Gandum dan Jagung Bergerak Berlawanan

jagung-kepooo

AnalisaTrading – Jagung dan gandum berjangka terpantau siang ini bergerak secara berlawanan. Faktor cuaca dan perlambatan pertumbuhan data tenaga kerja Amerika mengganggu fluktuasi harga jagung. Namun gandum terbantu oleh pelemahan dollar yang berkemungkinan akan meningkatakan permintaan gandum dari negara-negara non Amerika.

Jagung berjangka untuk pengiriman Maret turun 0.31 persen atau 1.25 basis point ke level 399.00 USD/bu. Sementara itu, gandum untuk pengiriman Maret terpantau naik tipis 0.18 persen atau 1.00 basis point ke posisi 564.75 USD/bu (FC)

Happy Trading!

Perdagangan Jagung Menaik

Analisa Trading – Perdagangan komoditas jagung pada hari Senin (5/1) menaik.

corn-in-a-field

Perdagangan jagung dibuka pada tingkat 395,6. Sampai pukul 16.40 WIB, perdagangan ini menyentuh posisi tertinggi 399 dan posisi terendah 394,4 pada grafik perdagangan.

Jagung berada pada angka 398,12 pada pukul 16.40 WIB. Komoditas ini mengalami kenaikan sebesar 1,73 poin atau 0,37%.

Sumber: financeroll.co.id

Harga Kedelai dan Jagung Turun Tajam Pasca Rilis Hasil Tour Pro Farmer

Analisa Trading – Harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT pada penutupan perdagangan Rabu 20 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT dipicu oleh hasil tour Pro Farmer yang mencoba mengetahui kondisi penanaman kedelai dan jagung Amerika Serikat.

Hasil tour Pro Farmer yang cenderung memberikan indikasi melimpahnya output kedelai dan jagung Amerika Serikat, terpantau semakin menekan harga kedua komoditas ke tingkat harga terendah baru. Kekhawatiran akan ketatnya persaingan supply global akibat lonjakan output AS pun menjadi faktor yang memicu harga kedelai dan jagung untuk semakin jatuh meskipun demand masih diperkirakan cukup tinggi.

Selain faktor tekanan data hasil tour Pro Farmer, harga kedelai dan jagung juga turut terdorong melemah oleh ekspektasi cuaca Amerika Serikat. Prediksi akan turunnya hujan di beberapa wilayah penanaman kedelai dan jagung berpotensi semakin meningkatkan kualitas tanaman Amerika Serikat.

Pada perdagangan Rabu 20 Agustus 2014, harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT terpantau ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 1,29% ke tingkat harga $3,674/bushel atau melemah 0,048/bushel. Sementara harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak November 2014 turun 1,39% ke tingkat harga $10,38/bushel atau melemah $0,146/bushel.

Analis  memprediksi harga kedelai dan jagung diprediksi akan cnederung bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi dorongan teknikal jenuh yang dapat mengangkat harga kedua komoditas. Namun pergerakan harus mewaspadai data penjualan jagung dan kedelai AS yang akan dirilis USDA pada hari ini. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3,55-$3,75 pada jagung dan $10,30-$10,70 pada kedelai. (VN)

Tekanan Supply Masih Kuat, Jagung dan Kedelai Melemah di CBOT

Harga jagung dan kedelai di Bursa CBOT pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Pelemahan harga jagung dan kedelai di CBOT pada pekan lalu dipicu oleh tekanan kuat dari potensi lonjakan supply Amerika Serikat pada masa panen periode ini.

Tekanan sentimen negatif dari potensi lonjakan output kedelai dan juga jagung Amerika Serikat, terpantau masih memberikan tekanan pelemahan kuat di Bursa CBOT. Kondisi cuaca yang berada dalam situasi positif selama masa tanam, serta prediksi USDA akan peningkatan output AS membuat harga kedua komoditas terus tergerus sejak beberapa pekan terakhir. Hal tersebut dilandasi oleh meskipun demand terhadap jagung dan kedelai AS di pasar global masih cukup kuat, namun demand pun juga diduga turut disebabkan oleh anjloknya harga akibat tekanan penumpukan supply.

Selain faktor penumpukan supply, harga kedelai pada perdagangan pekan lalu juga mengalami pelemahan akibat adanya prediksi hujan di Amerika Serikat. Dampak dari prediksi tersebut, harga kedelai yang pada pekan sebelumnya sempat menguat akibat adanya cuaca kering di AS, langsung berbalik tergerus akibat pudarnya potensi cuaca kering dengan turunnya hujan.

