Rupiah Jeda Siang di Level Rp11.610/USD

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada jeda siang hari ini sedikit melemah di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir sesi I perdagangan.

Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada siang hari ini pada level Rp11.610 per USD. Posisi ini masih tidak jauh berbeda dengan posisi penutupan hari sebelumnya pada level Rp11.615 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.523 per USD, masih sama dengan pagi tadi. Posisi ini terapresiasi dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.615 per USD.

Data rupiah siang hari ini pada level Rp11.526 per USD atau sama dengan awal perdagangan pagi tadi. Posisi siang ini lebih baik dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp11.618 per USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.633 per USD. Posisi ini merosot 73 poin dibanding penutupan Jumat (23/5/2014) di level Rp11.560 per USD.

IHSG siang hari ini tak mampu mempertahankan posisinya di jalur hijau. IHSG terkoreksi 10,40 poin atau 0,21 persen ke level 4.962,66.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,28 triliun dengan 2,05 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing mencapai Rp3,49 miliar. Tercatat 113 saham naik, 142 saham melemah dan 94 saham stagnan.

Nilai Tukar Rupiah Bikin Investor Takut

Tidak lama lagi, Indonesia dan negara Asia Tenggara memasuki era pasar bebas ASEAN. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan memudahkan investor asing masuk dan keluar ke Indonesia.

Direktur PT Bahana TCW Investment Budi Hikmat mengatakan, hal yang paling ditakuti investor asing untuk berinvestasi di Indonesia adalah volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Ketika rupiah melemah, ini mengurangi keuntungan bagi investor asing,” kata Budi, Senin (5/5).

Jelang MEA, Indonesia harus memperbaiki masalah dalam negeri, termasuk volatilitas nilai tukar. Jika tidak, investor asing enggan masuk ke pasar modal nasional.

Menanggapi hal ini, Kepala Eksekutif Bidang Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pasar modal nasional cukup menjanjikan bagi investor asing. Hal ini melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi. Selain itu, pertumbuhan pasar modal nasional juga termasuk yang tertinggi di regional.
dolar 1
Investor asing sangat diperlukan untuk menggerakkan pasar. Karena, sebagian besar investor di pasar modal Indonesia adalah asing. Namun, OJK memiliki komitmen untuk meningkatkan investor domestik. “Jangan sampai timbul ketimpangan karena investor asing lebih besar dibandingkan domestik,” kata Nurhaida.

OJK tengah menggodok sejumlah aturan yang diperlukan jelang MEA, misalnya seperti ketentuan cross bording offering. Saat ini, hal tersebut belum bisa dilakukan di Indonesia karena belum memiliki provisi penunjang. Undang-undang nasional tidak memungkinkan untuk membuat aturan tersebut.

Dolar AS Terpuruk, Berharap Peningkatan Suku Bunga

SINGAPURA – Dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami pelemahan, menyusul penurunan mingguan terhadap mata uang utama. Investor menanti keputusan Gubernur the Federal Reserve Janet Yellen Chair, di tengah spekulasi bank sentral AS akan

mempertahankan suku bunga mendekati nol persen.

Para pedagang melihat adanya peluang Komite Pasar Terbuka Federal akan menaikkan suku bunga pinjaman pada Desember. Dolar AS sedikit menguat pada akhir pekan kemarin, setelah data pemerintah menunjukkan tingkat pengangguran jatuh pada April.

“Saya berharap data tetap relatif lemah dalam waktu dekat. Atmosfer yang ada sudah tidak lagi menunjukkan tren bullish, sampai anda melihat adanya sinyal kenaikan suku bunga dari FOMC, saya tidak yakin dolar AS akan menguat,” jelas managing director Rochford Capital, Thomas Averill, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (5/4/2014).

nilai dolar turunThe Bloomberg Dollar Spot Index, yang memantau dolar AS terhadap 10 mata uang utama, berada di 1.007,39, turun 0,3 persen dari pekan lalu di kisaran 1.007,72.

