Serap Habis Dana Hasil PUT 2, Saham PBRX Berpotensi Rebound

AnalisaTrading-Berdasarkan rilis data realisasi hasil penawaran umum dengan hak memesan efek terlebih dahulu PT Pan Brothers Tbk, (PBRX) menawarkan sebanyak-banyaknya 445.440.000 saham baru atas nama namun hanya 320.525.000 saham dengan nilai Rp1.350 saja yang diambil. Dengan demikian terjadi perubahan dari rencana penerimaan hasil PUT 2 dari Rp601.344.000.000 menjadi Rp432.708.750.000 sebelum dipotong biaya penerbitan efek. Setelah dipotong dengan biaya-biaya, dana bersih yang didapatkan oleh PBRX adalah Rp431.723.560.000. Dana untuk modal kerja mengambil porsi sisa dari penggunaan dana. Sete

Hingga tanggal 30 Juni 2014, dana yang digunakan oleh PBRX adalah sebagai berikut. Rp80.350.000.000 digunakan untuk investasi dalam rangka peningkatan kapasitas produksi; Rp200.000.000.000 digunakan untuk peningkatan penyertaan di anak perusahaan yang bernama PT Pancaprima Ekabrothersl; Rp30.782.160.000 digunakan untuk pengambilalihan 51% saham PT Holit Internasional dan penambahan penyertaan di PT Holit Internasional untuk mempertahankan tetap menjadi 51%.

Selain itu sebesar Rp18.000.000.000 digunakan untuk membeli tanah dan bangunan milik Liliana Gani di Sragen; sebesar Rp57.591.400.000 digunakan untuk penambahan modal kerja; dan Rp45.000.000.000 digunakan untuk pengembangan dan penyertaan di perusahaan lain. Dengan demikian, tidak ada dana yang tersisa karena 100 persen dana sudah terserap.

Secara fundamental, PRBX membukukan laba bersih sebesar US$7,61 juta atau US$0,0012 per saham pada Kuartal I 2014. Laba bersih PBRX Kuartal I 2014 menunjukan kinerja Perseroan melonjak 816,87% bila dibandingkan dengan laba bersih pada Kuartal I tahun 2013 sebesar US$0,83 juta miliar atau US$0,0003 per saham.

Hal ini disebabkan oleh Keuntungan Kurs pada kuartal I 2014 sebesar USD6,42 juta, Sedangkan pada Kuartal I 2013 mengalami Kerugian Kurs USD0,06 juta. Beban Pokok perseroan mengalami penurunan dari USD56,99 juta pada kuartal I 2013 menjadi USD56,11 juta pada kuartal I 2014.

Beban Usaha dan Lainnya perseroan mengalami kenaikan dari USD5,11 juta menjadi USD6,09 juta dan Beban Bunga perseroan mengalami penurunan dari USD1,01 juta menjadi USD0,98 juta. Pendapatan Pokok perseroan mengalami kenaikan dari USD63,96 juta pada Kuartal I tahun 2013 menjadi USD63,99 juta pada Kuartal I tahun 2014.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini, Kamis (17/7/14), saham PBRX dibuka di level 425 dan setelah itu pergerakannya dikisaran 425 – 427. Dengan volume perdagangan saham PBRX mencapai 1,75 juta lot saham dan terus bertambah.

Dilihat dari sisi indikator teknikal, harga saham PBRX sejak awal bulan Juni terlihat terus mengalami pelemahan dan saat ini telah terlihat bergerak konsolidasi, terpantau indikator MA sudah bergerak naik menuju bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak menguat yang menunjukan pergerakan PBRX dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PBRX masih akan tertahan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PBRX. Saat ini level support berada pada Rp 397 hingga resistance Rp 453. (VN)