USDJPY Melemah Tipis di Sesi Eropa

Yen-and-Aussie-Dollar

Analisatrading – Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), yen terpantau menguat terhadap dollar AS ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan USDJPY terpantau melemah 0.04% dengan diperdagangkan pada level 120.36. Sedangkan terhadap mata uang utama lainnya dengan pasangan EURJPY menguat 0.15% di level 132.30 dan GBPJPY menguat 0.05% di level 179.24.

Pergeseran harga mata uang Jepang telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan USDJPY bergerak di zona negatif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka yen berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback. (FR)

Sore Ini, USDCHF Bergerak di Zona Merah

Forex Harian Dollar AS, Rebound Tipis

Analisatrading– Pergerakan pasar mata uang di hari Selasa(29/12), dollar AS terpantau melemah terhadap Swiss franc ketika sentimen pasar terlihat rehat sejenak sehingga menimbulkan dampak minimnya volume perdagangan pada pekan ini.

Jelang memasuki perdagangan di sesi Eropa, pasangan USDCHF terpantau melemah 0.19% dengan diperdagangkan pada level 0.9866.

Pergeseran harga mata uang Swiss franc telah terlihat mengalami penguatan terhadap dollar AS dimana pasangan USDCHF bergerak di zona negatif, ketika volume perdagangan yang cenderung sepi pada minggu ini. Minimnya transaksi perdagangan telah dipengaruhi oleh sebagian besar pasar yang tengah memperingat hari libur Natal dan Tahun Baru, sehingga ada pula para pelaku pasar yang telah menutup transaksi mereka pada tahun ini.

Meski sepinya perdagangan, namun pada pekan ini ada juga beberapa faktor penggerak harga di pasar yang data dari wilayah Amerika. Di hari ini, pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan neraca perdagangan AS,  inflasi harga rumah, dan kepercayaan konsumen AS. Sejalan dengan adanya jadwal laporan fundamental Amerika tersebut, maka Swiss franc berpotensi mengalami gejolak pergeseran harga terhadap greenback. (FR)

Indeks Berjangka Eropa Melunglai

Analisa Trading – Indeks berjangka Eropa lebih rendah dari pasar ekuitas terbuka pada hari Senin (5/1), dengan ketidakpastian politik di Yunani dalam sorotan menjelang pemilihan akhir bulan ini.

saham indonesia

Bursa Asia juga menurun. Euro menyentuh posisi terendah sembilan tahun terhadap dolar. Euro STOXX 50 dan Jerman DAX berjangka turun 0,4%, sementara CAC Perancis 40 futures turun 0,3%.

Data ekonomi yang lemah membebani bursa Eropa pada perdagangan hari pertama tahun ini, meskipun kerugian telah dikurangi dengan menumbuhkan harapan untuk langkah-langkah baru dari Bank Sentral Eropa demi meningkatkan zona euro.

Kebutuhan untuk merangsang pertumbuhan di Eropa disorot oleh terjaganya data manufaktur zona euro pada hari Jumat (2/1). Data menunjukkan terjadinya penurunan di Perancis dan melemahnya aktivitas di Jerman yang memberikan kontribusi untuk menekan indeks CAC Perancis sebesar 0,5% dan penurunan DAX Jerman sebesar 0,4%.

Manufaktur Inggris juga berkembang dengan kecepatan yang jauh lebih lemah dari yang diharapkan pada bulan Desember. Indeks FTSEurofirst 300 Eropa ditutup turun 0,4% pada 1.363,16 poin, sementara indeks Inggris blue-chip FTSE 100 turun 0,3%.

Indeks Spanyol IBEX naik 0,7%, Indeks Italia FTSE MIB naik 0,6% dan indeks ekuitas utama Yunani, ATG, menguat 1,2%.

 

Sumber: financeroll.co.id

Rupiah Rabu Melemah Sedikit terhadap Dollar

Analisa Trading – Pada perdagangan hari ini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau mengalami penurunan tipis (13/8). Rupiah cenderung melemah sementara dollar AS kembali menemukan momentum menguat terhadap rival-rivalnya.

Meredanya konflik di berbagai belahan dunia tampak membuat rupiah keluar dari jeratan pola melemah terhadap dollar AS. Akan tetapi mata uang ini masih memiliki risiko pelemahan, terutama akibat kondisi dalam negeri.

Dalam jangka pendek-menengah ini pergerakan nilai tukar rupiah akan mengikuti sentimen internal, hal itu dikarenakan kondisi di dalam negeri yang sedang menunggu hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan pilpres 2014.

Untuk hari ini pergerakan mata uang rupiah relatif santai. Mata uang tersebut berada pada posisi 11695 per dollar As. Rupiah mengalami penurunan tipis saja sebesar 6 poin atau 0.05 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analis  memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Rabu ini akan cenderung alami kondisi yang sideways dan terbatas. Mata uang lokal tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 11660 – 11720 per dollar AS. (VN)