Dolar AS sedikit berubah pada USD102,09 per yen Jepang dan USD1,3866 terhadap euro. Sementara euro terhadap yen, berada di 141,55 per euro dari 141,77 per euro.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa para pekerja naik 288.000 pada April, terbesar sejak Januari 2012. Pengangguran turun menjadi 6,3 persen, tingkat terendah sejak September 2008.

Yellen mengatakan pada 16 April bahwa kenaikan upah tetap dengan kecepatan yang lambat dengan sedikit tanda-tanda percepatan. Dia akan berbicara pada kongres pada 7 Mei.

Harga Jual-Beli Valas di BNI, BRI, Mandiri & BCA

Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 10 poin ke Rp11.515 per USD. Rupiah bergerak dalam kisaran Rp11.515-Rp11.520 per USD.

Berikut nilai tukar Rupiah di beberapa perbankan besar terhadap beberapa mata uang utama seperti dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dan yen Jepang (JPY):

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pada pukul 09.25 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.468 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.632 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.108 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.359 per dolar Singapura.
Yen Jepang, dengan kurs beli sebesar Rp111,21 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,10 per yen.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada pukul 09.44 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.410 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.610 per USD.kurs
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.083 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.310 per dolar Singapura.
Yen Jepang dengan kurs beli sebesar Rp110,64 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,60 per yen.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada pukul 08.13 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.411 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.609 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp8.902 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.502 per dolar Singapura.
Yen Jepang, dengan kurs beli sebesar Rp109,91 per yen, dan kurs jual sebesar Rp115,41 per yen.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 07.21 WIB

Dolar AS, dengan kurs beli sebesar Rp11.495 per USD, dan kurs jual sebesar Rp11.545 per USD.
Dolar Singapura, dengan kurs beli sebesar Rp9.185 per dolar Singapura, dan kurs jual sebesar Rp9.235 per dolar Singapura.
Yen Jepang dengan kurs beli sebesar Rp111,20 per yen, dan kurs jual sebesar Rp114,20 per yen.

Rupiah Diperkirakan Melanjutkan Pelemahan

Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pelemahan pada minggu ini. Krisis Ukraina dan penguatan ekonomi Amerika menjadi alasan pelemahan tersebut.

Wong Chee Seng, Pengamat Pasar Uang AmBank Group di Kuala Lumpur, Malaysia, menjelaskan dollar AS terus mengalami penguatan terhadap mata uang negara lain pada minggu kemarin setelah Amerika dan sekutunya di Eropa memberikan peringatan keras kepada Rusia, terkait krisis Ukraina.

“Ada kekawatiran dari pelaku pasar mengenai krisis Ukraina. Hal tersebut membuat mereka memindahkan aset-aset ke mata uang yang lebih aman yaitu dollar AS,”jelasnya seperti ditulis oleh Bloomberg (20/4/2013).

Selain itu, penguatan tersebut juga disebabkan karena beberapa data ekonomi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika pada minggu kemarin menunjukkan perbaikan. Data Departemen Tenagakerja Amerika mengungkapkan bahwa angka pengangguran terus mengalami perbaikan.

money

Bloomberg-JpMorgan Asia Dollar Index mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 155,55 pada minggu kemarin. Pendorong penurunan tersebut adalah mata uang Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia.

Sedangkan Indonesia, India dan Singapura tidak ditransaksikan karena sedang dalam masa libur Paskah. Pada kamis minggu lalu, nilai tukar rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,19% menjadi Rp 11,424 per dollar AS.

Sedangkan dari dalam negeri, menurut data dari Samuel Sekuritas Indonesia, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS belum akan bergerak solid karena belum ada sentimen yang berarti dalam dalam negeri. Rupiah akan bergerak melemah seperti matya uang Asia lainnya,” Jelas Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia.

Kemungkinan besar di minggu ini pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak hanya akan dipengaruhi faktor eksternal saja tetapi juga faktor internal yaitu pengumuman strategi koalisi dan pengumuman nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden. “Pengaruh pengumuman tersebut ke rupiah tidak bisa dihindarkan,” tambah Rangga.