Penjualan Rumah Baru AS Alami Kenaikan

perumahan As

Analisa Trading – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Selasa(27/1), menunjukkan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS telah alami kenaikan di bulan Desember.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus telah menyatakan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS telah alami kenaikan sebesar 11.6%, yang disesuaikan secara musiman menjadi 481.000 di bulan Desember.

Survei ekonom telah memperkirakan bahwa penjualan rumah baru di wilayah AS akan alami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 452K di bulan Desember.

Pasca dirilisnya data tersebut, EURUSD menguat 1.13% di level 1.1363, GBPUSD menguat 0.68% di level 1.5173, dan USDJPY melemah 0.72% di level 117.58.(FC)

Kinerja Sektor Perumahan AS Menggembirakan Pasar

Analisa Trading – Setelah awal pekan rilis penjualan rumah AS yang sudah ada mengecewakan pasar dan memberikan pandangan yang negatif dengan rilis penjualan rumah baru. Namun setelah dirilis, penjualan rumah keluarga tunggal baru meningkat hingga 18 persen pada bulan Agustus 2014 untuk tingkat tahunan.

Badan statistik AS melaporkan data penjualan rumah keluarga tunggal yang baru naik ke posisi  504.000 unit dan ini merupakan pencapaian yang tertinggi  sejak Mei 2008, setelah pada bulan sebelumnya penjualan rumah baru tersebut hanya  427.000 unit saja.

United States New Home Sales

Selain itu dilaporkan juga harga penjualan rata-rata rumah baru yang dijual di bulan Agustus 2014 adalah $ 275.600; harga jual rata-rata adalah $ 347.900. Perkiraan yang disesuaikan secara musiman dari rumah baru untuk dijual pada akhir Agustus adalah 203.000 unit. Ini merupakan persediaan 4,8 bulan pada laju penjualan saat ini.

Jika dilihat dari penjualan per  wilayah, penjualan di wilayah barat naik yang paling dalam pada bulan  Agustus dibandingkan bulanb Juli (+50 persen),  yang diikuti oleh wilayah Timur Laut (29,2 persen) dan wilayah selatan (7,8). Dan hanya penjualan di Midwest yang datar.

Dan jika berdasarkan tahunan, penjualan rumah baru meningkat 33 persen. Hal ini memberikan pandangan yang positif bahwa pertumbuhan sektor perumahan di negeri ini menunjukkan percepatan. Rilis yang menggembirakan ini berhasil mengangkat tinggi indeks bursa saham Wall Street perdagangan hari Rabu(24/9).(VN)

Pemulihan Pasar Real Estate Inggris Melambat

Analisa Trading – Tingkat harga yang diminta (asking price) untuk rumah di Inggris mengalami penurunan paling tajam untuk bulan Agustus. Menurut situs properti, Rightmove, penurunan asking price tersebut merupakan yang rekor terendah dan London mengalami penurunan paling parah. Penurunan harga tersebut merupakan respon pasar properti dalam mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga.

Harga properti secara bulanan turun 2,9 persen dari bulan Juli, dan secara tahunan mengalami perlambatan menjadi 5,3 persen di bulan Agustus. Dibandingkan dengan bulan Juli, tingkat pertumbuhan harga secara tahunan menmyentuh angka 6,5 persen.

Asking price di London anjlok untuk bulan ketiga dan untuk secara bulanan turun hampir 6 persen. Biasanya harga properti di bulan Agustus akan mengalami penurunan, akan tetapi penurunan harga di London tahun ini jauh lebih besar daripada penurunan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, asking price di London mengalami kenaikan harga sebesar 20 persen YoY.

Penurunan asking price ini merupakan salah satu pertanda adanya perlambatan pemulihan pasar real estate di Inggris. Ketatnya aturan pada pinjaman hipotek dan harapan kenaikan suku bunga dari rekor terendah merupakan salah satu pemicu menurunnya asking price di Inggris.

Para ekonom berpendapat bahwa risiko domestik terbesar yang mengancam pemulihan pemulihan Inggris merupakan pasar properti. Dengan melambatnya sektor properti ini, maka para ekonom menganggap bahwa Bank Of England kini memiliki dasar untuk menaikkan tingkat suku bunga. (VN)

Pasar Perumahan Tiongkok Jatuh 0.89% Pada Bulan Juli

Analisa Trading – Rata-rata harga rumah baru di 70 kota Tiongkok turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada bulan Juli, ketika pengembang properti terus memotong harga untuk mengurangi persediaan di tengah penurunan pasar.

Rata-rata harga rumah baru di 70 kota turun 0.89% di bulan Juli dari Juni, menurut perhitungan oleh The Wall Street Journal, berdasarkan data yang dirilis Senin oleh Biro Statistik Nasional. Hal ini sebanding dengan penurunan 0.47% pada bulan Juni dan penurunan 0.15% pada bulan Mei, yang merupakan penurunan pertama dalam dua tahun. Pada basis tahunan, harga rata-rata pada bulan Juli naik 2.43%, moderat dari kenaikan 4.05% yang tercatat pada bulan Juni.

Analis memperkirakan, Real estate dan konstruksi adalah tujuan penting dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok, terhitung lebih dari 20% dari produk domestik bruto dalam perekonomian terbesar kedua di dunia, ketika semen, baja, bahan kimia, furniture dan industri terkait lainnya yang diperhitungkan.

Namun, penjualan perumahan telah jatuh tahun ini, jatuh 10.5% dalam tujuh bulan pertama dan analis memperkirakan pemotongan harga lebih lanjut ketika pemerintah daerah dan pengembang properti terus menyelesaikan permasalahan pada kredit ketat apartemen dan lingkungan. Beberapa pengembang properti juga telah mengeluarkan peringatan keuntungan pada laba semester pertama mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas lokal di sekitar 30 kota juga melonggarkan pembatasan properti untuk memikat pembeli kembali ke pasar, meskipun hal ini belum begitu berpengaruh. (FC)

Perumahan Baru Jepang ALami Penurunan Di Bulan April

Analisa Trading – Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Jumat(30/05) menunjukan bahwa perumahan baru di Jepang telah alami penurunan di bulan April.

Menurut data yang telah dikumpulkan, perumahan baru Jepang telah mengalami penurunan -3.3% pada penyesuain, -2.9%.

Analis telah memperkirakan perumahan baru Jepang untuk turun menjadi -8.2%.

Paska dirilisnya data tersebut, USDJPY diperdagangkan melemah 0.24% di level 101.56. (FC)