PDB Inggris Meningkat 0.8% Di Kuartal 1

Analisa Trading – Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Kamis(21/05) menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi di Inggris tumbuh sesuai perkiraan di kuartal 1.

Kantor Nasional Statistik melaporkan bahwa PDB Inggris telah menunjukan ekspansi pada penyesuaian musiman sebesar 0.8% di kuartal 1, dari 0.7% di kuartal 4.

Dari Tahun ke tahun, pertumbuhan ekonomi Inggris menguat 3,1% pada kuartal 1 , tidak berubah dari pembacaan awal. Ekonomi Inggris tumbuh pada tingkat tahunan 2,7% pada kuartal 4 tahun 2013.

Data menunjukkan bahwa konsumsi swasta kuartal pertama direvisi naik dengan keuntungan 0.8% dari perkiraan awal 0.4% dan di atas ekspektasi pertumbuhan 0.6%.

Jumlah belanja pemerintah naik tipis 0.1% pada kuartal pertama, naik dari pembacaan flat tetapi di bawah ekspektasi untuk kenaikan 0.2%.

Total investasi bisnis naik disesuaikan secara musiman 2.7% pada kuartal yang berakhir 31 Maret, mengalahkan ekspektasi untuk kenaikan 2.3% setelah naik 2.4% pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, indeks pelayanan di Inggris naik 0,9% dalam tiga bulan sampai Maret, sesuai dengan harapan dan setelah naik 0,9% dalam tiga bulan sebelumnya.

Paska dirlisnya data tersebut, GBPUSD telah diperdagangkan melemah 0.09% di level 1.6886.

Sementara pada bursa saham Eropa, FTSE naik 0.3%, Euro Stoxx 50 naik 0.1%, CAC 40 naik 0.1% dan DAX menambahkan 0.25%. (FC)

Pertumbuhan PDB Jerman Tumbuh Sebesar 0.8 %

Analisa Trading – Pertumbuhan ekonomi Jerman mengambil langkah dalam tiga bulan pertama 2014, sementara ekonomi Perancis gagal untuk tumbuh, seperti dalam rilisan terbaru.

Produk domestik bruto ( PDB ) Jerman tumbuh sebesar 0,8 % didorong oleh permintaan domestik yang lebih kuat seperti yang dilaporkan Kantor statistik Federal (Destatis).

Sebaliknya tingkat GDP Perancis adalah 0 % karena belanja konsumen yang lemah dan investasi bisnis, akan tetapi belanja dalam publik membantu untuk menghentikan ekonomi Perancis dari kontraktor.

Dua negara yang berada di zona euro berada di lintasan yang sangat beragam pada awal 2014, dengan ekonomi Jerman sebagai tanah pertumbuhan ekonomi terhenti.

Dalam perbandingan tahunan, pertumbuhan ekonomi harga disesuaikan naik +2.5 % pada kuartal pertama 2014 yang merupakan kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Kinerja ekonomi pada kuartal pertama 2014 dicapai oleh 41,7 juta orang dalam pekerjaan yang merupakan peningkatan dari 344.000 atau 0,8 % pada tahun sebelumnya. (FC)

Larangan Ekspor Mineral Tekan Pertumbuhan Ekonomi RI

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis besaran Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I tahun ini berada pada besaran 5,21 persen secara year on year (yoy).

Kepala BPS Suryamin menjelaskan, beberapa faktor tercatat menjadi faktor utama pelambatan angka pertumbuhan tersebut, salah satunya adalah penurunan yang signifikan dari sektor pertambangan yang juga berdampak terhadap sisi perdagangan nasional.

“Faktor pendorong pelambatan pertumbuhan salah satunya dari sektor pertambangan, karena adanya pelarangan ekspor bahan mineral yang belum di proses (mentah), begitu juga migas yang terus menurun,” tutur Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Dia menjelaskan, kebijakan tersebut juga memberikan pengaruh terhadap sektor perdagangan nasional yang sumbangannya turun hingga 4,5 persen dari sumbangsih periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 6,5 persen

ekspor

“Ini juga dampak dari ekspor sektor tambang, dalam jangka panjang memang kebijakan itu baik. Penurunan ini juga besaran impor dan sektor bank yang juga ikut melambat,” terangnya.

Selain itu, pertumbuhan sektor tanaman bahan baku yang ikut melambat menjadi faktor utama lain yang mendorong pelambatan pertumbuhan ekonomi. Hal ini, jelas Suryamin, disebabkan oleh pergeseran tanam dan waktu panen para petani di beberapa daerah.

Meskipun demikian, dia juga menambahkan, penghambat pelambatan datang dari sisi konsumsi nasional yang naik akibat proses kampanye dalam rangkaian pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu).

Dia menjelaskan, harga komoditas yang membaik khususnya untuk minyak kelapa sawit (CPO) dan karet, telah membantu pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini. “Untuk sektor bank memang melambat, tapi ada dorongan yang menghambat dari sektor keuangan untuk lembaga non-bank dan jasa perusahaan,” tukasnya

PRESIDEN: INDONESIA 10 BESAR KEKUATAN EKONOMI DUNIA

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan saat ini menurut laporan Bank Dunia dari sisi Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product GDP)Indonesia masuk ke dalam 10 ekonomi besar dunia berdasarkan keseimbangan kemampuan berbelanja (purchasing power parity-red).

“Alhamdulillah akibat upaya dan kerja keras kita semua, World Bank telah memasukkan Indonesia ke dalam 10 ekonomi besar dunia,” kata Presiden dalam akun twitternya @SBYudhoyono.

world economy

Kepala negara mengatakan dari ukuran GDP (PPP) Indonesia menempati peringkat 10 dengan “share” 2,3 persen dari total GDP dunia.

“Ini melampaui banyak negara,” kata Presiden.

Presiden mengatakan,”10 ekonomi dunia tersebut Amerika Serikat, Tiongkok, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Perancis, Inggris dan Indonesia,” kata Yudhoyono.

Atas dasar capaian itu, Presiden mengharapkan dapat menjadi modal bersama untuk meningkatkan kemampuan ekonomi nasional dan mendorong tercapainya bangsa yang lebih sejahtera.

Dikutip dari laman Wikipedia, metode PPP digunakan untuk menghitung sebuah alternatif nilai tukar antar mata uang dari dua negara.

PPP mengukur berapa banyak sebuah mata uang dapat membeli dalam pengukuran internasional (biasanya dolar-red), karena barang dan jasa memiliki harga berbeda di beberapa negara.

Sementara GDP diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu

Pertumbuhan PDB Singapura Akan Naik Menjadi 4.4% di 2014

Kutipan dari Standard Chartered: -Kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan naik menjadi 4.4% di 2014 dari 4.1% di 2013. Perkiraan kami lebih optimis dari perkiraan remi pemerintah sebesar 2-4%. Permintaan eksternal dari negara berkembang kemungkinan akan mendukung pertumbuhan. Sementara ada kekhawatiran besar pada pasar mengenai Cina, kami memperkirakan pertumbuhan Cina akan naik hanya ke 7.4% tahun ini. -Pada waktu bersamaan, aktifitas ekonomi berorientasi domestik Singapura kemungkinan akan turun namun akan tetap positif. Pertumbuhan pasokan akan tetap, karena pertumbuhan pengangguran masih di bawah trend.