Pengangguran Meningkat Di Korea

Analisa Trading –  Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Jumat(12/09) menunjukan bahwa tingkat pengangguran Korea Selatan telah alami peningkatan di bulan Agustus.


Menurut laporan dari Kantor Nasional Statistik, menunjukan bahwa tingkat pengangguran Korea Selatan telah alami peningkatan pada penyesuaian musiman menjadi 3.5%, dari 3.4% di bulan sebelumnya.

Analis telah memperkirkan tingkat pengangguran Korea Selatan untuk stabil di 3.4%.

Sumber : Financeroll

Korea Selatan Pangkas Suku Bunga Pertama Kalinya Setelah 15 Bulan  Economic & Politics / News

Analisa Trading – Bank sentral Korea Selatan pada hari ini Jumat (15/8) memangkas acuan suku bunga menjadi 2,25%. Hal tersebur merupakan upaya dari pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkecil beban utang rumah tangga bangsa.

Pertama kalinya dalam rentang setahun lebih 3 bulan, Bank Sentral Korsel merubah tingkat suku bunga, setelah mengikuti dari pengumuman bulan lalu mengenai paket stimulus ekonomi sebesar $40 miliar yang mencakup peminjaman longgar.

Kepala Gubernur BoK Lee Ju-yeol mengatakan, bank sentral mengambil kebijakan untuk bertindak secara “pre-emptively” untuk mendukung ekonomi.

“Analisis menunjukkan suku bunga akan mempercepat konsumsi dan investasi, dan efeknya akan lebih kuat bersama-sama dengan kebijakan pemerintah,” katanya.

Beberapa ekonom mengatakan rencana resiko stimulus terburuk yaitu tinggi tingkat utang konsumen, ditambah dari masalah biaya pinjaman lebih murah yang dihasilkan dari suku bunga bank sentral.Hutang rumah tangga Korea Selatan sendiri memiliki lebih dari dua kali lipat dari satu dekade yaitu hampir sekitar $1 triliun.

BoK menunjukkan pergeseran dovish dalam pertemuannya kemarin, di mana satu anggota dewan membuat suara menentang keputusan terhadap kebijakan tersebut. Menit dari pertemuan Juli menunjukkan bahwa pre-emptively juga dapat berakibat terhadap penurunan terhadap pertumbuhan.

Hingga akhirnya Menteri Keuangan Choi Kyung-hwan mengumumkan rencana stimulus dan menekankan kerjasama dengan BOK dalam mendorong terselubung pelonggaran moneter.

Sebagai tindak lanjut dengan paket stimulus, pemerintah telah mengumumkan serangkaian langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga dan pengeluaran konsumen. Pekan lalu, Seoul mengatakan akan menawarkan cadangan pajak untuk perusahaan yang menggunakan uang mereka untuk meningkatkan upah dan mengembalikan uang kepada para pemegang saham. Bulan lalu, BoK memangkas perkiraan pertumbuhan tahun ini menjadi 3.8% dari 4%. (FC)

Transaksi Berjalan Korea Selatan Surplus $7.12 Milyar Di Bulan April

Analisa Trading  – Sebuah data resmi yang dirilis pada hari Selasa(24/06) menunjukan bahwa transaksi berjalan Korea Selatan surplus di bulan April.

Menurut data yang telah dikumpulkan oleh Bank Sentral Korea, transaksi berjalan Korea Selatan surplus ke $7.12 milyar di bulan April.

Paska dirilisnya data tersebut, USDKRW diperdagangkan melemah 0.02% di level 0.1800. (FC)

Neraca Pembayaran Korea Selatan Surplus Secara Tahunan

Analisa Trading – Surplus transaksi berjalan Korea Selatan saat ini dilaporkan menyempit sedikit pada bulan April lalu, namun ekspor mobil dan baja tetap kuat yang membawa neraca pembayaran selalu surplus 26 bulan terakhir.

Bank of Korea melaporkan surplus pada neraca pembayaran Korea Selatan sebesar $ 7,12 miliar pada bulan April, yang  turun 2,2 persen dari revisi US $ 7,29 miliar  pada bulan Maret lalu. Namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, surplus naik 56,5 persen dari US $ 2,57 miliar.

korsel

Indeks  inti turun dari surplus $ 7,35 miliar pada bulan Maret tetapi naik dari surplus $ 4,52 miliar pada bulan Februari. Sedangkan pada neraca keuangan, pengeluaran bersih sebesar $ 6,24 miliar, naik dari $ 5,78 miliar pada bulan sebelumnya.

 

Surplus neraca pembayaran barang melebar menjadi $ 10,65 miliar, dari $ 7,97 miliar pada bulan sebelumnya, karena ekspor yang menguntungkan produk seperti mobil penumpang dan produk baja seperti dalam laporan Bank of Korea tersebut.

 

Selain itu juga tercatat, defisit neraca jasa melebar ke US $ 1,04 miliar dari $ 0,65 miliar pada bulan sebelumnya, karena memburuknya  transportasi.

 

Neraca pendapatan utama bergeser ke defisit $ 1,62 miliar, dari surplus Maret sebesar $ 0,32 miliar dikarenakan konsentrasi pembayaran dividen antar Negara oleh perusahaan-perusahaan yang tahun fiskalnya berakhir pada bulan Desember, demikian Bank of Korea menambahkan.

 

Pada investasi langsung, pengeluaran bersih sebesar $ 2,16 miliar, naik sedikit dari $ 2,02 pada bulan sebelumnya. Investasi portofolio bergeser ke net inflow $ 1,66 miliar dari net outflow $ 2,01 miliar pada bulan sebelumnya, karena pergeseran arus masuk bersih investasi ekuitas investor asing.

 

Investasi lainnya mencatat pengeluaran bersih sebesar $ 5,94 miliar, naik dari $ 0,47 miliar pada bulan sebelumnya karena peningkatan baik pinjaman luar negeri dan deposit dengan lembaga keuangan domestic. Cadangan devisa naik $ 0,67 miliar. (FC)