Tingkat Pengangguran Hong Kong Telah Meningkat Di Bulan Juni

Analisa Trading – Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Selasa(19/08) menunjukan bahwa tingkat pengangguran pada wilayah Hong Kong telah alami peningkatan di bulan Juli.

Sensus dan Statistik Departemen, menunjukan bahwa tingkat pengangguran Hong Kong telah naik 3.3% pada penyesuaian musiman, dari 3.2% di bulan sebelumnya.

Analis telah memperkirakan tingkat pengangguran Hong Kong untuk stabil di 3.2%. (FC)

Pekerjaan Terus Bertambah, Tingkat Pengangguran Inggris Terendah Sejak 2009

Analisa Trading – Jumlah orang yang menganggur di Inggris sepanjang tahun 2014 ini semakin berkurang setiap bulannya hal ini terlihat dari tingkat pengangguran yang selalu berkurang setiap bulan Januari sampai bulan Mei 2014. Dan pada bulan Mei lalu, Office for National Statistics melaporkan jumlah pengangguran berkurang lagi dari bulan sebelumnya.

Pengurangan pengangguran tersebut menunjukkan bertambahnya lapangan kerja dan juga penambahan pada upah tenaga kerja tersebut. Dari laporan Statistik tersebut tingkat pengangguran di Inggris untuk bulan Mei turun menjadi 6,5 persen dari 6,6 persen pada periode sebelumnya, yang merupakan tingkat terendah sejak akhir 2008.

 United Kingdom Unemployment RateDari sekitar  30.6 juta  orang dalam pekerjaan, lebih dari 254.000 tenaga kerja bertambah dari  bulan Desember 2013 sampai Februari 2014 dan lebih dari 929.000 tahun sebelumnya. Dalam laporan tersebut juga dilaporkan proporsi orang berusia 16-64 dalam pekerjaan terus meningkat, mencapai 73,1 persen untuk Maret-Mei 2014.

Dari sekitar  2,12 juta orang yang menganggur di Inggris, kurang dari 121.000 tenaga kerja bertambah dari bulan Desember 2013 sampai Februari 2014 dan 383.000 lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Ada 8.780.000 orang aktif secara ekonomi berusia 16-64. Jumlah ini kurang dari 67.000 dari bulan Desember 2013 sampai Februari 2014 dan 258.000 lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

Sedangkan proporsi orang berusia 16-64 yang tidak memiliki pekerjaan tetapi tidak mencari atau tersedia untuk bekerja terus menurun, mencapai 21,7 persen untuk bulan Maret sampai Mei 2014.

Office for National Statistics juga mengumumkan kepada publik bahwa terjadi pertumbuhan positif pada pendapatan pekerja di Inggris, kendati sedikit melambat dari periode lalu. Perkembangan tersebut ditunjukkan oleh indikator fundamental ekonomi Average Earnings Index 3m/y yang tumbuh sebesar 0.3%, sedikit dibawah nilai pada periode sebelumnya yaitu 0.8%. Penurunan tersebut menunjukkan performa yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan turun ke angka 0.5%. Dan sebagai informasi, saat data ini dirilis terjadi penguatan pada kurs mata uang Pound Sterling. (VN)

Angka Pengangguran AS Menurun, The Fed Bisa Lebih Dini Naikkan Suku Bunga

Analisa Trading – Angka klaim pengangguran mengalami penurunan, setelah terjadi kenaikan angka payroll 288 ribu pekerja dibulan Juni, sehingga tingkat pengangguran AS turun menjadi 6.1 persen. Dengan kondisi lapangan kerja yang membaik, dan angka pengangguran yang menurun, diperkirakan The Federal Reserve bisa lebih dini menaikkan suku bunganya.

Awalnya, The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006 pada Juni tahun depan, namun dengan kondisi angka pengangguran AS yang menurun maka diperkirakan bisa lebih dini pada bulan Maret 2015.

Bahkan dengan inflasi yang bisa dicapai sebesar 2 persen, maka The Fed bisa menaikkan suku bunga lebih tinggi dari perkiraan awal. Pihak The Fed sendiri memperkirakan pada bulan lalu bahwa suku bunga akan ditargetkan sebesar 1.13 persen pada akhir 2015 dan 2.5 persen setahun kemudian.

