Jepang Lebih Pilih Investasi di RI daripada China

Bank Indonesia (BI) mencatat hingga akhir Mei 2014 arus modal yang masuk ke mencapai Rp130 triliun dan tersebar pada berbagai instrumen keuangan baik surat berharga maupun instrumen lainnya di pasar modal.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, besarnya kepercayaan dunia terhadap perekonomian Indonesia juga tercermin dari derasnya aliran modal masuk sepanjang Januari-Mei 2014.

“Tren peningkatan kepercayaan pasar dan investor global terhadap perekonomian Indonesia merupakan potret atraktifnya perekonomian nasional dalam satu dekade terakhir,” seperti dilansir dari laman Setkab, Senin (16/6/2014).

“Stabilitas dan fundamental ekonomi nasional yang terus menunjukkan penguatan ini menjadi modal besar untuk mempercepat serta memperluas program-program pembangunan yang sedang berjalan saat ini,” tambah dia.

Firmanzah menilai, besarnya arus investasi yang berlangsung sejak awal 2012 hingga saat ini merupakan refleksi dari semakin besarnya kepercayaan investor terhadap perkembangan ekonomi nasional.

“Lonjakan realisasi investasi dalam beberapa tahun ini juga merupakan konfirmasi dari peringkat investment grade zone yang diberikan oleh S&P, Moodys, The Fitch, dan R&I beberapa waktu lalu,” katanya.

Menurut dia, Indonesia kini banyak dilirik investor global sebagai destinasi investasi yang menarik dengan pertimbangan stabilitas dan positifnya kinerja ekonomi nasional. Bahkan, Jepang untuk pertama kalinya menempatkan Indonesia sebagai destinasi investasi utama menggeser Tiongkok yang selama ini dijadikan tujuan utama investor Jepang.

Dalam rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada triwulan 1 -2014, realisasi investasi yang masuk mencapai Rp.106,6 triliun atau naik 14,6 persen dari periode yang sama tahun lalu. Realisasi investasi triwulan 1-2014 ini menjadi rekor tertinggi kinerja investasi triwulan dalam tiga tahun terakhir.