Terkait data penjualan dari jagung dan juga kedelai pada pekan lalu, USDA merilis adanya peningkatan penjualan terhadap kedua komoditas yang melebihi ekspektasi. Pada data penjualan kedelai oleh USDA, penjualan kedelai dipublikasikan naik ke level 29,4 juta bushel atau melebihi ekspektasi di 10,6 juta bushel. Sementara pada penjualan jagung, penjualan jagung juga naik ke level 49,9 juta bushel atau melebihi ekspektasi di 40,4 juta bushel. Walaupun data penjualan tersebut mengalami peningkatan, tekanan sisi supply, terpantau lebih kuat memberikan sentimen pada pergerakan harga kedua komoditas pekan lalu.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa CBOT, harga jagung terpanau ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 turun 2,53% ke tingkat harga $3,622/bushel atau melemah $0,094/bushel.

Sementara pada pergerakan harga kedelai, harga kedelai CBOT juga ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga kedelai CBOT untuk kontrak September 2014 turun 2,31% ke tingkat harga $10,58/bushel atau melemah $0,25/bushel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kedelai dan jagung berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi beli pasca merosotnya harga kedua komoditas pekan lalu yang turut disupport oleh indikasi kuatnya demand berdasarkan data penjualan USDA. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3,55-$3,75 pada jagung dan $10,45-$10,85 pada kedelai.

Harga Jagung CBOT Anjlok Ke Level Terendah Dalam Empat Tahun

Analisa Trading – Harga jagung anjlok ke level terendah dalam empat tahun karena kekuatiran akan meningkatnya pasokan lebih dari kekhawatiran akan dampak gejolak di Eropa Timur yang dapat mengganggu pengiriman dari Laut Hitam. Gandum diperdagangkan mendekati terendah sejak 2010.

Jagung untuk pengiriman Desember kehilangan sebanyak 1,4 persen menjadi $ 3,7325 per bushel di Chicago Board of Trade, terendah untuk kontrak teraktif sejak 14 Juli 2010. Harga berada di $ 3,735 oleh 10:53 di Singapura, ditetapkan untuk penurunan bulanan ketiga.

Harga jagung di bursa berjangka jatuh 25 persen dalam satu tahun terakhir, panen jagung di AS akan mencapai  rekor yang akan meningkatkan pasokan global. The US Department of Agriculture memprediksi output domestik akan mencapai 13.86 miliar. Cuaca dingin yang datang pada akhir pekan di Midwest akan mendukung penyerbukan, MDA Weather Services mengatakan 18 Juli.

Persediaan jagung dunia akan mencapai 188.050.000 metrik ton sebelum dimulainya panen 2015, naik dari 173.420.000 dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 2000, USDA mengatakan pada 11 Juli.

Gandum untuk pengiriman September turun sebanyak 0,7 persen menjadi $ 5,2875 per bushel dan diperdagangkan di $ 5,2925. Harga gandum di bursa berjangka jatuh ke $ 5,2425 pada 14 Juli, terendah sejak Juli 2010.

Harga melonjak 2,4 persen pada 17 Juli setelah jatuhnya sebuah jet penumpang Malaysia Airlines dekat perbatasan Ukraina dengan Rusia mendorong kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan dapat mengganggu pasokan. Ekspor dari Rusia dan Ukraina mencapai sekitar 17 persen dari ekspor gandum global dan Ukraina adalah pengirim jagung terbesar ketiga pada 2013-2014.

Kedelai untuk pengiriman November turun sebanyak 1,2 persen menjadi $ 10,72 per bushel dan berada di $ 10,7525. (VN)

Harga Jagung Jatuh Tersandung Cuaca Hujan di AS

Analisa Trading – Harga jagung di Bursa CBOT pada perdagangan Senin 23 Juni 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga jagung di Bursa CBOT dipicu oleh dampak hujan yang melanda AS berpotensi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jagung AS.

Dampak hujan di beberapa wilayah AS yang sebelumnya menguatkan harga jagung akibat potensi banjir, kini justru berdampak negatif pada pergerakan harga jagung. Kondisi tanah yang lembab pasca hujan, berpotensi untuk meningkatkan kualitas serta kuantias tanaman jagung AS. Dampak dari adanya potensi peningkatan produksi jagung AS tersebut, harga jagung turun akibat tekanan sisi supply.

