Gambaran Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Eropa; Jerman Lesu, Italia Deflasi, Prancis Stagnan

Analisa Trading – Pertumbuhan ekonomi Jerman terpantau mengalami kontraksi yang cukup mengejutkan pada kuartal kedua lalu, kontraksi ini adalah yang pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kontraksi ini menambah deretan keraguan baru tentang pemulihan Eropa setelah Italia resmi mengalami resesi dan pertumbuhan kegiatan ekonomi Prancis terbilang stagnan stagnan.

Perdagangan luar negeri, yang selama ini telah menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi Jerman, khususnya di sektor konstruksi terus menunjukkan penurunan sebesar 0,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut sebuah survei yang dilakukan sebelum data Jerman dan Prancis dirilis, pertumbuhan ekonomi di kawasan euro diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,1 persen pada kuartal kedua lalu menyusul pertumbuhan sebesar 0,2 persen pada kuartal pertama.

Namun sepertinya yang terjadi adalah sebaliknya, pekan lalu, Italia baru saja melaporkan penurunan  PDB nya sebesar 0,2 persen pada kuartal kedua lalu. Perekonomian Prancis juga terlapor stagnan pada kuartal tersebut, sesuai dengan data yang baru saja dirilis siang ini.

Beralih ke Jerman, dengaan lesunya kegiatan impor karena berbagai ketegangan politik yang melanda pasar global maka permintaan domestik menjadi  satu-satunya titik terang dalam mendongkrak pendapatan Negara pada kuartal ini. Konsumsi masyarakat mampu naik sedikit dan pasar tenaga kerja cukup mengalami pemulihan  dengan meningkatnya upah dan inflasi rendah.

Selama ini perekonomian Jerman selalu terbukti menjadi yang terkuat diantara Negara-negara Eropa lainnya meskis edang dilanda krisis tetapi akhirnya Negara terkuat no.1 di Eropa ini mulai memasuki fase melambat menjelang akhir tahun 2012.

Data terbaru lainnya yang juga telah mengecewakan adalah turunnya pesanan industri dimana penurunan ini menjadi yang  paling tajam dalam hampir tiga tahun terakhir ini. Demikian juga dengan output dan ekspor hanya mampu naik tipis.

Serangkaian perusahaan Jerman, mengakhiri kuartal kedua lalu dengan penurunan laba yang cukup tajam dan mulai mengeluh bahwa krisis yang terjadi di Eropa saat ini berdampak cukup besar terhadap kegiatan bisnis mereka dan dikhawatirkan jika ketegangan geopolitik tidak juga mereda akan kian membawa dampak negative bagi Negara ini. (VN)