Harga Karet Tocom Terus Tertekan Penurunan Harga Minyak Mentah

karet-tocom

Analisatrading – Harga karet alami berjangka Tocom pada perdagangan Selasa siang (29/12) terpantau turun. Penurunan harga karet Tocom terjadi karena melemahnya kembali harga minyak mentah dunia di perdagangan Asia pagi ini.

Harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 3,39 persen, pada 36,81 dollar per barel. pada penutupan perdagangan Selasa dinihari tadi, tertekan oleh konsumsi minyak mentah Jepang yang lemah dan kekhawatiran baru tentang kelebihan pasokan (VN)

Harga Kopi Arabica Menjadi Murah Dengan Peningkatan Produksi

kopi

Analisatrading – Harga kopi arabica berjangka di bursa komoditas ICE Futures New York pada penutupan perdagangan Selasa dini hari (29/12) ditutup turun. Harga kopi menjadi lebih murah dengan adanya peningkatan produksi di negara-negara produsen.

Dengan berlangsungnya musim hujan cukup mendorong produksi tanaman kopi di Brazil, sebagai negara produsen dan eksportir terbesar di dunia. (VN)

bisnis ritel

Analisa Trading – Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Jumat(4/9), menunjukkan bahwa PMI Ritel zona euro telah alami penurunan pada bulan Agustus. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI ritel zona euro mengalami penurunan yang disesuaikan secara musiman menjadi 51.4 di bulan Agustus dari 54.2 di bulan Juli. Pasca dirilisnya data tersebut, pasangan EURUSD terpantau menguat 0.26% di level 1.1152.

emas

Analisa Trading – Divis iNew York Merchantile Exchange, emas untuk pengiriman Desember turun -0.08% di level $1.123.60. Bullion untuk segera pengiriman menurun 0,7 persen di minggu ini dan sedikit berubah dari Kamis yang ditutup di $1,125.09 per ons. Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada hari Kamis bahwa bank akan memperluas stimulus dengan memungkinkan pejabat untuk membeli proporsi yang lebih tinggi utang setiap anggota euro.

Laporan NFP AS mungkin menunjukkan bahwa lebih dari 200.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan Agustus dan titik data utama terakhir sebelum Federal Reserve bertemu untuk membahas biaya pinjaman pada 16-17 September.

“Laporan dapat menjadi faktor penentu apakah mereka akan menaikkan tingkat suku bunga ataukah mereka menunggu sampai Desember,” kata James Wilson, seorang analis berbasis Perth di Morgans keuangan Ltd. Dalam survey dikatakan 30 persen kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan harga di September, dibandingkan dengan 50 persen satu bulan lebih awal. Kemungkinan bergerak Desember ialah 57 persen.

Jika nonfarm payrolls mengecewakan malam ini, emas tidak mungkin untuk memindahkan harga sangat jauh lebih tinggi. Holdings diperdagangkan di produk bursa didukung oleh emas jatuh 0.9 metrik ton ke level 1,520.5 pada Rabu lalu, menurun selama hari keempat, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg(FC)

nilai rupiah

Analisa Trading – Laju nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini dibuka mendekati Rp 14.180/USD karena dolar Amerika Serikat (USD) makin kokoh.  Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 14.178/USD, melemah 18 poin dari posisi sebelumnya di level Rp 14.160/USD.

Kurs  rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp 14.176/USD dan pada pukul 10.00 WIB jatuh ke Rp 14.184/USD. Posisi tersebut terdepresiasi dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 14.170/USD.  Siang ini, posisi rupiah berdasarkan dari Limas berada pada level Rp 14.184/USD. Posisi itu terapresiasi 53 poin dari posisi penutupan kemarin di level Rp 14.237/USD.

Sementara itu, euro berada di bawah tekanan terhadap USD setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan penilaian serius terhadap ekonomi zona Eropa.  Dikutip dari Reuters, euro meluncur ke 1,1087/USD, dari 1,1200/USD dan terakhir berada di 1,1122/USD. Terhadap yen, tergelincir ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan di 133,13, sebelum merayap kembali ke 133,63.

Pedagang di Asia kemungkinan menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), besok di tengah tutupnya pasar keuangan China untuk liburan nasional.  Pelemahan euro membantu mengangkat indeks USD ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan di 96,405, dan jauh dari koreksi tujuh bulan di 92,621 pada pekan lalu. USD sedikit berubah terhadap yen, diperdagangkan pada 120,18 setelah berada di 120,70.

