Pemegang Saham Sepakat, Indocement Bagikan Dividen Rp 900 / Saham

AnalisaForex-Emiten produsen semen, PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP), membagi dividen kepada pemegang saham sebesar 66,1%.  Direktur Utama PT Indocement, Cristian kartawijaya mengatakan,  pembagian dividen berasal dari laba bersih perseroan tahun 2013 sebesar Rp 3,31 triliun pada 2013. Melalui rapat umum pemegang saham (RUPS), dividen putuskan Rp 900 per saham 66,1%. Meningkat 35% jadi dividen besar pertama kali.

Menurut Cristian, dana cadangan mencapai Rp 25 miliar dan laba ditahan mencapai Rp 1,672 triliun. Total laba netto Rp 5 triliun. Laba ditahan sebagai penambahan modal perseroan.  Dividen ke pemegang saham sebesar Rp 3,3 triliun.

Perseroan  mencatatkan laba komprehensif tahun berjalan 2012 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 32,34% menjadi Rp 4,76 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 3,59 triliun.  Pendapatan neto INTP naik 24,49% menjadi Rp 17,29 triliun pada 2012, yoy dari Rp 13,88 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 9,02 triliun, yoy  dari Rp 7,45 triliun. Laba bruto naik menjadi Rp 8,26 triliun, yoy  dari Rp 6,43 triliun.

Sedangkan  laba usaha perseroan naik menjadi Rp 5,87 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 4,41 triliun.  Sehingga, laba per saham dasar naik menjadi Rp 1.293,15, yoy  dari Rp 977,10.  Total liabilitas INTP naik dari Rp 2,41 triliun pada 31 Desember 2011 menjadi Rp 3,33 triliun pada 31 Desember 2012. Ekuitas naik menjadi Rp 19,41 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 15,73 triliun. Kas dan setara kas naik menjadi Rp 10,47 triliun pada 2012, yoy  dari Rp 6,86 triliun.

Disampaikan juga,  perseroan  menganggarkan belanja modal atau Capex sebesar Rp 4-Rp 5 triliun pada tahun 2014 ini.  Capex tersebut berasal dari dana internal sendiri. Sebab menurutnya pada dana persero ada sekitar Rp 12,5 triliun. Setidaknya jumlah tersebut cukup memadai untuk membelanjakan modal. Sehingga sisanya masih banyak.

Sesuai rencana, Capex akan digunakan untuk membangun beberapa pabrik di Jawa Timur dan Jawa Barat. Pabrik di Jawa Timur targgetnya berkapasitas produksi 1,9 juta ton per tahun dan di Jawa Barat sekitar 4,4 juta ton per tahun. (FR)