Bursa Tiongkok Terpantau Rebound

tiongkok

Analisatrading – Bursa saham Tiongkok berhasil rebound dari penurunan terbesar dalam sebulan. Indeks Shanghai Composite naik 0,9 % menjadi 3.563,74 pada penutupan perdagangan setelah bergerak berliku-liku di sesi pagi dengan volume 30 % di bawah rata-rata 30-hari untuk hari ini, Selasa. Indeks tersebut jatuh 2,6 % pada hari Senin (28/12) setelah data menunjukkan penurunan keuntungan dalam perusahaan industri dan tumbuhnya kepedulian bahwa sistem baru untuk penawaran umum perdana (IPO) akan melemahkan permintaan untuk saham yang ada. Dongxing Securities Co. memimpin kenaikan untuk perusahaan broker.

Indeks Shanghai telah naik 22 % dari level terendah di bulan Agustus setelah pemerintah China campur tangan untuk membendung kegaduhan ekuitas pasar sebesar $ 5 triliun dan investor berspekulasi bahwa pemerintah akan berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertumbuhan. Para pembuat kebijakan telah mengisyaratkan bahwa mereka akan meningkatkan pengeluaran fiskal dan memperkenalkan langkah-langkah untuk merangsang pasar perumahan karena ekonomi menguat dengan kecepatan yang terlemah dalam dua dekade terakhir.

Saham-saham teknologi telah menyebabkan rebound terhadap spekulasi bahwa China akan berhasil dalam transisi menjadi konsumen ekonomi yang dipimpin dari salah satu ketergantungan pada investasi. Di sisi lain, indeks CSI 300 naik 0,9 %. Indeks Hong Kong Hang Seng China Enterprises sedikit berubah, sementara indeks Hang Seng naik 0,3 %.(FR)

Saham-saham Energi Rebound, Wall Street Positif

New York -Pasar saham Wall Street hanya naik tipis didorong oleh menguatnya saham-saham energi. Investor masih khawatir akan kemungkinan Yunani keluar dari Uni Eropa.

Pasalnya, partai sayap kiri Yunani berhasil memenangkan pemilu yang diprediksi bisa menimbulkan krisis baru di Uni Eropa. Partai pemenang itu sejak awal sudah menolak program penyelamatan.

Negeri Paman Sam tidak akan terimbas terlalu besar dari rencana Yunani tersebut, tapi beberapa perusahaan multinasional yang selama ini berdagang ke Eropa kemungkinan kena imbas.

“Banyak ketidakpastian di pasar soal pemilu di Yunani. Tapi kabar dari OPEC memberikan berita baik,” kata Robert Francello, kepala perdagangan saham dari Apex Capital di San Francisco, seperti dikutip Reuters, Selasa (27/1/2015).

Saham-saham energi memimpin penguatan setelah Sekjen OPEC Abdulla al-Badri, mengatakan bahwa harga minyak sebentar lagi menyentuh titik terendah setelah itu segera rebound.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 6,1 poin (0,03%) ke level 17.678,7, Indeks S&P 500 bertambah 5,27 poin (0,26%) ke level 2.057,09 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 13,88 poin (0,29%) ke level 4.771,76.

Wall Street Rebound Respon Pertemuan The Fed

Saham-saham di Amerika Serikat (AS) berakhir berhasil rebound, setelah merespon pertemuan the Fed yang telah membahas pengetatan kebijakan moneter.

Notulen rapat tersebut menunjukkan beberapa pendekatan untuk menaikkan suku bunga dalam jangka pendek, tetapi rapat tersebut hanya perencanaan dan bukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

“Investor berpikir akan melihat rebound dalam pertumbuhan tetapi tidak ke titik di mana ekonomi terlihat terlalu kuat,”kata kepala strategi pasar Banyan Partners LLC  Robert Pavlik seperti dilansir Reuters, Kamis, (22/5/2014).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1 persen, ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak pertengahan April. Goldman Sachs adalah mencatat kenaikan terbesar yakni 1,9 persen pada ke USD59,35.

Selain itu, indeks S&P 500 naik untuk sesi ketiga, namun kenaikannya masih terbatas, dan belum mengalahkan rekor intraday pada 13 Mei.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 158,75 poin atau 0,97 persen ke 16.533.06, indeks S&P 500 SPX naik 15,2 poin atau 0,81 persen ke 1.888.03 dan Nasdaq Composite IXIC naik 34,65 poin atau 0,85 persen ke 4.131.54