Belajar Memahami Money Management

Money management adalah salah satu faktor penting dalam trading forex yang berkaitan dengan pengendalian resiko. Trading adalah bisnis dan dalam bisnis tentu ada resikonya. Berapapun besar modal kita, tentunya kita ingin membatasi besarnya resiko yang mungkin terjadi. Belajar memahami pengendalian resiko dengan benar adalah kunci sukses untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Banyak trader pemula yang accountnya ‘babak belur’ karena tidak menerapkan money management dengan disiplin, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali tentang money management. Dalam tulisan ini akan dibahas 5 hal pokok dalam money management yang harus dipahami dan diterapkan dengan benar dan disiplin dalam trading forex.

– Besarnya resiko per trade
Besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan pip, dan biasanya ditentukan dalam persentasi dari modal atau balance dalam account trading kita. Anggap saja kita belum ada posisi trading dan balance dalam account kita masih utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang kita tentukan dalam membuka sebuah posisi trading. Tidak ada ketentuan baku untuk hal ini dan bisa saja antara trader yang satu berbeda dengan trader yang lain, tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Yang jelas gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, dan hindari trading forex dengan menggunakan dana untuk hidup sehari-hari. Asumsikan bahwa alokasi dana Anda untuk trading forex adalah dana yang siap hilang sehingga Anda tidak emosional ketika trading.
Sebagai gambaran, para trader profesional yang pendapatannya hanya dari trading (saham, forex, option dsb.) jarang yang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. Disisi lain, banyak trader yang telah berpengalaman merekomendasikan besarnya resiko antara 3% sampai 5% dari modal. Tetapi berapapun besarnya resiko yang Anda tentukan, Anda harus merasa nyaman dengan pilihan tersebut sehingga Anda bisa trading dengan tenang dan tanpa emosi.
Nah, kenapa besar resiko diukur dengan nilai uang bukan dengan pip ? Hal ini berkaitan dengan besarnya ukuran lot atau volume per trade yang bakal kita gunakan sesuai dengan perhitungan resiko, atau lazim disebut position sizing yang akan dijelaskan berikut ini.

– Besarnya ukuran lot per trade (position sizing)
Besar ukuran lot juga disebut dengan volume (pada platform Metatrader), atau ada yang menamakan quantity. Karena platform Metatrader sudah sangat populer, para trader forex pada umumnya lebih familiar dengan sebutan volume trading. Cara menentukan volume trading berdasarkan resiko lazim disebut dengan position sizing. Dengan position sizing, besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang kita tentukan. Volume trading bisa kita atur sesuai dengan besar stop loss yang paling pas buat kita. Sebagai contoh, misalnya kita trading dengan standard lot pada pasangan mata uang EUR/USD, sehingga nilai per pip-nya adalah USD 10. Jika kita punya balance sebesar USD 25,000, dan resiko yang kita tetapkan untuk membuka sebuah posisi adalah 4%, maka besar resiko kita adalah USD 25,000 X 4% = USD 1,000. Katakan dari hasil analisa kita stop loss yang paling pas adalah 50 pip, maka volume trading kita dalam standard lot adalah: USD 1,000 / (50 X USD 10) = 2 lot.
(Catatan: pialang forex di Indonesia ada yang menyebut standard lot dengan regular lot, dan account yang hanya untuk trading dengan standard lot disebut regular account)

Nah, jika ada 2 trader dengan modal yang berbeda tetapi menerapkan persentasi resiko yang sama dan stop loss (resiko dalam pip) yang sama pula, tentu ukuran lot keduanya berbeda. Trader yang modalnya lebih besar volume tradingnya akan lebih besar walaupun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. Itulah sebabnya mengapa besarnya resiko per trade biasanya diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss.

– Besarnya risk/reward ratio
Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang kita tetapkan. Jika pada pembahasan sebelumnya kita telah menentukan resiko dan ukuran lot, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan besarnya target profit yang kita inginkan dibandingkan dengan resiko yang telah kita tetapkan sebelumnya. Sama halnya dengan resiko, untuk menetapkan target profit tidak ada ketentuan bakunya, hanya saja kita harus obyektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. Trader yang berpengalaman menganjurkan agar risk/reward ratio sebaiknya minimal 1 : 2, artinya jika stop loss kita 50 pip maka sebaiknya target profit kita minimal 100 pip, bahkan kalau bisa 1 : 3 atau lebih akan semakin baik. Tujuannya adalah: jika kita bisa menerapkan risk/reward ratio dengan konsisten, dalam jangka panjang akan diperoleh return (keuntungan) yang memadai walaupun persentasi profit kita secara keseluruhan masih lebih kecil dibanding loss-nya. Misalnya seorang trader mengalami 70% dari total posisinya loss, tapi masih menghasilkan return 15% dari total posisi tradingnya, karena menerapkan risk/reward ratio minimal 1 : 2 pada setiap membuka posisi.
Yang penting untuk dipahami dalam hal ini adalah menentukan besarnya resiko terlebih dahulu sebelum menghitung profit yang mungkin kita peroleh.

