Sore Ini, AUDUSD Bergerak di Zona Hijau

australia_dollar--621x414

 

Analisatrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), Aussie dollar terpantau menguat terhadap dollar AS ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan AUDUSD terpantau menguat 0.39% dengan diperdagangkan pada level 0.7278.

Pergeseran harga mata uang Australia telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan AUDUSD bergerak di zona positif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka Aussie dollar berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback.

Bursa Eropa Dibuka Menguat

unieropa

Analisatrading – Bursa Eropa dibuka positif dengan indeks acuan kawasan mencatatkan kenaikan tipis ditengah volume perdagangan yang terpantau cukup kecil. Stoxx Europe 600 dibuka naik 0.4% ke level 366.03. DAX Jerman dibuka menguat 0.9% ke level 10,745.94. CAC Prancis juga dibuka menguat 0.9% ke level 4,657.80. Sementara itu, FTSE Inggris dibuka datar di level 6,255.31

timah

Pada perdagangan di bursa komoditas Kuala Lumpur Tin Market siang ini harga timah tampak masih melanjutkan pergerakan menguatnya (2/9). Harga logam industri ini melejit kencang selama empat sesi belakangan didukung oleh aksi bargain hunting setelah pada akhir bulan Agustus lalu sempat melempem hingga ke bawah level 14.000 dollar per ton.

Untuk jangka panjang harga timah masih rentan terhadap penurunan lanjutan akibat kekhawatiran turunnya permintaan dari Tiongkok. Pada perdagangan bulan Agustus lalu harga timah di bursa komoditas Malaysia (KLTM) sempat terpukul hingga mencapai ke level 13.700 dollar per ton.

Pelemahan yang signifikan tersebut mendorong terjadinya aksi bargain hunting. Terlebih lagi di bursa LME juga harga timah berjangka terpantau sempat mengalami rally meskipun di akhir perdagangan malam tadi harga timah di pasar komoditas tersebut berakhir dengan membukukan penurunan.

Harga timah di bursa komoditas Malaysia terpantau mengalami penguatan lanjutan siang ini. Harga logam industri ini diperdagangkan pada posisi 15.200 dollar per ton, menguat sebesar 100 dollar atau setara dengan 0,66 persen.

Di akhir perdagangan LME dini hari tadi harga timah berjangka untuk kontrak 3 bulan ke depan justru bergerak melemah. Harga komoditas ditutup turun sebesar 25 dollar atau 0,16 persen dan berakhir di posisi 15.200  dollar per ton.

Analyst memperkirakan bahwa pergerakan harga timah Malaysia pada perdagangan selanjutnya akan menghadapi level support kuat di posisi 14.900 dollar dan 14.600 dollar. Akan tetapi jika terjadi peningkatan lanjutan harga tembaga akan menghadapi level resistance di 15.500 dollar dan 15.800 dollar (VN)

euro2

AnalisaTrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(1/9), euro terpantau menguat terhadap dollar AS pasca dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Eropa.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, EURUSD menguat 0.86% di level 1.1309 dimana pasangan tersebut telah ditutup menguat di sesi sebelumnya pada level 1.1213.

Euro terlihat terus melanjutkan penguatan terhadap dollar AS pada hari ini setelah berhasil ditutup menguat di sesi sebelumnya ditengah membaiknya kondisi ekonomi Eropa. Tanda – tanda pemulihan ekonomi Eropa tersebut telah ditandai dengan sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur Jerman telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 53.3 di bulan Agustus dari 51.8 di bulan Juli.

Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh German Federal Employment Agency menyebutkan bahwa unemployment change Jerman mengalami penurunan sebanyak -7K di bulan Agustus setelah naik sebanyak 8K di bulan Juli.

Pada laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur zona euro telah alami kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 52.3 di bulan Agustus dari 52.4 di bulan Juli.

Sementara itu, pergerakan EURUSD nantinya akan kembali di uji ketika pasar akan dihadapkan dengan serangkaian laporan PMI Manufaktur, anggaran belanja konstruksi, dan penjualan kendaraan bermotor di wilayah Amerika. (FC)

Yen Jepang Sesi Eropa Menguat Pada 12 Agustus

Yen-and-Aussie-Dollar

 

AnalisaTrading – Yen Jepang di sesi Eropa hari ini (12/8) mampu mengoreksi pelemahanya terhadap dollar AS setelah dua hari berturut-turut tergerus. Yen tampaknya mendapat sentimen profit taking penguatan dollar AS dan sentimen positif dari laporan data pertumbuhan produksi industri Jepang.

Pelemahan Yen pagi di sesi Asia terkena dampak sentimen dua kali berturut-turut bank sentral Tiongkok (PBoC) mendevaluasi lagi nilai Yuan sebanyak 1.62% setelah kemarin sebanyak 1.9%. Namun aksi yang terlalu reaktif dan tak terduga dari PBoC ini juga dapat memicu peningkatan permintaan asset safe haven seperti Yen, Dollar AS, atau Emas, dan kali ini dapat terlihat pada pergerakan Yen.

Sentimen positif yang memicu aksi profit taking pada pair USDJPY didapat dari Pertumbuhan Industri Produksi Jepang bulan basis tahunan untuk bulan Juni tumbuh menjadi 2.3% dari sebelumnya 2.0%, dan basis bulanannnya tumbuh 1.1% di atas perkiraan 0.8%. Data tersebut direspon dengan penurunan pair USDJPY dari tertinggi 125.27 menjadi saat ini (07:00:11 GMT) bergulir di kisaran 124.72.