Walaupun berpotensi untuk mengalami peningkatan produksi, jagung AS sedikit mendapatkan sentimen positif dari kondisi tanaman berdasarkan rilis data USDA. Berdasarkan rilis data USDA, akhir pekan lalu persentase jagung AS yang berada dalam kondisi baik turun 2% ke level 74%. Namun, estimasi total panen yang berada pada rekor tertinggi baru di level 13.935 untuk panen September, melemahkan sentimen positif dari penurunan kualitas jagung AS.

Pada perdagangan Senin 23 Juni 2014 di Bursa CBOT, harga jagung ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Juli 2014 turun 1,94% ke tingkat harga $4,44/bushel atau melemah $0,088/bushel,

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga jagung akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi lonjakan output jagung AS yang memberikan tekanan pelemahan kuat dari ekspektasi supply jagung AS. Terkait pergerakan harga jagung CBOT pada perdagangan hari ini, jagung diprediksi akan bergerak di kisaran $4,21-$4,62/bushel. (VN)

Jagung Lanjutkan Trend Bearish Hari ke-5

jagung-kepooo

Analisa Trading – Harga jagung di Bursa CBOT terpantau kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu 4 Juni 2014. Pelemahan harga jagung dipicu oleh kondisi cuaca AS yang kondusif bagi pertumbuhan jagung.

Kondisi cuaca yang bagus serta rilis data USDA, masih melanjutkan pengaruhnya terhadap pelemahan harga jagung dalam 5 hari berturut-turut. Kondisi cuaca yang kondusif berpotensi untuk mengakibatkan peningkatan output jagung asal AS untuk jagung penanaman Mei lalu.

Sedangkan rilis data USDA, juga menjadi sentimen negatif akibat laporan kondisi jagung AS siap panen dalam kondisi baik yang berada di level 76% atau 6% lebih tinggi dari ekspektasi. Dampak dari sentimen-sentimen negatif dari sisi supply tersebut, harga jagung masih melanjutkan pelemahan di Bursa CBOT.

Pada perdagangan Rabu 4 Juni 2014, harga jagung ditutup melemah di Bursa CBOT. Harga jagung berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 0,44% ke tingkat harga $4,562/bushel atau melemah $0,02/bushel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga jagung masih akan berada dalam trend lemah. Hal tersebut dilandasi oleh tekanan sisi supply dari perkembangan perkebunan jagung AS yang terus membaik. Sedangkan untuk pergerakan harga pada hari ini, jagung diprediksi akan bergerak di kisaran $4,50-$4,63. (VN)

 

Laporan USDA Masih Pengaruhi Harga Jagung Yang Anjlok

Analisa Trading – Harga jagung pada penutupan perdagangan di Bursa CBOT terpantau mengalami penurunan signifikan. Penurunan harga jagung seperti halnya komoditas grains lainnya, terpengaruh oleh rilis data USDA pekan lalu.

Rilis data USDA, menjadi sentimen negatif pada harga jagung di Bursa CBOT. Prediksi meningkatnya output produksi AS serta cadangan global membuat harga jagung anjlok.

Produksi jagung AS, diproyeksikan akan mengalami peningkatan dibandingkan output tahun lalu yang merupakan rekor output AS. Pada tahun ini, USDA memprediksi total panen akan mencapai 13.955 miliar bushel.

Persediaan jagung AS juga untuk sebelum masa panen 2015 juga diperkirakan menguat. USDA memperkirakan persediaan jagung tahun ini akan mencapai 1.726 miliar bushel, tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Pada persediaan gandum global, USDA juga memprediksi akan terjadi peningkatan stok global. USDA memproyeksian total inventori akan berada dalam level 181.73 juta ton pada tahun pemasaran 2014-2015 atau lebih tinggi 7,9% dibanding tahun pemasaran saat ini.

Harga jagung pada perdagangan di Bursa CBOT Senin 12 Mei 2014 ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 1,58% ke tingkat harga $4,994/bushel atau melemah $0,08/bushel.

Harga jagung diprediksi akan melanjutkan trend pelemahan. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen negatif pasca rilis data USDA yang memberikan kekhawatiran akan kuatnya tekanan sisi supply terhadap harga jagung.