– Money management harus bisa mengendalikan emosi kita
Disamping money management, faktor penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi dan jika tidak dipahami dengan benar akan membawa efek negatif dalam trading. Money management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali. Misalnya jika kita kurang memahami money management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka akan sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya semakin baik kita bisa menerapkan money management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan berhasil menerapkan money management bila kita bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

– Money management akan berjalan baik hanya jika kita menguasai strategi trading
Jika kita tidak sepenuhnya menguasai strategi trading yang kita gunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun pemahaman kita pada money management hasilnya tidak akan maksimal.
Strategi trading dan money management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan. Money management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan sehingga menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.
Sumber : Nial Fuller – www.learntotradethemarket.com

Trading Double Zero

Trading kali ini akan saya awali dengan sebuah contoh. Yang mana saya umpamakan anda membeli sikat gigi disuatu mini-market dimana sikat gigi tersebut seharga Rp 1450,-. Disaat anda ingin membayar, anda tidak memiliki uang pas dengan harga sikat gigi tersebut, maka anda memberikan uang kekasir sebesar Rp 1500,-. Dengan begitu Kasir pada mini-market tersebut tentunya akan memberikan kembalian uang anda sebesar Rp 50. Pada kondisi ini biasanya anda akan bilang “Sudah ambil saja kembaliannya”.
images10
Dengan contoh tersebut diatas, pada dasarnya manusia pada umumnya cenderung hanya memikirkan suatu nomor atau jumlah yang dibulatkan, dan ini juga terjadi pada dunia trading. Dengan memahami psikologi trading seperti ini, kita dapat memanfaatkannya untuk membuat sebuah strategy trading yang profitable dalam intraday trading.

Strategi Trading Double Zero
Double zero ialah kondisi dimana market price terdapat dua angka terakhirnya adalah nol. Ambil contoh, USD/JPY berada dikisaran harga 107.00 atau pada pair EUR/USD 1.2800. Pada kondisi ini, terdapat kecenderungan kuat bahwa chart suatu pair akan “tertarik” untuk mendekati/menyentuh angka double zero seperti layaknya medan magnet. Reaksi harga seperti ini bisa kita gunakan sebagai peluang profit sekitar 50 pips dengan resiko hanya 12 sampai 20 pips. Apalagi ketika titik support dan resistance berada pada kondisi double zero ini. Alasan kenapa hal ini bisa terjadi, adalah, kebanyakan para trader menempatkan take profit dan stop limit nya pada angka yang bulat. Bank-bank besar dunia yang mempunyai akses ke dalam data order trading akhirnya juga turut mengeksploitasi hal ini, dan menggunakannya sebagai titik keluar posisi (exit point). Strategi trading ini sekaligus menempatkan kita pada posisi yang sama dengan para “penguasa market”.

Double Zero

Caranya
Dibawah ini saya akan memberikan sedikit caranya dengan bantuan  Indikator Teknikal menggunakan Moving Average dalam strategi ini.

Posisi Buy
– Cari Pair yang berada dibawah angka double zero. – Lakukan order posisi buy setelah harga bergerak mendekati angka double zero yang berada diatas harga sekarang. – Lakukan stop loss tidak lebih dari 20 pips. – Lakukan take profit setelah harga menyentuh angka double zero.

Posisi Sell – Cari pair yang berada diatas angka double zero. – lakukan order open posisi sell setelah harga bergerak mendekati angka double zero yang berada dibawah harga sekarang. – Tempatkan stop loss tidak lebih dari 20 pips. – Lakukan take profit setelah harga menyentuh angka double zero.

Saran
Strategi ini akan berjalan dengan baik apabila tidak terdapat sebuah berita besar yang keluar pada saat itu dan kebetulan ada level support/resistance. Dianjurkan pula untuk menggunakannya pada pair currency yang mempunyai range trading harian kecil. Semoga tips trading ini bermanfaat bagi kita semua.

sumber: seputarforex.com

Psikologi dan Tips Trading

Dasar Psikologi Trading

Untuk memahami apa psikologi perdagangan adalah semua tentang adalah untuk membantu Anda lebih memahami faktor yang berbeda, dan tampaknya tak terlihat, yang memisahkan yang baik dan yang buruk pedagang. Hal ini karena meskipun kita untuk menganggap bahwa mereka memiliki strategi perdagangan saham yang sama, jumlah informasi yang sama, pengalaman yang sama di pasar, mereka akan selalu memiliki hasil perdagangan yang berbeda.

