GUBERNUR BI RESMIKAN PELUNCURAN MARKET CODE OF CONDUCT

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meresmikan peluncuran Market Code of Conduct (CoC) yang telah diterbitkan dan diserahkan oleh Indonesia Foreign Exchange Market Committee (Indonesia FEMC) sebagai acuan dalam bertransaksi di pasar keuangan.

“Saya sangat bersyukur, market code of conduct ini bisa terwujud dalam waktu dekat. Ini karya komite yang pada Agustus lalu dibentuk. Dengan terbitnya market code of conduct ini akan menjadi acuan transaksi di pasar keuangan dan juga akan meningkatkan kredibilitas pasar keuangan Indonesia baik secara regional dan global serta membantu upaya pendalaman pasar keuangan di Tanah Air,” ujar Agus saat peluncuran CoC di Gedung BI, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Penyerahan CoC itu sendiri merupakan wujud kesepakatan para pelaku pasar kepada otoritas untuk turut serta membangun pasar keuangan Indonesia yang kredibel, resilien, terjaga stabilitasnya, terus berkembang, dan kondusif untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, serta mampu bersaing di pasar internasional.

Acuan tersebut merupakan panduan berperilaku dan bertindak bagi setiap pelaku pasar dalam bertransaksi di pasar keuangan domestik. CoC ini bertujuan untuk mengatur perilaku serta meningkatkan disiplin dan integritas pelaku pasar di pasar keuangan di Indonesia yang mencakup manajemen senior, manajemen, dandealers yang terlibat transaksi keuangan secara langsung secara harian.

“Acuan ini juga memberikan landasan tentang bagaimana pelaku pasar berperilaku terutama yang bersifatover the counter (OTC) yang sesuai dengan prinsip-prinsip dan kebiasaan yang berlaku di pasar keuangan internasional. Indonesia FEMC menerbitkan panduan ini setelah melalui diskusi intens yang dilakukan bersama tim pendalaman pasar dari otoritas,” kata Ketua Indonesia FEMC Panji Irawan.

Dengan adanya CoC, lanjut Panji, diharapkan akan membantu pelaku pasar untuk memahami ketentuan dan peraturan perundang-undangan terkait pasar keuangan di Indonesia serta mematuhi aturan tersebut dengan didukung standar integritas serta profesionalisme yang tinggi sesuai dengan best market practicesyang ada dalam bertransaksi di pasar keuangan.

“Para pelaku pasar pun diharapkan dapat menjiwai dasar-dasar dan prinsip-prinsip perilaku dalam CoC ini, baik yang tertulis maupun tidak tertulis (tersirat),” ujar Panji.

FEMC yang beranggotakan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan bank dan perwakilan asosiasi, diresmikan oleh Gubernur Bank Indonesia pada 1 April 2014. Pembentukan komite ini dilatarbelakangi pentingnya komunikasi dan koordinasi antara regulator dengan pelaku pasar, termasuk asosiasi yang terkait dengan pasar keuangan.

Visi Indonesia FEMC adalah membangun pasar keuangan Indonesia yang kredibel, resilien, terjaga stabilitasnya, terus berkembang dan kondusif untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, serta mampu bersaing di pasar internasional