Pagi Ini, Harga Logam Mulia Terpantau Turun

Analisa Trading – Pada perdagangan bursa komoditi logam mulia di hari Kamis(21/8), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah ketika dirilisnya hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral AS di bulan Juli lalu.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.37% di level $1.290.40 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Di sesi sebelumnya, harga emas telah terpantau ditutup lebih rendah $1.50 di level $1.295.20 per troy ounce.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman September telah diperdagangkan lebih rendah pada pagi hari ini, dengan terpantau turun sebesar 0.28% di level $19.443 per troy ounce setelah ditutup turun 22 sen di level $19.41 per troy ounce.

Pada hasil pertemuan kebijakan tanggal 29-30 di bulan Juli lalu, Bank Sentral AS telah menetapkan tingkat suku bunga untuk tetap sebesar 0.25% dan melakukan pemangkasan pada program pembelian obligasinya menjadi $25 milyar per bulan dari $35 milyar per bulan.

The Fed juga menyatakan bahwa secara keseluruhan ekonomi di wilayah AS telah alami pemulihan, meski pada pasar tenaga kerja masih tetap mengalami kendala.

Sementara itu, serangkaian data ekonomi AS dijadwalkan akan dirilis pada Kamis malam ini meliputi sebuah laporan klaim pengangguran, PMI manufaktur, serta penjualan rumah di wilayah ini. (FC)

Harga Logam Mulia Terpantau Turun, Namun Emas Berjangka Bertahan Diperdagangkan di Atas $1.300

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditi logam mulia di hari Jumat(20/6), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah ketika melemahnya kebijakan moneter global serta ketegangan di wilayah Timur Tengah telah mendukung aksi safe haven di kalangan para pelaku pasar.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Agustus telah diperdagangkan lebih rendah 0.33% di level $1.309.70 per troy ounce pada divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih rendah 0.05% di level $20.638 per troy ounce.

Peningkatan permintaan safe haven untuk logam mulia telah terjadi di kalangan para pelaku pasar, semenjak harga emas mengalami rally yang cukup panjang dengan kembali diperdagangkan  di atas level $1.300 per troy ounce. Rally emas berjangka berawal ketika hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve AS menyatakan bahwa suku bunga tetap berada di level 0.25%. Namun pada laju program stimulus The Fed, Bank Sentral AS telah kembali memangkas hasil program pembelian obligasi mereka sebesar $10 milyar, menjadi $35 milyar per bulannya, yang mana sebelumnya untuk laju program stimulus oleh The Fed adalah sebesar $45 milyar.

Pada sesi perdagangan hari Kamis kemarin, hasil data ekonomi AS juga terlihat memberikan dukungannya untuk memperkokoh kenaikan harga emas dan perak, yang mana sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS memperlihatkan bahwa warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran di wilayah AS telah turun sebanyak 6.000 menjadi 312.000 pada pekan yang berakhir 14 Juni.

Sementara itu, laporan terpisah lainnya yang turut memberikan dukungan harga emas menguat telah datang dari sebuah laporan Bank Sentral Philadelphia yang melaporkan bahwa indeks manufaktur telah naik pada penyesuaian musiman sebesar 17.8 di bulan Juni, dari 15.4 di bulan Mei, dan dilanjutkan dengan data yang dirilis oleh Conference Board yang menyatakan bahwa index ekonomi untuk wilayah AS  telah mengalami kenaikan sebesar 0.5% di bulan Mei yang disesuaikan secara musiman, menjadi 101.7 di bulan Mei. (FC)

Berlangsungnya Perdagangan di Sesi Asia, Harga Logam Mulia Diperdagangkan Lebih Tinggi  Metals / News

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditi emas di hari Senin(26/5), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan diperdagangkan lebih tinggi ketika logam mulia mengalami berakhir lebih rendah di sesi sebelumnya.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih tinggi 0.14% di level $1.293.70 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange, ketika emas berjangka pengiriman Juni telah ditutup turun 0.25%, atau $3.30 di level $1.291.70 per troy ounce di sesi sebelumnya.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli terpantau diperdagangkan lebih tinggi 0.21% di level $19.458 per troy ounce, setelah ditutup turun sebesar 0.52%, atau 10.2 sen di level $19.41 per troy ounce, dengan mencatat kenaikan mingguan sebesar 0.46% atau 9.0 sen.

Penguatan pada mata uang dolar AS pada umumnya telah melemahkan harga emas, ketika emas berjangka telah menjadi daya tarik sebuah aset alternatif. Diperkirakan dalam sepekan ini para pelaku pasar emas akan memusatkan perhatian mereka terhadap perkembangan yang terjadi di wilayah Ukraina untuk membantu perhitungan daya tarik safe haven pada logam mulia.

Sementara itu, sebuah laporan resmi yang dirilis di hari Jumat kemarin oleh Komisi Perdagangan Komoditi Berjangka  menyatakan bahwa dana lindung dan pengelola uang telah menurunkan taruhan mereka terhadap emas berjangka di minggu yang berakhir pada 20 Mei, dengan meninggalkan pembelian bersih yang turun sebesar 4.2% sebanyak 90.358 kontrak,  dari 94.329 kontrak di minggu sebelumnya. (FC)

Jelang Sore, Harga Logam Mulia Terpantau Naik

Analisa Trading – Perdagangan bursa komoditi emas di hari Kamis(22/5), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih tinggi menjelang dirilisnya serangkaian data ekonomi di wilayah Eropa dan AS hari ini.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih tinggi 0.55% di level $1.295.20 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli juga diperdagangkan lebih tinggi 1.02% di level $19.538 per troy ounce.

Para pelaku pasar tengah berfokus kepada hasil notulen pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral AS di bulan April yang dirilis dini hari tadi, dimana hasil tersebut berguna memperluas wawasan mereka tentang pandagangan bank sentral terhadap ekonomi AS.

Federal Reserve AS telah melakukan pemangkasan pada program pembelian obligasi mereka pada tahun 2014 ini, ditengah tanda-tanda bahwa pemulihan di pasar tenaga kerja AS terus berlanjut, namun The Fed juga telah menegaskan bahwasanya mereka juga akan tetap pertahankan suku bunga berada di level rendah ketika program stimulus mereka berakhir. (FC)