD

AnalisaTrading-Pergerakan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan bergerak di level Rp 11.782-Rp 11.815 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI). Kurs rupiah di atas level resisten Rp 11.947 per USD.

Masih adanya sentimen positif diharapkan dapat membantu laju rupiah untuk dapat bertahan di zona positif.  Dengan asumsi tidak dilakukannya aksi jual masif pasca-mengalami kenaikan tersebut.   Rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, meskipun terlihat lebih tinggi dari rilis sebelumnya, dibarengi dengan surplus neraca perdagangan yang lebih baik dari bulan sebelumnya, memberikan sentimen positif tambahan bagi rupiah.

Selain itu, terapresiasinya Yuan seiring rilis indeks manufakturnya yang mengindikasikan mulai adanya pertumbuhan ekonomi China turut menambah sentimen positif  bagi rupiah.  Hal yang sama terjadi pada laju poundsterling dimana mengalami kenaikan dengan ekspektasi indeks manufakturnya akan meningkat. (FR)

Rupiah Bergerak Fluktuatif, Sempat Naik Signifikan

Analisa Trading – Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terpantau mengalami pergerakan yang cukup volatile (2/7). Rupiah Rabu pagi sempat mengalami peningkatan yang signifikan terhadap dollar AS, akan tetapi saat ini rupiah terpantau bergerak melemah dan masuk ke dalam teritori negatif.

Secara umum sentimen terhadap mata uang lokal hari ini masih cukup baik. Kondisi dollar yang sedang berada dalam momentum melemah menjadi faktor yang mendukung penguatan mata uang rupiah pagi hari ini. Sementara itu dari dalam negeri sendiri data neraca perdagangan yang kemarin dilaporkan positif mampu memberikan sentiment yang cukup baik.

Akan tetapi kekhawatiran mengenai kemungkinan meningkatnya inflasi di bulan Juli juga memberikan sentiment negatif terhadap rupiah. Di bulan Juni lalu tingkat inflasi berada di level 0.43 persen (m/m). Inflasi lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi di bulan Mei, akan tetapi jika dibandingkan dengan inflasi bulan Juni 2013 tercatat terjadi perlambatan.

Hari ini rupiah sempat mengalami penurunan tajam ke level 11827 per dollar AS. Akan tetapi saat ini rupiah terpantau kembali melemah sebesar 21 poin dan berada pada posisi 11885 per dollar AS. Di akhir perdagangan kemarin rupiah tutup di posisi 11863 per dollar.

Analis  memperkirakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan mengalami pergerakan yang menguat terbatas. Diperkirakan rupiah akan mengalami pergerakan pada kisaran 11800 – 11900 per dollar AS. (VN)

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp 11.947 – 11.982 per USD

AnalisaTrading-Penguatan pada yen dan won berimbas pada menguatnya beberapa mata uang emerging market. Termasuk mata uang  rupiah.  Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diperkirakan akan bergerak dilevel Rp 11.947 – 11.982 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Laju rupiah di bawah level support Rp 11.975 per USD atau di atas level resisten Rp 12.085 per USD.  Kurs rupiah dapat kembali berpotensi bertahan menguat jika sentimen yang ada dapat mempertahankan posisi rupiah. Yen menguat seiring masih adanya kekhawatiran akan kemungkinan kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.  Sehingga meningkatkan permintaan akan mata uang save heaven.

Selain itu, rilis berita mengenai inflasi dan neraca perdagangan tersebut di atas cukup memberikan sentimen positif dan pelaku pasar memanfaatkan rendahnya Rupiah sebelumnya untuk kembali melakukan transaksinya.   Ancaman TDL yang mulai diberlakukan 1 Juli tampaknya sementara dihiraukan. (FR)