Harga dan Aktivitas Transaksi Meningkat, BEI Cermati Saham Sekar Laut

AnalisaTrading-Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai adanya peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (Unusual Market Activity).  BEI meminta konfirmasi kepada SKLT pada tanggal 2 Juni 2014.  Saat ini, BEI masih menantikan jawaban dari perseroan.  Demikian mengutip keterbukaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/6).

Meski demikian, manajemen bursa  sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham SKLT. Terkait dengan kegiatan Unusual Market Activity yang dilakukan SKLT, BEI memberikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para investor.

Sejalan dengan itu, BEI mengharapkan investor untuk memperhatikan jawaban dari SKLT atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja SKLT dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action SKLT apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. (FR)

Untuk diketahui,  pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Sementara itu, BEI telah mempublikasikan informasi terakhir mengenai dividen tunai perseroan pada tanggal 10 juni 2014.  Hingga perdagangan sesi siang hari ini, saham SKLT bergerak negatif di level minus 325.

Pemegang Saham Sepakat, Sekar Laut Bagikan Dividen Rp 2,76 Miliar

AnalisaTrading-Emiten  produsen  makanan,  PT Sekar Laut Tbk (SKLT)  membagikan dividen Rp 2,76 miliar atau sebesar Rp 4 per lembar saham dari laba bersih tahun 2013 yang mencapai Rp 11,4 miliar atau naik dari tahun 2012 sebesar Rp 8 miliar.  Peningkatan laba perusahaan yang ditunjang oleh pertumbuhan penjualan menjadi pertimbangan kami untuk membagikan dividen. Demikian disampaikan Direktur PT Sekar Laut Tbk, John Gozal saat  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (21/5).

Untuk diketahui,  perseroan mencatat penjualan selama 2013 mencapai Rp 567 miliar atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp 402 miliar. Peningkatan penjualan ini dipicu oleh kegiatan investasi selama 2013 yang menghabiskan dana hingga Rp 39 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya 14 ribu ton menjadi 20 ribu ton per tahun.   Secara keseluruhan penjualan meningkat hingga 47%, atau melebihi target kami sebelumnya pada angka 20%.

Tercatat, dari total penjualan sebanyak Rp 567 miliar, menurut John, penjualan krupuk masih memberi kontribusi paling besar hingga 70%, sedangkan saos 20% dan roti 10%.  Tahun ini kita targetkan penjualan kami tumbuh hingga 25%.

Menurut  John, perseroan cukup optimistis dengan target pertumbuhan tersebut mengingat respon pasar terhadap produknya cenderung meningkat baik di pasar ekspor maupun di pasar domestik, terutama untuk produk krupuk yang mulai diminati di beberapa negara Eropa, Amerika Serikat dan negara di Asia.   Hingga kuartal I 2014 perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 169 miliar atau naik 19% dibanding periode sama tahun 2013. Sedangkan laba tercatat sebesar Rp 3,7 miliar naik dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,9 miliar.

Di sisi lain,  perseroan akan melanjutkan peningkatan kapasitas produksi dengan menyelesaikan investasi pabrik baru di Mojokerto yang khusus akan memproduksi produk sambal (saos). Untuk pabrik baru ini, perseroan sudah menyiapkan dana Rp 30 miliar dari kebutuhan total dana Rp 50 miliar.   Saat ini, pabrik baru itu dalam tahap persiapan dan direncanakan akan selesai dalam 2 tahun kedepan.  Tambahan kapasitas baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi  hingga 25 ribu ton dari sekarang 20 ribu ton per tahun.(FR)