Money Manajemen

Untuk tujuan penjelasan kami berkaitan dengan aspek psikologis perdagangan pasar, mari kita asumsikan bahwa kita memiliki dua orang yang sangat identik orang yang menjadi perdagangan. Tidak masalah jika Anda menganggap mereka sebagai kembar atau tidak, yang penting adalah bahwa mereka memiliki latar belakang perdagangan yang sama, pelatihan yang sama, perangkat sama dan informasi mengenai pasar dan bahkan tren mereka tertarik Bahwa mereka berdua memiliki segalanya yang sama ketika mereka harus melakukan trading.

Dan sekarang demi penjelasan kami, kami akan melompat ke depan untuk beberapa bulan ke depan setelah dua pedagang sudah mulai melakukan trading mereka. Juga karena kita telah menyatakan bahwa dua telah praktis yang sama pada segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk melanjutkan perdagangan mereka, termasuk bagaimana mereka belajar trading, yang kita dapat berharap bahwa mereka akan memiliki prestasi yang sama dengan perdagangan mereka. Tetapi hal ini tidak pernah akan sama.

Jika kita akan memeriksa mereka, salah satu dari orang-orang ini mungkin akan membuat keluar kisah sukses perdagangan di pasar. Di sisi lain, orang lain bisa masih mendapatkan uang dari tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti yang lain. Dan bahkan bisa menjadi mungkin bahwa ia telah kehilangan segalanya. Dapatkah ini benar-benar terjadi?

Kita dapat menentukan akar penyebab semua ini untuk psikologi trading. Ini adalah untuk mengatakan bahwa individualitas para pedagang hanya datang ke dalam bermain yang sangat mempengaruhi bagaimana mereka diperdagangkan dan membuat keputusan sehubungan dengan perubahan pasar. Masing-masing dari mereka berpikir secara berbeda yang mengarah ke keputusan sendiri dan tindakan dengan perdagangan mereka.

Sebagai contoh untuk hal ini psikologi trading, mari kita katakan bahwa kedua pedagang berada di satu titik pada tingkat yang sama di pasar karena mereka baru saja dimulai. Ketika trend mulai bergerak, masing-masing dari mereka membuat keputusan yang berbeda. Salah satu pedagang memutuskan untuk wilayah itu dan tinggal dengan tren itu, pada akhirnya ia dihargai dengan kembali besar. Pedagang lainnya, di sisi lain, memutuskan untuk menyelamatkan dan berpikir pada saat itu bahwa dia tidak akan risiko kehilangan dalam perdagangan itu. Bagaimana tepatnya mereka datang dengan kesimpulan tersebut adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dipahami.

Ini juga di mana yang baik dan yang buruk definisi pedagang masuk Trader yang baik akan tetap dengan strateginya dicoba dan diuji atau sistem perdagangan, dan dengan demikian akan sering mendapatkan sebagian besar dari perdagangan nya. Pedagang yang buruk tidak sebaliknya. Seringkali ia membiarkan emosinya memutuskan kapan ia malah seharusnya hanya terjebak dengan sistem perdagangan nya.

Oleh karena itu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa bagi Anda untuk sukses di pasar apapun, Anda harus memeriksa emosi dan kemampuan pengambilan keputusan. Tidaklah cukup bahwa Anda belajar untuk perdagangan bahkan dari para pedagang yang terbaik. Ada beberapa faktor yang Anda akan harus berurusan dengan diri sendiri.

6 Tips Praktis Agar trading lebih optimal

Dalam dunia trading, setiap trader memiliki strategi dan teknik masing masing untuk menganalisis dan mengambil keputusan transaksi. Beberapa diantara mereka ada yang hanya menggunakan fundamental (misalnya berdasarkan berita atau indikator terkini) atau hanya menggunakan faktor teknikal (misalnya mengamati grafik dan indikator harga) sementara beberapa yang lain menggabungkan kedua jenis analisa di atas.

Dari sisi jenis trading mereka, ada yang melakukan transaksi 2 atau 3 kali setahun (jangka waktu panjang), ada juga yang mengambil posisi hingga 50 kali transaksi per hari (jangka waktu yang sangat pendek dan hanya mencari keuntungan kecil dalam setiap transaksinya). Beberapa diantara mereka ada yang berhasil, baik dengan strategi yang sama maupun berbeda, menggunakan jangka waktu panjang maupun pendek, namun banyak pula yang gagal.

