Harga Karet Tocom Terus Tertekan Penurunan Harga Minyak Mentah

karet-tocom

Analisatrading – Harga karet alami berjangka Tocom pada perdagangan Selasa siang (29/12) terpantau turun. Penurunan harga karet Tocom terjadi karena melemahnya kembali harga minyak mentah dunia di perdagangan Asia pagi ini.

Harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 3,39 persen, pada 36,81 dollar per barel. pada penutupan perdagangan Selasa dinihari tadi, tertekan oleh konsumsi minyak mentah Jepang yang lemah dan kekhawatiran baru tentang kelebihan pasokan (VN)

Harga Karet Tocom Terjerat Sentimen Negatif

karet

AnalisaTrading – Harga karet alami berjangka di akhir perdagangan bursa Tocom siang ini terpantau membukukan penurunan yang signifikan (12/8). Harga karet alami Tocom kembali terpukul melemah akibat penurunan harga minyak mentah yang makin mengkhawatirkan.

Harga karet alami berjangka Tocom mengalami penurunan sejak awal perdagangan pagi tadi. Pergerakan harga minyak mentah hari ini memang mulai rebound tetapi masih belum menjauh dari level terendah dalam 6 tahun belakangan yang terjadi pada perdagangan kemarin.

Sementara itu kenaikan nilai tukar yen juga menjadi penyebab penurunan harga karet alami Tocom. Hari ini yen Jepang menguat dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sehingga harga karet dalam yen bagi pembeli luar negeri menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Pada perdagangan hari ini harga karet alami berjangka ditutup di teritori negatif. Harga karet berjangka untuk kontrak paling aktif di bursa komoditas Tokyo yaitu  kontrak bulan Januari 2016 berakhir dengan membukukan penurunan sebesar 1,9 yen atau setara dengan 0,97 persen menjadi 194,1 yen per kilogram.

Analyst  memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka di Tocom pada perdagangan selanjutnya akan kembali dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar yen Jepang dan harga minyak mentah. Kedua indikator tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pergerakan harga karet alami Tocom.

Harga komoditas karet berjangka di bursa Tocom akan mengetes level support di 190,00 yen dan 187,00 yen. Harga akan menemui resistance pada level 200,00 dan 205,00 yen. (VN)

Harga Karet Tocom Kembali Terangkat, Nilai Yen Picu Aksi Beli

Analisa Trading – Harga karet di Bursa Tocom pada awal sesi perdagangan siang hari ini, 20 Agustus 2014, terpantau sedang mengalami penguatan. Penguatan harga karet di Bursa Tocom dipicu oleh sentimen positif dari pergerakan nilai mata uang Yen dan pergerakan menguat pada harga minyak mentah Brent pada perdagangan Selasa lalu.

Meskipun demand pasar Tiongkok yang masih dianggap lemah, penguatan harga karet di Bursa Tocom dalam 2 hari terakhir masih berlanjut sejauh ini pada perdagangan awal sesi siang. Pengaruh dari terus melemahnya nilai Yen akibat mulai rapuhnya dorongan geopolitik yang menguatkan harga Yen selaku safe haven membuat harga karet Tocom menjadi relatif lebih murah. Dampak dari hal tersebut, harga karet di Tocom pun terangkat akibat aksi beli para investor.

Selain faktor pelemahan Yen, harga karet juga cukup mendapat support dari pergerakan harga minyak mentah Brent. Harga minyak mentah Brent yang rebound pada penutupan dini hari tadi sedikit memberikan dorongan penguatan pada harga karet di Tocom. Walaupun demikian, reboung yang relatif terbatas pada harga minyak mentah Brent, diperkirakan tidak akan mampu menggerakan harga karet untuk menguat signifikan.

Pada awal perdagangan sesi siang hari ini di Bursa Tocom, harga karet terpantau sedang mengalami penguatan. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Januari 2015 naik 0,56% ke tingkat harga 199 Yen/kg atau menguat 1,1 Yen/kg.

Sementara pada perdagangan di Bursa Shanghai Future Exchange, harga karet masih belum mengalami perubahan. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak Januari 2015 masih berada di tingkat harga 14.935 Yuan/ton.

Analis memprediksi harga karet berpeluang untuk menguat akibat dorongan pelemahan Yen. Namun, pergerakan juga akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga di SHFE dan aksi wait and see terhadap data manufaktur Tiongkok yang baru akan rilis Kamis mendatang. (VN)

 

EKSPOR KARET SUMUT TURUN 4,06 PERSEN

Volume ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) pada periode Januari-April 2014 mencapai 167,17 juta kilogram (kg) atau turun 4,06 persen dibanding periode yang sama 2013 akibat permintaan yang melemah.

“Pada Januari-April 2013, ekspor masih bisa 174,16 juta kg, sementara periode sama tahun ini hanya 167,17 juta kg lebih,” kata Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Minggu (25/5/2014).

