Bangun Pabrik di 3 Provinsi Untuk Genjot Produksi, AALI Dalam Tekanan Koreksi Teknikal

AnalisaTrading-Pada semester II tahun ini PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) berencana untuk menambah 3 pabrik baru. Ketiganya ada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat. Di mana, kapasitas masing-masing pabrik ialah 45 ton per jam. Rencana tersebut akan terealisasi dengan kucuran dana yang berasal dari capex, yang telah dianggarkan tahun ini sebesar Rp 3,5 triliun, naik dari tahun lalu Rp 2,8 triliun. Dana tersebut berasal dari kas dan pinjaman perbankan. Saat ini sudah memiliki total 26 pabrik kelapa sawit ini dengan kapasitas 1.280 ton per jam.

Sampai dengan bulan Mei tahun ini, AALI telah memiliki total lahan yang tertanam seluas 282,59 ribu hektare serta penanaman area baru seluas 1.219 hektare. Saat ini keberadaan lahan yang dimiliki AALI tersebar diberbagai tempat di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk kapasitas produksi, secara rinci dijelaskan produksi tandan buah segar (TBS) hingga lima bulan pertama mengalami kenaikan 12 persen menjadi 2,27 juta ton. Lalu kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) naik 19,4 persen menjadi 707 ribu ton. Adapun penyerapan CPO mayoritas hingga 97 persen ke pasar lokal dan sisanya 3 persen ke Tiongkok dan India.

Terkait kinerja, per kuartal I, AALI tercatat mengalami pendapatan 36,8 persen dari Rp 2,73 triliun menjadi Rp 3,72 triliun. Dengan laba yang melonjak hingga 120,2 persen, dari Rp 356,4 miliar menjadi Rp 784,6 miliar. Adapun harga CPO pada periode Januari hingga April rata-rata naik 36,7 persen, dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.900 per kilogram.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari ini, Senin (7/7/14), saham AALI dibuka di level 27,550. Dan setelah itu pergerakannya dikisaran 27,550 – 28,000. Dengan volume perdagangan saham AALI mencapai 379,000 lot saham dan terus bertambah.

Dilihat dari sisi indikator teknikal, harga saham AALI sejak awal bulan Juni terlihat terus mengalami penguatan dan saat ini telah terlihat bergerak terkoreksi dan terkonsolidasi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun menuju bolinger band tengah. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.

Sementara indikator ADX terpantau bergerak flat didukung oleh +DI yang juga bergerak melemah yang menunjukan pergerakan AALI dalam koreksi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AALI masih akan terkoreksi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AALI. Saat ini level support berada pada Rp 26300 hingga resistance Rp 29300. (VN)