Mereka yang menghasilkan keuntungan di pasar secara konsisten jika dipertemukan akan memiliki karakteristik dan pilosofi yang sama. Kami meringkas karakteristik tersebut agar memudahkan Anda dalam memahami dan mengaplikasikannya.

6 karakteristik dan pilosofi umum yang dimiliki oleh trader yang berhasil adalah:

1.    Trading Plan

Keseluruhan trader yang sukses memiliki trading plan. Secara umum isi dari trading plan tersebut adalah;

Penentuan secara spesifik kapan akan mengambil posisi dan kapan akan melikuidasi posisi tersebut. Penentuan resiko yang juga spesifik. Kapan, di harga berapa kerugian akan di hentikan, berapa jumlah resiko maksimal yang akan diterima. Penyesuaian hasil trading dengan kapasitas transaksi. Penyesuaian ini dilakukan baik ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, baik menggunakan leverage maupun tidak

Yang terpenting dalam trading plan ini bukan hanya pada penyusunannya, namun lebih kepada pelaksanaannya. Trader yang sukses tersebut melaksanakan dengan sabar dan disiplin rencana yang telah disusun, tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis dan selalu menganggap bahwa trading adalah bisnis atau investasi jangka panjang.Setelah Anda menyusun rencana trading Anda sendiri, hal yang terbaik Anda lakukan adalah melaksanakan rencana tersebut dengan disiplin dan sabar. Waktu akan membantu Anda mengenali kapan rencana tersebut harus di review dan disesuaikan kembali.

2.    Menerima kerugian

Umumnya di atas 90% dari trader yang gagal adalah yang tidak pernah belajar menerima kerugian. Merasa bahwa keputusan mereka benar dan ketika terjadi kesalahan, mereka fokus pada posisi yang yang mengalami kerugian dan melewatkan kesempatan transaksi lain yang muncul.

Trader yang sukses tidak pernah menganggap kerugian bersifat personal, bukan soal siapa yang benar, tapi lebih kepada bagaimana menghasilkan keuntungan. Mereka yang berhasil adalah yang langsung menghentikan posisi (cut loss) ketika memahami kesalahan dan fokus pada peluang lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.

3.    Mudah dan sederhana

Karakteristik trader sukses yang lain adalah bahwa mereka tidak membuat aturan transaksi menjadi rumit dan kompleks. Aturan transaksi mereka simple dan mudah untuk diikuti atau disesuaikan dengan perubahan pasar yang konstan.

4.    Hasil lebih baik dengan resiko yang kecil

Sebelum masuk posisi, trader sukses mempertimbangkan berapa potensi kerugian dan berapa potensi keuntungan. Jika mereka menemukan peluang resiko yang tidak sepadan dengan keuntungan, maka mereka tidak akan mengambil posisi.

Trader sukses tidak terburu-buru dalam mengambil keuntungan, namun juga tidak akan menunggu hingga keuntungan berubah menjadi kerugian.

5.    Mengikuti arah harga

Sejarah telah membuktikan bahwa trader yang berhasil adalah trader yang hanya mengambil peluang transaksi yang sesuai dengan arah (trend) pasar. Hal ini juga berlaku bagi swing trader, yang mengambil posisi pendek dan cenderung berlawanan dengan trend besar. Mereka mengambil posisi sesuai dengan trend dengan periode yang berbeda.

6.    Jangan Over-trading

Trader yang sukses tidak akan terlibat atau terikat terlalu dalam terhadap satu posisi pada satu instrumen.

Banyak trader masuk posisi tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan rencana tradingnya. Tidak demikian halnya pada trader sukses, mereka masuk posisi dengan alasan yang jelas, sesuai dengan seluruh kriteria yang ada dalam rencana trading dan fokus pada keseluruhan rencana dan bukan hanya pada hasil posisi yang ada.

Walaupun sebagian besar trader sudah mengetahui poin penting yang menentukan dalam keberhasilan trading, tapi sedikit dari mereka yang benar-benar mengaplikasikan apa yang telah di ketahui. Pelaksanaan inilah yang membedakan antara trader sukses dan gagal.

Sistem Trading

Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem trading mereka yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin dengan peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem trading yang kuat dengan trading plan yang juga kuat.

Jika diringkas, sistem trading di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan dalam trading:

  • Salah menempatkan modal (tidak sesuai dengan produknya)
  • Kurang disiplin dan tidak ada trading plan
  • Tidak mempelajari pasar
  • Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
  • Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi).
  • Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)

Untuk sistem trading tanpa emosi, ada empat tips yang sangat mudah yang akan membedakan antara pemenang dan pecundang;

1. Menyusun Trading Plan

Memiliki sebuah sistem trading plan dan dikuti supaya Anda mengetahui kapan untuk mengambil posisi dan kapan tidak mengambilnya. sistem trading ini sering dilupakan ketika sedang berada dalam kondisi profit.