Meski menaikkan suku bunga, para pelaku pasar berharap Bank Sentral AS tidak buru-buru menaikkannya mengingat dampak yang ditimbulkan apabila kenaikan sangat cepat. (FC)

Pengangguran Usia Muda di Australia Bertambah

Analisa Trading – Tingkat pengangguran di Australia diperkirakan telah mencapai puncaknya, hal ini terlihat dari tingkat pengangguran untuk bulan Mei kembali menunjukkan angka yang sama dengan 2 bulan berturut sebelumnya seperti yang dilaporkan biro statistik Australia.

Dalam laporan biro statistik tersebut ditunjukkan tingkat pengangguran bulan Mei tetap pada 5,8 persen , tingkat yang sama seperti pada bulan April dan Maret. Dan jika dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat pengangguran naik 0,3 poin persentase pada bulan Mei. Dan sebelumnya para ekonom memperkirakan  tingkat pengangguran tetap flat di 5,8 persen, dengan penambahan 10.000 pekerjaan.

Jumlah pengangguran naik sebesar 3.200 lebih dari sebulan untuk 717.100 pada bulan Mei. Dari jumlah tersebut, jumlah pengangguran mencari pekerjaan penuh waktu naik 9.000 ke 529.700 dan untuk paruh waktu menurun 5.900 hingga 187.400. Untuk pengangguran untuk orang berusia 15-24 naik ke  13,1 persen yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2002.

Australia Unemployment Rate

Satu-satunya alasan pengangguran belum bergerak lebih tinggi selama beberapa bulan terakhir dikarenakan  penurunan tingkat partisipasi, tingkat partisipasi turun sedikit menjadi 64,6 persen, dari 64,7 persen dan bulan agregat jam kerja menurun 2,1 juta, atau 0,1 persen, ke 1588600000 jam.

Dengan tingkat pengangguran di level ini dan juga meningkatnya nilai tukar Aussue terhadap dolar AS semakin memperjelas RBA-bank sentral Australia  tidak berniat untuk menurunkan suku bunga lagi namun beresiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi negara kangguru ini. (VN)

Klaim Pengangguran Spanyol Turun Sejalan Ekspetasi Pasar

Analisa Trading – Di hari Selasa (3/6), Spanyol merilis klaim pengangguran yang turun sejalan dengan ekspetasi pasar pada bulan Mei, mengurangi kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi zona euro.

Dalam laporannya, Departemen Tenaga Kerja Spanyol mengatakan jumlah pengangguran turun sebesar 111.900 pada bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan dari 112.300. Jumlah pengangguran turun 111.600 pada bulan April.

Setelah rilis data, euro sedikit berubah terhadap dolar AS, dengan EUR / USD menguat 0,04% diperdagangkan di level1,3602.

Sementara itu, pasar saham Eropa dicampur setelah terbuka. IBEX 35 Spanyol naik 0,1%, Euro Stoxx 50 turun 0,1%, CAC 40 Prancis turun 0,1%, DAX Jerman mengambil 0,1%, sedangkan FTSE 100 London merosot 0,1%. (FC)

Tingkat Pengangguran Di Inggris Mengalami Penurunan

Kinerja Poundsterling pada hari ini (14 Mei) terpantau retreat melemah pada pair GBP/IDR, kendati secara umum masih menunjukkan tren bullish kuat menghadapi Rupiah dengan kurs bank Indonesia ditinjau dalam dua bulan perdagangan terakhir.

pound menguat

hari ini Poundsterling Inggris terpantau bergerak turun sekitar -0.54 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas hari ini, sementara itu data terkini kurs BI (jual) Poundsterling Inggris dengan rate Bank Indonesia berada pada kisaran Rp. 19441.25/GBP dan kurs BI (beli) sekitar Rp. 19244.69/GBP.

Sentimen negatif terhadap mata uang kurs Poundsterling Inggris nampak menguat setelah Office for National Statistics menyampaikan bahwa kendati menguat namun sektor tenaga kerja di Inggris masih menunjukkan kinerja yang sedikit di bawah harapan.

Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator ekonomi Claimant Count Change yang sedikit naik ke angka -25.1K dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -30.6K. Informasi yang kurang menggembirakan tersebut menunjukkan performa yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat turun ke angka -30.7K.

Di lain pihak pada hari ini kantor statistik Inggris tersebut juga mengumumkan sinyalemen positif dari sektor tenaga kerja, yang ditunjukkan oleh turunnya Unemployment Rate ke angka 6.8% dari angka 6.9%, sesuia dengan estimasi ekonom yang menduga akan turun turun ke angka 6.8%.

