Rupiah Lebih Kokoh di Akhir Pekan

Dibanding dengan sesi kemarin, nilai tukar Rupiah hari ini cenderung lebih kuat saat terpantau di pasar spot antar bank pada perdagangan akhir pekan (Jumat, 25/4).

Rp

Rupiah mengambil kesempatan dari melemahnya dollar AS (USD) yang tertekan oleh penguatan yen Jepang terkait memanasnya lagi situasi di Ukraina. Eskalasi ketegangan politik di kawasan itu menyebabkan investor mencari aset aman seperti safe-haven yen dan logam mulia emas, sehingga sontak USD mengalami tekanan. Selain itu, faktor geopolitik tersebut juga turut menyusutkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Dan secara umum hari ini USD terus terkikis terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Padahal sebelumnya, dolar AS sempat rally setelah data ekonomi durable goodsAS bulan Maret muncul di atas ekspektasi. Indeks dollar (USD=), yang menjadi patokan nilai dollar terhadap enam mata uang utama di seluruh dunia, tercatat turun di bawah batasana angka 80.0 atau ke level 79.75.

Menjelang jam 15.00 WIB, kurs Rupiah mampu parkir di kisaran Rp.11570 setelah rally hingga Rp.11555 dengan titik terlemahnya berada di level Rp.11610, platform Reuters. Level ini lebih kuat bila dibanding dengan harga penutupan sesi kemarin (24/4) di level Rp.11605 dan hanya mampu menguat ke level Rp.11590Namun demikian penguatan mata uang Garuda ini kembali terbatas lantaran kebutuhan dollar dalam negeri untuk kalangan pengusaha maupun ekspatriat mengalami peningkatan. Maklum saja karena mereka sebagian besar harus menggunakan dollar untuk memenuhi kewajibannya maupun repatriasi.