Sedangkan pada perdagangan Selasa (11/8) pair ini ditutup bullish di harga 124.12 dari pembukaan 124.61 karena penguatan dollar AS juga dipicu pertumbuhan produktifitas non pertanian (Nonfarm Productivity) kuartal kedau tumbuh 1.3%. Pada hari itu juga USDJPY membentuk harga tinggi 125.20 dari rendah 124.51.

Untuk sesi New York, malam ini USDJPY akan dipengaruhi oleh perkembangan jumlah lowongan pekerjaan AS (JOLTs Job Opening) bulan Juni yang diperkirkan meurun dari sebelumnya 5.36M, serta pidato dari salah satu anggota The Fed.

Secara teknikal, Analyst melihat pergerakan bearsih USDJPY bersesuaian dengan kondisi over bought yang ditunjukan oleh stochastic 14.3.3 daily. Koreksi penguatan pair ini diperkirakan akan mendapatkan tahanan pada support di level retracment 61.8% di kisaran haraga 124.55.

Sehingga diperkirakan jika harga masih mampu bertahan di atas support 124.55 tersebut maka trend penguatan akan berlanjut untuk mencoba kembaki ke arah harga 125.00. Namun bila harga berhasil menembus support 124.55 tersebut maka diperkirakan lanjutan pelemahan berpotensi menemui target support berikutnya di kisaran 124.35 (VN)

Menguat, Harga Emas Antam Kini di Posisi Rp 560.000/Gram

Close-up of Gold Bars

Analisa Trading  – Pada perdagangan hari ini, Ranu (28/1) harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik dibandingkan perdagangan kemarin. Harga pembelian kembali (buyback) pun ikut menguat.

Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam harga emas Antam tercatat Rp 560.000/gram. Naik Rp 5.000/gram dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 555.000/gram.  Sementara harga buyback hari ini naik dari Rp 495.000/gram menjadi Rp 497.000/gram.

Adapun  harga emas Antam hari ini:  500 gram Rp 260.300.000, 250 gram Rp 130.250.000, 100 gram Rp 52.150.000, 50 gram Rp 26.100.000, 25 gram Rp 13.075.000, 10 gram Rp 5.260.000, 5 gram Rp 2.655.000, dan  1 gram Rp 560.000.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi, harga emas berjangka maupun spot tampak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Harga emas berhasil ditutup pada teritori positif setelah sempat menyentuh level paling rendah dalam 1,5 minggu. (FC)

Harga Kakao Terus Menguat, Pecahkan Rekor Tertinggi Baru

Analisa Trading – Harga kakao di Bursa ICE US pada penutupan perdagangan Senin 18 Agustus 2014 terpantau ditutup menguat. Penguatan harga kakao di Bursa ICE US dipicu oleh ekspektasi terhadap demand kakao global yang akan cenderung tinggi pada periode ini.

Potensi kondisi over supply pada kakao terpantau belum dapat menghentikan pergerakan harga kakao di Bursa ICE US. Pengiriman kakao asal Pantai Gading yang diperkirakan akan berada dalam level tinggi, masih tertutup oleh ekspektasi demand global yang diperkirakan akan kuat pada periode ini.

Terkait posis supply kakao, dilaporkan pada 17 Agustus lalu persediaan kakao siap kirim Pantai Gading berada di level yang sangat tinggi. Dilaporkan pada 17 Agustus persediaan kakao Pantai Gading di pelabuhan ekspor telah mencapai 1,7 juta tn atau lebih tinggi hingga lebih dari 17% dibandingkan pencapaian tahun 2013. Namun tingkatan supply tersebut, masih belum mampu menahan laju sentimen demand.

Pada perdagangan Senin 18 Agustus 2014 di Bursa ICE US, harga kakao terpantau ditutup menguat. Harga kakao berjangka ICE US untuk kontrak Desember 2014 ditutup menguat 0,52% ke tingkat harga $3.260/ton atau menguat $17/ton.

Analis  memprediksi harga kakao berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini di ICE US. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi teknikal yang telah jenuh menguat pada harga kakao. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3.225-$3.285 per ton. (VN)

Rupiah Menguat, Sentimen Internal dan Eksternal Positif

Analisa Trading – Mata uang rupiah tampak mengalami kenaikan terhadap dollar AS (16/5). Faktor utama yang mengakibatkan kenaikan nilai tukar adalah karena kondusifnya situasi politik di daam negeri jelang pemilu. Tampaknya para pelaku pasar cukup bisa menerima figure kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi capres.

Sementara itu factor dari luar juga turut mempengaruhi kondisi rupiah. Data dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain menunjukkan terjadinya pemulihan ekonomi yang cukup solid. Kesiapan ECB untuk mendukung pemulihan ekonomi kawasan euro dengan suntikan stimulus moneter juga memberikan keyakinan baru terhadap asset berisiko seperti rupiah.

Pada perdagangan hari ini rupiah terpantau berada pada posisi 11410 per dollar AS. Mata uang lokal ini mengalami kenaikan sebesar 36 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level 11446 per dollar AS.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan mata uang rupiah pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan lanjutan meskipun terbatas. Mata uang lokal ini berpotensi untuk bergerak pada kisaran 11400 – 11500 per dollar AS. (VN)