Harga CPO Bursa Malaysia Masih Ikuti Arahan Minyak Dunia

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan Rabu 17 Desember 2014 terpantau sedang mengalami pelemahan. Pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh sentimen negatif dari pergerakan harga minyak mentah dunia.

Terus anjloknya harga minyak mentah dunia terpantau kembali membuat harga CPO di Bursa Malaysia untuk terpuruk pada awal perdagangan hari ini. Pelemahan harga minyak mentah dunia yang akan berpengaruh pada semakin sengitnya persaingan di pasar sektor energi, membuat demand terhadap biodiesel mengalami tekanan. Dampak dari hal tersebut, demand CPO pun ikut terancam dan mengakibatkan dorongan pelemahan di Bursa Malaysia.
12-rambe-01sawit3
Meskipun demikian, pelemahan harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangna hari ini masih sedikit terbatasi oleh pergerakan nilai Ringgit Malaysia. Nilai Ringgit Malaysia yang sedang mengalami pelemahan terhadap Dollar AS, cukup menahan arus pelemahan akibat insentif aksi beli di Bursa Malaysia.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,57% ke tingkat harga 2.108 RM/ton atau melemah 12 RM/ton.

Sementara dari perdagangan CPO di bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pergerakan melemah hari ini. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Februari 2015 sedang turun 0,65% ke tingkat harga Rp 7.660 atau meelmah Rp 50.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga CPO akan cenderung melemah pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya tekanan pelemahan minyak mentah dunia terhadap demand CPO di pasar global.

sumber: vibiznews.com

Harga CPO Bursa Malaysia Bergerak Melemah Disaat Sentimen Lemah

Analisa Trading – Harga CPO di Bursa Malaysia pada awal perdagangan hari ini, Senin 29 September 2014, terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Pelemahan pada harga CPO di Bursa Malaysia dipicu oleh kondisi sentimen yang masih lemah di awal pekan.

Belum adanya dorongan fundamental kuat pada pergerakan harga CPO di Bursa Malaysia diawal perdagangan pekan ini terpantau lebih memicu harga CPO untuk bergerak melemah. Pelemahan harga CPO diduga disebabkan oleh aksi wait and see yang diperburuk oleh masih cenderung kuatnya tekanan faktor substitusi dari kedelai dan minyak mentah dunia. Dampak dari hal tersebut, meskipun tidak signifikan, harga CPO sedang mengalami pelemahan.

Sebelumnya, pergerakan harga CPO sedang berada dalam trend bullish cukup kuat di bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh data ekspor sawit Malaysia yang mengalami penguatan sepanjang periode September 2014. Diluar hal tersebut, ekspektasi demand CPO juga terangkat akibat kebijakan pajak ekspor sawit Malaysia.

Pada awal perdagangan hari ini di Bursa Malaysia, harga CPO terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO berjangka Bursa Malaysia untuk kontrak Desember 2014 sedang turun 0,32% ke tingkat harga 2.170 RM/ton atau melemah 7 RM/ton.

Sementara pada awal perdagangan CPO di bursa ICDX, harga CPO juga sedang mengalami pergerakan melemah. Harga CPO berjangka ICDX untuk kontrak Desember 2014 sedang turun 0,55% ke tingkat harga Rp 8.205 atau melemah Rp 45.

Analis  memprediksi harga CPO akan cenderugn bergerak melemah pada perdagangan hari ini di Bursa Malaysia. Hal tersebut dilandasi oleh masih adanya potensi aksi pengambilan profit pekan lalu disaat arahan sentimen masih lemah. (VN)

Malaysia Bisa Jual BBM Sekelas Pertamax Plus Rp 7.350/Liter, Ini Alasannya

Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang dijual di Malaysia adalah jenis RON 95 atau sekelas Pertamax Plus dengan harga sekitar Rp 7.350/liter. Di Indonesia bensin jenis ini dijual sekitar Rp 12.000/liter.

Pengamat energi yang juga Mantan Dirjen Migas Luluk Sumiarso menjelaskan, lebih unggulnya Malaysia dalam menghasilkan produk BBM lantaran perusahaan energi di negeri tersebut memiliki lapangan migas yang lebih banyak.

Pemerintah Malaysia memberikan kepada perusahaan migasnya untuk melakukan eksplorasi lapangan migas.

minyak mentah 2“Perusahaan migas di sana (Malaysia) diberikan keleluasaan untuk melakukan eksplorasi. Mereka diberi dana yang besar untuk menemukan lapangan migas baru. Jadi mereka punya banyak lapangan migas, cadangannya juga jadi banyak,” terang Luluk di Kahmi Center, Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Dengan jumlah lapangan migas yang lebih banyak, Malaysia memiliki cadangan migas yang lebih besar. Karena itu, negara ini memiliki keleluasaan untuk memproduksi BBM dengan standarisasi yang lebih unggul.

Hal ini jelas berbeda dengan Indonesia yang menerapkan sistem cost recovery. Di mana perusahaan migas hanya didukung pembiayaannya setelah memperoleh lapangan yang potensial.

“Dari sisi bisnis kan jadinya sulit. Karena mereka dihadapkan dengan risiko lapangan migas yang dieksplorasi ternyata tidak memiliki cadangan migas. Karena takut risiko, jadi eksplorasinya lebih sedikit, kalau enggak eksplorasi bagaimana mau dapat lapangan migas? Bagaimana mau berproduksi,” papar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Satuan Kerja Kusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Gde Pradnyana mengatakan, Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri saja, lapangan migas di Indonesia tidak mencukupi.

Hal ini dikarenakan sebagian besar lapangan-lapangan tersebut merupakan lapangan migas yang telah dieksploitasi (dikuras cadangan migasnya) selama lebih dari 40 tahun.

“Kalau dulu itu kita tarik minyak yang mengandung air, kalau sekarang kita tarik air yang mengandung minyak. Jadi jelas kualitasnya sudah menurun, sementara kita gak punya lapangan baru,” tuturnya.

Untuk itu, diperlukan dukungan pemerintah dalam mendorong perusahaan-perusahaan migas dalam melakukan eksplorasi atau pencarian sumur-sumur baru