Harga Kopi Arabika Melambung Tinggi Pekan Lalu

Harga kopi Arabika di Bursa ICE US pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga kopi pada pekan lalu dipicu oleh penguatan sentimen positif dari kekhawatiran akan dampak kekeringan pada kerusakan kopi Brasil.

Beberapa rilis prediksi terkait output kopi Brasil pada pekan lalu, terpantau berhasil melambungkan harga kopi hingga sempat menembus level tertinggi 3 bulan. Direvisinya beberapa proyeksi output kopi Brasil ke level yang lebih buruk dari prediksi sebelumnya, menjadi hal yang menyebabkan harga kopi kembali menguat pekan lalu.

Revisi proyeksi output Brasil oleh Terra Forta dan Citigroup pada pekan lalu terpantau menjadi fundamental kuat terhadap pergerakan harga kopi Arabika di ICE US. Kedua lembaga yang sama-sama menurunkan proyeksi output kopi Brasil, membuat investor semakin yakin akan kerusakan pada lahan kopi Brasil.

Berdasarkan rilis data proyeksi oleh kedua lembaga, Terra Forte memprediksi output kopi Brasil akan turun sebesar 20-30%, sementara Citi Group merevisi prediksi pada April dengan penurunan sebesar 5,6% dari data bulan tersebut. Dengan revisi prediksi tersebut, maka pada periode 2014/2015 output kopi Brasil diperkirakan akan berada di level 45,8 juta kantong berdasarkan Terra Forte dan 41,75 juta kantong berdasarkan Citigroup.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga kopi Arabika terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 naik hingga 7,37% ke tingkat harga $192,35/ton atau menguat $13,20/ton.

Sementara pada perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau mengalami pergerakan menguat signifikan pekan lalu. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 naik 4,02% ke tingkat harga $2.097/ton atau menguat $81/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen positif dari dua lembaga yang sama-sama memprediksi penurunan signifikan pada output kopi Brasil selaku penghasil kopi terbesar global. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $185-$215 pada Arabika dan $2075-$2155 pada Robusta.

Potensi Krisis Supply Masih Tinggi, Harga Kopi Arabika Anjlok

Analisa Trading – Harga kopi Arabika pada perdagangan Kamis 8 Mei 2014 di Bursa ICE Futures US terpantau menurun tajam. Penurunan harga kopi tetap terjadi meskipun potensi peningkatan harga kopi masih tinggi akibat kekeringan di Brazil.

Kekeringan panjang di Brazil yang mengakibatkan harga kopi terus melambung sepanjang tahun ini seperti mengalami pelemahan pengaruh pada perdagangan kopi pekan ini. Harga kopi, terpantau berada dalam trend pelemahan yang juga didukung oleh aksi taking profit. Pelemahan harga kopi sepanjang pekan ini, diduga oleh para investor yang masih menimbang apakah masih akan ada peningkatan harga kopi mengingat harga kopi sudah melambung sangat tinggi sepanjang tahun ini.

Harga kopi Arabika di Bursa ICE Futures US pada perdagangan Kamis 8 Mei 2014 terpantau melemah signifikan. Harga kopi Arabika berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 2,74% ke tingkat harga $1,955/pon atau melemah $0,055/pon.

Harga kopi Robusta di Bursa LIFFE pada perdagangan Kamis 8 Mei 2014 juga mengalami pelemahan. Kopi Robusta berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 0,51% ke tingkat harga $2.134,/ton atau melemah $11/ton.

Harga kopi diprediksi akan kembali berada dalam trend penguatan. Hal tersebut dilandasi oleh kekeringan yang masih berlangsung di Brazil serta potensi El Nino yang dapat memperburuk output produksi kopi Arabika Brazil serta Robusta Mianmar. (VN)

Happy Trading!