Ekspor Minyak Sawit Indonesia Diperkirakan Melejit, Harga CPO Masih Alami Tekanan

Analisa Trading – Ekspor Minyak Sawit Indonesia yang diperkirakan akan dirilis pada pekan ini, diprediksi akan menunjukan peningkatan signfikan hingga level tertinggi setahun. Prediksi peningkatan ekspor minyak sawit Indonesia tersebut dilandasi oleh perkiraan akan tingginya permintaan minyak sawit Indonesia di pasar global khususnya India.

Anjloknya harga CPO seperti di pasar patokan global, Bursa Malaysia, hingga level terendah 5 tahun diperkirakan akan berdampak pada tingginya permintaan global terhadap CPO. India selaku negara pengonsumsi minyak nabati terbesar global khususnya CPO diperkirakan akan meningkatkan impornya untuk memanfaatkan tingkat harga yang rendah tersebut.

Pada Juli lalu, impor India terpantau telah mengalami lonjakan signifikan akibat rendahnya harga CPO di pasar Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan data Solvent Extravtor Association of India, impor minyak sawit India mengalami lonjakan hingga 14% pada Juli lalu bila dibandngkan data Juli 2013 yang mengindikasikan minat India terhadap minyak sawit sangat tinggi. Dampak dari hal tersebut, diperkirakan pada rilis data ekspor minyak sawit Indonesia pada Juli akan menunjukan peningkatan signifikan hingga ke level tertinggi 1 tahun.

Terkait pergerakan harga CPO pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia dan ICDX, harga CPO masih bergerak cenderung flat pada perdagangan hari ini akibat masih sepinya arahan. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak November 2014 turun 0,19% ke tingkat harga 2.087 RM/ton atau melemah 4 RM/ton. Sementara CPO berjangka ICDX untuk kontrak November 2014 naik 0,13% ke tingkat harga Rp 7.965 atau menguat Rp 10.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting, harga CPO masih akan mendapatkan tekanan dari faktor substitusi kedelai dan juga minyak mentah. Dampak dari tekanan kedua komoditas tersebut, demand terhadap CPO dari eksepktasi data Indonesia diprediksi masih belum akan memberikan pengaruh cukup signifikan. Dari faktor-faktor tersebut, diperkirakan pergerakan harga CPO masih akan berada dalam trend lemah. (VN)