Dalam sistem trading, Anda harus ambil posisi sesusai trading plan Anda dan bukan sesuai keaadan sekarang. Anda tidak akan mengetahui bahwa sistem trading akan berjalan baik atau buruk jika strategi tidak dijalankan secara konsisten dan alasan sistem trading terus diubah. Sering sekali trader tidak mengikuti sistem trading plan ketika sedang mengalami kerugian, padahal saat tersebut adalah saat-saat kritis dan paling menentukan bagi berkembangnya kemampuan sistem trading ke depan.

sumber: managemenresiko.wordpress.com

Profit Membuat Anda Rapuh

Setiap trader pasti diberi kemampuan untuk transaksi sesuai dengan karakter masing-masing. Banyak yang rugi, namun tidak sedikit pula yang merasa beruntung bisa menghasilkan profit setiap hari. Nah perjalanan trader akan selalu diiringi dengan ketentuan profit atau rugi, dan wajar saja bila hal tersebut selalu ada pada setiap transaksi.Rp

Namun, ketika trader mengalami suatu gelombang positif, profit yang berlimpah, dan transaksi yang selalu hijau membuat Anda menjadi lengah akan posisi trading selanjutnya. Sifat alamiah ini akan membawa dampak yang buruk terhadap kinerja yang akan datang. Apa jadinya trading yang kita lakukan selama ini jika profitnya akan hilang atau raib dalam waktu singkat. Hal itu dikarenakan profitlah yang selalu kita kejar. Kita melupakan risiko. Dampak-dampak tersebut akan terlihat seperti:

Kehilangan Disiplin
Ketika trader mengalami suatu kemenangan atas transaksinya, maka kecenderungan akan hilangnya disiplin trading semakin besar. Profit yang begitu mudah didapat sangat berisiko karena Anda akan menjadi tidak fokus akan perhitungan transaksi. Open yang akan dilakukan menjadi tidak terarah, toh setiap open pasti profit.

Jika hal tersebut dilakukan, money management mulai dilupakan, dan manajemen risiko pun mulai diacuhkan. Karena segala transaksi bisa profit dengan mudah tanpa harus analisa secara lebih cermat dan memusingkan. Perhatian trader akan terpusat pada profit yang akan didapat.

Begitu terjadi loss, maka trader baru menyadari ternyata pembukaan posisi sebelumnya membawa dampak sangat riskan yang berakibat hilangnya dana yang ada pada account. Biasanya trader sendiri akan menyadarinya ketika stop loss sudah kena, atau floating sudah membesar, dan bahkan MC sudah tak terelakkan. Dengan adanya loss tersebut, diharapkan tingkat kewaspadaan trader meningkat dan selalu siap terhadap segala macam risiko yang menyelimuti. Pertimbangan demi pertimbangan akan selalu diprioritaskan dalam setiap klik open posisi untuk menjaga keselamatan account mereka.

Hilang Kewaspadaan
Sudah diketahui bahwa trader memiliki tingkat fokus masing-masing, ada sebab dimana trader akan mulai serampangan dalam tradingnya, ada juga tingkat fokus trader untuk selalu waspada dalam urusan open posisi. Tapi, jika trader sudah mengalami profit yang terus menerus, membuat trader akan kehilangan sikap waspada akan kerugian.

Sikap ini menjadikan hal terburuk menerpa psikologis trader dalam open posisi berikutnya. Semakin banyak profit, tradermerasa seakan-akan sudah menguasai market 100% dan hasil transaksi akan dipublikasikan pada forum-forum yang ia singgahi. Sehingga ia lupa jika risiko yang mengintai selalu ada di belakang transaksinya.

Walaupun memang ada trader yang menyukai gambling, semakin loss akan semakin membabi buta untuk mengembalikan balance yang hilang. Hal itu akan membuat profit yang didapat ikut tergerus dan musnah. Cuma di sini saya fokuskan pada trader yang sudah memiliki trading sistem yang baik, serta memiliki manajemen risiko yang bagus pula.

Kesimpulan
Trader memiliki tingkat kerapuhan dalam diri mereka masing-masing. Bukan pada saat ia mengalami loss besar atau kerugian, namun pada saat profit yang terus menerus didapatkan. Saat semua transaksi selalu profit dan gampang dicari, kemana pun arah harga menjadi mudah, di situlah kerapuhan trader mulai terjadi.