Di sisi lain, perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) berharap paket kebijakan ekonomi yang bakal diterbitkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mampu menggerakkan permintaan kredit.  Selain memasukkannya ke dalam paket kebijakan, pemerintah juga diminta memberikan insentif moneter bagi bank nasional melalui Bank Indonesia (BI) di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Ketua Perbanas Sigit Pramono menjelaskan banyaknya prediksi pertumbuhan ekonomi 2015 yang melambat, pada akhirnya membuat perbankan Indonesia juga menghitung ulang target pertumbuhan kreditnya tahun ini.  Kredit bank itu kan tergantung permintaan para pelaku usaha. Maka jelas jika pertumbuhan ekonomi lesu, permintaan kredit bank juga turun. Karenanya bank harus realistis dan menurunkan target kredit.

 Terkait rencana Jokowi menerbitkan paket kebijakan ekonomi, ia menilai hal tersebut sebaiknya mencakup dua sisi. Selain sektor perbankan dan keuangan yang diatur melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI, ia menilai insentif sektor riil melalui kebijakan fiskal penting untuk diberikan.

Sementara, dorongan untuk sektor riil bisa melalui kebijakan fiskal, dan pemerintah juga harus mendorong penyerapan anggaran.  Pelemahan rupiah juga memberikan dampak yang banyak terhadap industri perbankan.

Harga Gandum Menurun

gandum

Analisatrading – Perdagangan komoditas gandum pada sesi Rabu (28/1) mengalami penurunan harga.

Perdagangan gandum dibuka pada level 537,2. Komoditas gandum terpantau sempat menyentuh titik tertinggi pada angka 542 dan sempat menyentuh level terendah di angka 534,4 pada grafik perdagangan.

Komoditas gandum mengalami penurunan harga sebanyak 0,12 poin atau sebesar 0,02%. Pada pukul 10:10 WIB, titik grafik perdagangan gandum mendarat di angka 518,75. (FC)

Emas Di Awal Perdagangan Senin Pagi Terpantau Anjlok

Analisa Trading – Pada perdagangan di bursa komoditi Senin pagi, emas berjangka terpantau menurun karena para pelaku pasar mengharapkan lanjutan dari menguatnya dolar AS pada kenaikan suku bunga AS dari The Fed.

Pada perdagangan di Comex, emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan turun 0,08% di level $1,217.80 per troy ounce.

Pada pekan lalu, emas berjangka berakhir mendekati level terendah dalam tahun ini karena dolar AS membukukan minggu kemenangan berturut-turut dalam 11 sesi, memukul permintaan investor untuk logam mulia.

Dolar AS yang menguat biasanya membebani pada bursa komoditi terutama emas, karena mengimbangi daya tarik logam sebagai aset alternatif dan membuat komoditi yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Dolar didorong setelah Departemen Perdagangan melaporkan bahwa produk domestik bruto AS direvisi naik menjadi 4,6% dalam tiga bulan hingga Juni dari perkiraan sebelumnya 4,2%. Tingkat ekspansi tercepat sejak kuartal keempat tahun 2011.

Sementara itu pada perdagangan di Comex,  untuk pengiriman Desember turun 0,45% di level $17,545 per ounce dan tembaga untuk pengiriman Desember diperdagangkan datar di levle $3,038 per pon (FC)

Produksi Afrika Barat dan Asia Pengaruhi Pergerakan Harga Coklat

Analisa Trading – Harga kakao terpantau mengalami penurunan pada perdagangan pekan lalu. Penurunan harga kakao dipicu oleh level produksi cokelat asal Afrika Barat dan Asia.

Produksi kakao asal Afrika Barat dan Asia yang melampaui prediksi memberi tekanan pada harga kakao dalam perdagangan pekan ini. Produksi kakao asal Afrika Barat serta Asia yang melampaui ekspektasi berimbas pada berkurangnya pengaruh sentimen positif dari kebijakan pembebasan bea impor cokelat Indonesia.

Sebelumnya, harga kakao sempat mengalami lonjakan akibat kebijakan pembebasan bea impor kakao Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan produksi lanjutan cokelat dalam negeri.

Pada perdagangan Bursa ICE Futures US pekan lalu, harga kakao terpantau mengalami penurunan. harga kakao berjangka untuk pengiriman Juli 2014 turun 0,98% ke tingkat harga 2.917 USD/ton atau turun 29 USD/ton.

Harga kakao diprediksi masih akan tetap berada pada trend melemah. Hal tersebut dilandasi oleh kondusifnya kondisi perkebunan kakao di wilayah Afrika Barat dan Asia dalam beberapa hari terakhir. (VN)

Happy Trading!