Menurut dia, turunnya volume ekspor karet Sumut maerupakan dampak perekonoman yang masih lesu termasuk di negara pembeli utama yaitu Tiongkok.

Permintaan yang lemah juga membuat harga ekspor bertahan bahkan cenderung semakin rendah. Harga karet SIR 20 di bursa Singapura 21 Mei 2014 misalnya ditutup hanya 1,71 dolar AS per kg untuk pengapalan Juni 2014.

Bahkan untuk pengapalan Juli 2014 turun lagi atau hanya 1, 711 dolar AS per kg.

“Kalau volume turun terus, maka bisa jadi volume ekspor karet Sumut tahun ini di bawah realisasi 2013 yang sebesar 509,13 juta kg,” katanya.

Padahal pada 2013, saat harga juga masih rendah, volume ekspor masih naik 3,64 persen dibanding tahun 2012 yang 491,26 juta kg.

“Syukur di tengah harga dan permintaan yang melemah, Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penaman Modal,” katanya.

Dia menegaskan Perpres itu menjaga dan akan semakin menyehatkan industri “crumb rubber” di tengah kesulitan karena ekspor menurun.

Edy menegaskan industri “crumb rubber” nasional secara teknologi dan permodalan bisa diusahakan 100 persen oleh pengusaha dalam negeri.

“Teknologi industri crumb rubber sangat sederhana, jadi memang tidak perlu ada alih teknologi dari asing. Jadi tidak perlu sangat tergantung dengan asing atau PMA sehingga Perpres itu memang tepat,” katanya.

Menurut Edy, saat ini dari 30 industri crumb rubber di Sumut, lima di antaranya PMA.

Petani karet Sumut, K Siregar menyebutkan sejak harga karet anjlok khususnya 2013 dan sepanjang 2014, petani semakin malas menderes getah.

“Bayangkan, harga getah sudah tinggal Rp5.000-an hingga paling mahal Rp6.000-an per kg. Padahal beras aja udah jauh di atas harga karet,” katanya.

Pedagang mengaku terpaksa menurunkan lagi harga beli getah ke petani karena harga bahan olah karet (Bokar) di pabrikan berkisar Rp15.000 hingga Rp17.000 per kg

Harga Karet di pasar Asia Mixed, Thailand Jual Ratusan Ton Stok Karetnya

Analisa Trading – Harga karet yang diperdagangkan di bursa Malaysia pada pekan ini akan menghadapi prospek tidak menentu seiring nilai tukar ringgit yang diperkirakan akan terus mengalami kenaikan yang memicu berkurangnya permintaan. Harga fisik karet  Malaysia untuk  kelas SMR 20  turun 31,5 sen menjadi 528 sen per kg, namun untuk harga karet sintetis turun tiga sen ke 451,5 sen per kg.

Dan untuk harga karet yang diperdagangkan di bursa Jepang mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini (12/5) namun  harga karet untuk  kontrak bulan  Oktober masih dibawah tingkat 200 yen akibat  kekhawatiran produsen atas rencana Thailand untuk menjual persediaan karetnya.

Thailand telah berjanji untuk terus maju dengan rencana untuk menjual 200.000 ton karet dari saham pemerintah, yang mengabaikan oposisi yang kuat dari petani dan membantu menurunkan harga global untuk harga ke level terendah dalam lebih dari empat tahun. Harga di bursa TOCOM terpantau mengalami kenaikan 3,4 yen ke level 201,7 yen. (VN)

 

Karet Jepang Terpukul Oleh Anjloknya Harga Karet Shanghai

Analisa Trading – Harga karet yang diperdagangkan di bursa komoditi Jepang pagi ini (1/5)dibuka menguat kembali setelah  penutupan perdagangan hari sebelumnya melemah akibat jatuhnya harga karet China perdagangan kemarin yang menimbulkan kekhawatiran tentang permintaan China.

Pada perdagangan kemarin (30/4) di Tokyo Commodity Exchange ( TOCOM ) harga karet untuk pengiriman Oktober turun 0,8 yen ke posisi  ¥ 205,5 ( $ 2,00 ) per kg setelah sempat naik setinggi ¥ 209 di awal perdagangan yang merupakan harga tertinggi sejak 18 April.

Karet Tocom ini melemah setelah karet di bursa Shanghai turun lebih dari 200 yuan ke penurunan 12 persen pada bulan tersebut. Kontrak karet yang paling aktif di bursa berjangka Shanghai untuk pengiriman September kehilangan 240 yuan menjadi berakhir pada 14.340 yuan ( $ 2,300 ) per ton.

Harga karet pada perdagangan bursa TOCOM hari ini untuk kontrak Oktober 2014 naik ¥ 0,9 ke harga  ¥ 207.9  dan analis Vibiz Research memperkirakan harga karet ini akan kembali melemah pasca liburnya sebagian bursa Asia pasca hari buruh yang akan bergerak dalam kisaran ¥207.9 –  ¥ 205,9. (VN)

Happy Trading!