Bagikan Dividen, Holcim Indonesia Siapkan Dana Rp 260,5 Miliar

AnalisaTrading-Emiten produsen semen, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) akan memberikan dividen semester I tahun 2014 sebesar Rp 34 pada 3 Oktober 2014.  Demikian mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/8).

Sebagai informasi, perseroan menyiapkan dana Rp 260,5 miliar untuk 7,66 miliar saham perseroan. Hal tersebut merupakan keputusan Dewan Komisaris pada 26 Agustus 2014.   Untuk dividen interim semester I tersebut tercatat di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 16 September. Sedangkan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen perseroan pada 19 September 2014. (FR)

Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Mengundurkan Diri

AnalisaTrading-Presiden Direktur PT Holcim Indonesia Tbk Eamin John Ginley mengundurkan diri dari jabatan per 13 AGustus 2014.

Dikutip dari keterbukaan informasi, alasan pengunduran tersebut karena pihak yang bersangkutan ingin menempuh tantangan lain di luar perseroan yang akan berlaku efektif pada 1 Oktober 20114.

Perseroan akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk memutuskan penggantian presiden direktur yang akan diadakan pada waktunya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Undang-Undang Pasar Modal. (FR)

Holcim Cari Pinjaman Lebih Dari 1 Triliun, Sahamnya Masih Tergerus

AnalisaTrading-PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) saat ini sedang mencari pinjaman sindikasi bank senilai US$ 175 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Pinjaman tersebut nantinya akan dipakai untuk melunasi (refinancing) utang dan modal kerja.

Holcim sendiri sudah memiliki utang jatuh tempo sebesar Rp 1,15 triliun pada November 2014 lalu. Utang tersebut merupakan bagian dari fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Holcim Ltd, induk usaha perseroan, senilai total US$ 195,7 juta. Direktur Keuangan Holcim Indonesia, Kent Carson mengatakan, saat ini pihaknya masih menjajaki pinjaman baru untuk melunasi utang tersebut.

Kent menegaskan bahwa selain untuk membayar utang, perseroan juga akan menggunakan pinjaman tersebut untuk membiayai sebagian investasi pabrik baru di Tuban, Jawa Timur. Tahap pertama, pabrik semen berkapasitas 1,7 juta ton tersebut mulai beroperasi tahun ini.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2014, total kewajiban perseroan sudah mencapai Rp 6,53 triliun. Total ekuitasnya senilai Rp 9,07 triliun. Dengan begitu, rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) perseroan sebesar 0,71 kali atau masih aman.

Berdasarkan aksi korporasi tersebut, analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa kinerja Holcim saat ini masih relatif aman dan memuaskan. Berdasarkan beberapa analisa fundamental seperti analisa atas ROE dan ROA di kuartal pertama ini terlihat masing-masing sebesar 10.86% dan 6.39% menunjukkan tingkat return yang positif bagi para pemegang sahamnya.

Pada perdagangan saham hari ini (26/5), terlihat bahwa saham SMCB berhasil menguat 5 poin pada pagi tadi ke level 2.685 poin dan menjelang penutupan sesi I, saham Holcim kian melemah. Jumlah transaksi atas saham Holcim hingga kini tidak terlalu ramai hanya sekitar 1.320 lot saham.

Secara teknikal, terlihat indikator MA 5 sudah memotong dan saat ini berada di bawah BB tengah. Indikator ADX menunjukkan garis -DI berada diatas +DI. RSI masih terjerumus di level 31%. Level support berada pada 2.651 dan level resistence pada 2.853 poin. (VN)