Sepakati Renegosiasi Kontrak Dengan Pemerintah, Saham INCO Dalam Pusaran Bearish

PT Vale Indonesia Tbk

AnalisaTrading-Akhirnya proses renegosiasi kontrak emiten pertambangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah selesai. Pihak Vale dan pemerintah Indonesia telah menyepakati keenam poin renegosiasi. Keenam poin renegosiasi tersebut yakni pembangunan smelter, luas lahan tambang, perubahan perpanjangan kontrak (KK) menjadi izin usaha pertambangan (IUP), kenaikan royalti untuk penerimaan negara, divestasi, serta penggunaan barang dan jasa pertambangan dalam negeri.

Proses renegosiasi emiten berkode INCO itu lebih cepat dibanding PT Freeport Indonesia dikarenakan renegosiasi Vale cukup dibahas sampai tim renegosiasi di Kementerian ESDM, sementara untuk renegosiasi Freeport harus dibawa ke sidang kabinet dan dibahas bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain itu karena Vale telah memiliki smelter sehingga Vale sudah tidak lagi mengekspor konsentrat nikel. Tetapi mengekspor hasil olahan yang diproses di tempat mereka sendiri. Sebagai informasi, luas wilayah kerja Vale adalah sekitar 190.512 hektar, terletak di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini, Kamis (5/6/14), saham INCO dibuka di level 3900.  Dan setelah itu pergerakannya dikisaran 3,820 – 3,900. Dengan volume perdagangan saham INCO mencapai 3.4 juta lot saham dan terus bertambah.

Dilihat sisi indikator teknikal, harga saham INCO sejak awal bulan ini terlihat terus mengalami penguatan sejak pertengahan bulan Maret lalu namun saat ini telah terlihat bergerak terkoreksi, dimana indikator MA sudah bergerak flat mendekati dengan bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic bergerak flat diarea jenuh beli.

Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju INCO masih akan tertahan hingga menunggu sentimen fundamental yang menggerakan INCO. Saat ini level support berada pada Rp 3144  hingga resistance Rp 4651. (VN)