Penguatan IHSG Berlanjut Didorong Aksi Bargain Hunting

AnalisaTrading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat. Hari ini (3/6) indeks tercatat naik 0,17% menjadi 4.920,38. Indeks menguat setelah perdagangan kemarin mengalami rebound.

Dari 495 saham yang diperdagangkan, sebanyak 17 saham menguat, 19 saham melemah, dan sisanya stagnan.

Terpantau ada tujuh sektor yang bergerak positif. Dan sebanyak tiga sektor dengan kenaikan terbesar yakni sektor perdagangan yang naik 0,76%, sektor industri lain-lain naik 0,31%, sektor barang konsumen naik 0,3%.

Sementara itu pagi ini rupiah diperdagangakan dengan bergerak melemah. Penguatan dollar AS mendesak posisi rupiah di tengah minusnya performa perdagangan domestik Indonesia.  Pagi ini rupiah melorot menembus level 11.800.

Saham-saham yang berada di posisi top gainers adalah PT Link Net Tbk (LINK) naik 25% menjadi Rp 3.000, PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) naik 11,01% menjadi Rp 1.260, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik 7,57% menjadi Rp 398.

Sedangkan di posisi top losers beberapa saham yakni PT Mitra Investindo Tbk (MITI) turun 11,5% menjadi Rp 177, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) turun 7,41% menjadi Rp 50, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) turun 3,76% menjadi Rp 1.025.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melaju seiring dengan aksi bargain hunting menyusul pelemahan IHSG beberapa waktu lalu.

Selain itu, pergerakan indeks hari ini bakal dipengaruhi oleh rilis data-data ekonomi lokal. IHSG hari ini diprediksi akan bergerak dikisaran 4.890-4990. Saham-saham yang dapat menjadi pilihan pada hari ini antara lain CPIN, LINK, dan MPPA. (VN)

Perdagangan Perdana, Saham Link Net Menguat Signifikan

AnalisaTrading-Pada perdagangan perdananya,  saham PT Link Net Tbk (LINK) dibuka naik di level Rp 2.000 per saham dari harga penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 1.600 per saham.  Saham anak usaha PT First Media Tbk (KLBV) ini sempat menyentuh level terendahnya di angka Rp 1.900 per saham dan tertingginya di angka Rp 2.100 per saham. Pada transaksi perdagangan terakhir, saham LINK ini sempat ke level Rp 2.400.

Tercatat saham ini ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 18 kali dengan volume 71 lot dan nilainya Rp 74 juta.  Perseroan melepas 304.265 juta saham atau 10% saham yang dimiliki First Media. Jadi total dana yang akan diraih dari hasil IPO sekitar Rp 487 miliar. Saat ini First Media memiliki sebanyak 66,06% saham Link Net.

Sementara itu, Direktur LINK Dicky Setiadi Moechtar mengatakan, perusahaan siap melaksanakan komitmen layanan jasa internet dan jasa perbayar di Indonesia.  Perseroan  selalu mengedepankan  para investor yang sudah mempercayai kepada perusahaan.

Di tempat yang sama, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, Link Net menjadi perusahaan ke-12 di tahun ini yang mencatatkan sahamnya di BEI.  Secara total menjadi emiten 495. Perusahaan Link Net menjadi perusahaan publik, yang diingatkan harus memenuhi peraturan dan komponen industri keuangan, pasar modal dan juga bursa. Diharapkan menjadi incaran para investor dunia.

Sesuai rencana, sebagian dana hasil IPO nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal induk usaha tahun ini yang dianggarkan sebesar USD  80-100 juta. (FR)