Permudah Akses, Reksa Dana Bakal Bisa Dibeli di Seven Eleven

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus menggodok peraturan yang menerapkan pembelian reksa dana bisa dilakukan di toko-toko ritel seperti Seven Eleven (Sevel). Peraturan ini dibentuk untuk menjaring banyak investor ritel untuk masuk ke pasar modal.

Deputi Pengawas Pasar Modal II OJK Noor Rachman menyebutkan, saat ini peraturan tersebut sudah sampai pada Focus Group Discussion (FGD). Ditargetkan, peraturannya bisa keluar tahun ini.

“Sekarang masih prosees rule making rule dan memohon tanggapan dari para pelaku pasar. Tahapannya sudah sampai FGD, mudah-mudahan tahun ini bisa selesai, masih antre aturannya,” kata dia saat Diskusi OJK Mengenai Perkembangan Pengawasan Pasar Modal, di Hotel Borobudur, Jakarta

saham

Noor menyebutkan, setelah aturan selesai kemungkinan produk-produk reksa dana bakal bisa dibeli di toko-toko ritel seperti Sevel.

“Memungkinkan bisa dijual ke ritel-ritel seperti di Sevel,” katanya.

Di tempat yang sama, pelaku pasar modal Legowo Kusumonegoro menyebutkan, investor di pasar modal jumlahnya masih sangat minim. Dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia hanya 50-60% atau sekitar 143 juta penduduk yang masuk kelas menengah dan dari angka itu hanya 500 ribu atau 0,3% yang sudah masuk pasar modal.

“Populasi kita 240-250 juta jiwa, dahsyat, itu pasar sangat besar, itu 50-60% atau 143 juta dianggap kelas menngah, kalau GDP per kapita sekitar US$ 4.000 per tahun kira-kira income Rp 3,5-4 juta sebulan. Dari 143 juta yang invest di pasar modal cuma 500 ribu atau 0,3% dari jumlah penduduk kelas menengah, ini bagaimana meningkatkan jumlah investor pasar modal?,” jelas Legowo.

Untuk itu, tambah dia, perlu adanya distribusi pasar yang baik agar bisa menyasar masyarakat daerah untuk bisa berinvestasi di pasar modal.