Hentikan Aksi Buy Back Saham, Pergerakan TBIG Terpantau Konsolidasi

AnalisaTrading-PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), memutuskan untuk menghentikan aksi korporasi yakni membeli kembali sahamnya di pasar karena harga saham sudah mencerminkan fundamental yang ideal. Perseroan telah melakukan buy back 78.705.310 lembar saham

Sebelumnya perseroan menara tersebut memiliki program buy back saham di pasar yang telah disetujui melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tahun lalu sebesar 5 persen dari jumlah modal yang ditempatkan atau setara 239.800.000 lembar saham.

Untuk aksi korporasi tersebut, anggaran disiapkan sekitar 1,44 triliun rupiah dari kas internal selama 18 bulan. Perseroan pada tahun ini memiliki program memperkuat fundamental dengan mengurangi utang (net debt) menjadi 8,2 triliun rupiah. Penyedia menara ini memiliki utang jatuh tempo tahun ini sekitar 1,8 triliun rupiah tersebut terdiri atas pinjaman dan obligasi.

Tower Bersama merupakan perusahaan menara telekomunikasi independen yang mengelola 10.134 unit menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai daerah hingga akhir 2013. Sedangkan jumlah penyewa mencapai 16.577 menara telekomunikasi perseroan. Angka tersebut mencerminkan rasio penyewaan sekitar 1,73 kali.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham awal pekan ini, Kamis (8/5/14), saham TBIG dibuka dilevel 6300 dan bergerak dikisaran 6250-6325. Volume awal perdagangan saham TBIG mencapai 713 ribu lot saham.

Melihat indikator teknikal, harga saham TBIG saat ini telah masuk dalam area jenuh beli dan akan terkoreksi. Terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona junuh beli mengindikasikan harga akan segera turun ke zona tengah.

Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak melemah di level 11, hal ini menunjukan penguatan TBIG akan segera berkurang. Diprediksi kenaikkan TBIG akan terkoreksi. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga masih akan bergerak konsolidasi di level support Rp 6150 hingga resistance Rp 6571. (VN)