 

Pengangguran Indonesia Menurun, Tenaga Kerja Di Sektor Pertanian Mengkhawatirkan

Analisa Trading – Pasca rilisnya data PDB Indonesia tempo hari. Menyusul kemudian laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia menurun. Rilis data BPS menunjukkan bahwa angka pengangguran per Februari 2014 berada pada level 7,7 persen atau melambat tipis 0,12 persen dari besaran pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, BPS menyampaikan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2014 kembali menunjukkan pergeseran dari sektor pertanian ke sektor sekunder lain, seperti industri pengolahan dan perdagangan.

Kepala BPS Suryamin menuturkan, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu penduduk yang bekerja pada sektor pertanian mengalami penurunan, dari 41,11 juta orang pada Februari 2013 menjadi 40,83 juta orang pada Februari 2014. Meski demikian, laporan BPS juga mencatat, sektor pertanian masih menjadi lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja terbesar, dengan share sebesar 34,55 persen.

Catatan BPS juga menunjukkan, bahwa tenaga kerja yang bekerja di industri pengolahan meningkat dari 15 juta orang pada Februari 2013 menjadi 15,39 juta orang pada Februari 2014. Sementara itu, tenaga kerja di sektor konstruksi juga mengalami peningkatan dari 6,97 juta orang pada Februari 2013 menjadi 7,21 juta orang pada Februari 2014.

Tenaga kerja di sektor perdagangan juga mengalami peningkatan, dari 25,36 juta pada Februari 2013 menjadi 25,81 juta orang pada Februari 2014. Sektor perdagangan ini adalah penyerap terbesar kedua tenaga kerja dengan share sebesar 21,84 persen.

Berdasarkan paparan data diatas sungguh sangat disayangkan sektor pertanian yang penting yang merupakan modal terbesar Indonesia justru mulai ditinggalkan. Hal ini tidak lepas dari kegagalan pembangunan pertanian yang selama ini dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia yang dirasa membawa dampak yang sangat besar bagi rendahnya tingkat kesejahteraan petani Indonesia.

Banyak petani yang menjual lahan pertanian mereka atau mengalihfungsikan lahan pertanian mereka. Penjualan lahan pertanian dan alih fungsi lahan pertanian selain disebabkan oleh rendahnya pendapatan dari usaha tani  juga disebabkan oleh kenyataan semakin sedikitnya orang yang tertarik untuk terjun di sektor pertanian. Banyak anak muda yang enggan untuk menekuni usaha pertanian karena selain penghasilan tidak memadai juga karena sektor pertanian tidak memiliki prestos sosial.

Fenomena ini terjadi merata hampir di seluruh pelosok negeri yang terkenal sebagai negeri yang subur makmur ini. Apabila fenomena ini tidak segera diatasi maka tidak aneh apabila di masa yang akan datang tidak akan ada lagi rakyat Indonesia yang terjun di sector pertanian.

Untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di negara yang kaya akan sumber daya alam ini maka peran pemerintah sangat dibutuhkan terutama dalam hal penyediaan teknologi canggih untuk membantu tingkat produksi agar sektor ini dapat bersaing dengan emerging countries lainnya sehingga tingkat penyerapan tenaga kerjanya juga dapat berjalan optimal. (VN)

Happy Trading!

Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia menurun

Tingkat Pengangguran di Australia Stabil, Jumlah Tenaga Kerja Bertambah

Analisa Trading – Tingkat pengangguran di Australia telah bertahan stabil pada bulan April terhadap ekspektasi kenaikan seperti yang dilaporkan Biro Statistik Australia hari ini.

Jumlah pekerjaan di Australia naik 14.200 menjadi  11.573.000 di bulan April lalu, dibandingkan dengan bulan Maret yang sudah direvisi naik 11.559.000 pada bulan Maret. Dan tingkat pengangguran bertahan stabil pada 5,8 persen di bulan , sama seperti pada bulan Maret.

Tingkat pengangguran di Australia telah bertahan stabil pada bulan April terhadap ekspektasi kenaikan seperti yang dilaporkan Biro Statistik Australia hari ini.

Jumlah pekerjaan di Australia naik 14.200 menjadi  11.573.000 di bulan April lalu, dibandingkan dengan bulan Maret yang sudah direvisi naik 11.559.000 pada bulan Maret. Dan tingkat pengangguran bertahan stabil pada 5,8 persen di bulan , sama seperti pada bulan Maret. (VN)

Happy Trading!