Naikkan Target Penjualan Ritel, Saham GJTL Belum Mampu Bangkit

AnalisaForex-Untuk realisasi selama bulan April – Juni, PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) mematok penjualan ritel mencapai 80.000 unit, lebih tinggi dibandingkan dengan target triwulan pertama di level 69.000 unit. Perseroan menganggap target di kuartal I tidak terlalu besar mengingat penjualan masih tertekan kondisi pasar akhir tahun lalu.

Sebagai informasi, selama Januari – Maret 2014, GJTL membukukan penjualan ritel sedikit melampaui target yakni 70.000 unit.  Perusahaan ban berkode emiten GJTL itu menargetkan penjualan ritel sampai penghujung 2014 sebanyak 320.000 unit. Demi mencapainya, perseroan akan memperluas jaringan penjualan dengan menambah 20 – 23 outlet sepanjang tahun ini. Di akhir tahun lalu baru sekitar 82 unit.

Selama triwulan I/2014 bertambah 4 outlet menjadi 86 unit. Sedangkan pada kuartal II diharapkan ada 6 outlet baru yang beroperasi sehingga total menjadi 92 unit. Selanjutnya, akan dikejar bertahap hingga akhir tahun setidaknya sampai 102 unit.

Penambahan outlet bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan ban passenger car radial (PCR) di dalam negeri. Untuk itu, perseroan menargetkan sebaran outlet pada 2015 mencapai 130 unit. Pada tahun ini, Gajah Tunggal hendak memperluas pangsa pasarnya menjadi 25%.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham hari Rabu (14/5/14), saham GJTL dibuka dilevel 1790 dan bergerak dikisaran 1790-1800. Volume perdagangan saham GJTL mencapai 850 ribu lot saham dan terus bertambah.

Melihat indikator teknikal, harga saham GJTL saat ini terus dalam tekanan. Secara mingguan terpantau indikator MA terus bergerak turun menuju bolinger band bawah. Selain itu indikator stochastic menunjukan harga yang berada pada zona jenuh jual dab mengindikasikan harga akan belum mampu naik.

Sementara itu indikator ADX bergerak flat ketika  +DI menunjukan bergerak flat di level 13, hal ini menunjukan penguatan GJTL masih tertahan Diprediksi pelemahan GJTL akan masih berlanjut menunggu sentimen positif fundamental. Dengan kondisi fundamental dan teknikalnya, maka harga akan bergerak di level support Rp 1553 hingga resistance Rp 2462.(VN)

Penjualan Retail Finlandia Turun

Penjualan retail Finlandia turun lebih dari estimasi di Februari, data akhir dari badan Statistik Finlandia menunjukkan Senin. Penjualan retail tuurn 0,4 persen per tahun di Februari, dan bulan turun 0,3 persen seperti yang diperkirakan pada 26 Maret. Penjualan naik 0,5 persen di Januari dan turun 1,6 persen di Desember. Penjualan grosir turun 1,9 persen per tahun, namun penjualan kendaraan bermotor naik 9,1 persen dari satu tahun sebelumnya. Total penjualan turun di Februari 0,1 persen dari tahun sebelumnya. Dalam periode Januari ke Februari, penjualan naik 0,1 persen dalam perdagangan retail, kantor statistik mengatakan.