Sesi Pertama: Bursa Asia Melambat, IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau

Analisa Trading-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi dibuka negatif. Bursa  domestik  mampu menghijau di tengah koreksi bursa-bursa Asia.  Tercatat Indeks terus berjalan datar dalam rentang yang tipis. Saham-saham unggulan yang kemarin jatuh masih ada yang bisa menguat pagi hari.

Menutup perdagangan sesi I, Rabu (7/5), IHSG dibuka turun tipis 3,084 poin (0,06%) ke level 4.831,384. Indeks unggulan LQ45 dibuka melemah tipis 0,687 poin (0,08%) ke level 814,650.  Aksi beli selektif investor asing yang berhasil membawa IHSG ke teritori positif. Indeks sempat menanjak sampai ke posisi tertingginya siang ini di 4.848,030.

Tercatat perdagangan siang hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 105.399 kali pada volume 2,439 miliar lembar saham senilai Rp 2,44 triliun. Sebanyak 199 saham naik, 74 turun, dan 67 saham stagnan.  Bursa di Asia kompak melemah di zona merah hingga siang hari ini gara-gara sentimen negatif dari Wall Street semalam. Bursa saham Jepang jatuh paling dalam, hingga lebih dari 2,5%.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 850 ke Rp 8.450, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 29.925, SMART (SMAR) naik Rp 550 ke Rp 6.950, dan J Resources (PSAB) naik Rp 245 ke Rp 3.550.

Adapun saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.350 ke Rp 53.500, Mayora (MYOR) turun ke Rp 325 ke Rp 28.425, Semen Indonesia (SMGR) turun ke Rp 225 ke Rp 14.300, dan Matahari (LPPF) turun ke Rp 200 ke Rp 14.800.

Sementara kondisi di bursa regional siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 terjun 362,78 poin (2,51%) ke level 14.094,73, Indeks Hang Seng jatuh 237,67 poin (1,08%) ke level 21.738,66, Indeks Komposit Shanghai turun 7,66 poin (0,38%) ke level 2.020,38, dan  Indeks Straits Times melemah 15,18 poin (0,47%) ke level 3.230,38. (FR)

Pasar Saham Indonesia Akan Alami Sell in May

Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4.800-4.815 dan resisten 4.858-4.862. IHSG berpola inverted hammer di bawah middle bollinger band (MBB ). MACD masih bergerak landai dengan histogram negatif yang memanjang. ihsg indonesia

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengatakan laju IHSG sempat masuk ke dalam kisaran target support 4.827-4.831 dan juga sempat berada di kisaran target resisten 4.852-4.874, meski akhirnya tidak mampu bertahan.

“Posisi IHSG pun masih rawan pelemahan dengan minimnya sentimen yang ada namun, diharapkan pelemahan yang terjadi bersifat terbatas,” ungkap Reza dalam risetnya, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Sebelumnya, posisi IHSG saat ini masih rawan untuk terjadinya pelemahan jika sentimen yang ada terutama dari laju bursa saham global tidak mampu bergerak positif. Nyatanya meski laju bursa saham AS masih dapat menghijau dengan dukungan kenaikan di atas estimasi dari data Markit Services PMI dan ISM-non manufacturing PMI, tidak membuat IHSG mampu bertahan di zona hijaunya.

Padahal, pasca-melemah tajam pada, laju IHSG belum dapat kembali menyentuh level tertinggi pada minggu lalu. “Bahkan menyentuh level setara middle bollinger band (MBB) di level 4.864 pun juga tidak,” kata dia.

Dia mengatakan, nampaknya pelaku pasar benar-benar menahan diri dan mengurangi aktivitas transaksinya memasuki pekan awal di Mei, sehingga volume dan nilai transaksi kian menurun. Stagnannya laju Rupiah dan liburnya beberapa bursa saham Asia kurang memberi stimulan bagi IHSG.
(mrt)

Minim Sentimen, IHSG Bergerak di Zona Hijau

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengikuti bursa saham global dan Asia seiring data ekonomi AS positif.  Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (6/5/2014), IHSG menguat tipis 2,96 poin (0,06%) ke level 4.845,46. Indeks saham LQ45 naik 0,09% ke level 817,92.

Laju IHSG masih terus bergerak naik ke zona hijau pada pukul 09.00 WIB. IHSG naik tipis 4,32 poin (0,09%) ke level 4.846,82. Indeks saham LQ45 naik 0,23% ke level 819,36.

Sebanyak 73 saham menguat telah menopang pergerakan indeks saham. Sementara itu, 34 saham melemah dan 66 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 3.899 kali dengan volume perdagangan saham 156,08 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham sekitar Rp 227,30 miliar.

Secara sektoral, 10 sektor saham menguat pada pagi ini. Sektor saham aneka industri naik 0,58%. Lalu sektor saham industri mendaki 0,55% dan sektor saham pertambangan menguat 0,36%.

Berdasarkan data RTI, investor asing melanjutkan aksi beli bersihnya. Investor asing membeli saham sektiar Rp 5 miliar. Sedangkan investor lokal melakukan aksi jual Rp 5 miliar.

Saham lapis kedua dan ketiga masih mencatatkan top gainer pada pagi ini. Saham FORU naik 8,09% ke level Rp 735 per saham. Lalu saham SMDR naik 2,13% ke level Rp 3.115 per saham, dan saham CEKA menguat 2,59% ke level Rp 1.980 per saham.

Adapun saham-saham yang tercatat top loser antara lain saham MPPA melemah 5,99% ke level Rp 2.590 per saham, saham SDMU turun 4,37% ke level Rp 460 per saham, dan saham BACA melemah 6,86% ke level Rp 95 per saham.

Index

Analis PT Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri menuturkan, IHSG akan kembali bergerak sideways seiring minimnya sentimen baru di pasar. Pasar akan lebih cenderung memfaktorkan sentimen global yang berkepanjangan seperti krisis di Ukraina.

Sementara dalam dua hari ke depan, pasar akan lebih wait and see mengantisipasi rilis suku bunga acuan/BI Rate dan data neraca perdagangan China pada Kamis. Support indeks saham berada di level 4.800.

Rupiah pagi ini kembali menguat tipis ke level Rp 11.510 per dolar Amerika Serikat (AS). Sementara itu, bursa saham Asia pagi ini kembali bergerak variatif dengan seiring minimnya sentimen baru di bursa saham regional.

– See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2046023/minim-sentimen-ihsg-bergerak-di-zona-hijau#sthash.ANOt45Mc.dpuf

Pre Opening: IHSG Diperkiraan Mixed, Cenderung Naik

Analisa Trading-Hari ini indeks akan bergerak mixed to up dan menguji resistance terdekat di level 4.852. Indeks akan bergerak di kisaran support 4.829 dan resistance 4.852.  Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) diperkirakan bergerak mixed. Hari ini IHSG bergerak pada kisaran level 4815 – 4880. Beberapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain:  KLBF, BBRI, AALI, PGAS, BMRI, SMRA, dan BWPT.

Pada perdagangan Senin (5/5) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4828-4832 dan resisten 4846-4868. Shooting star dekati middle bollinger band (MBB ). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R masih mencoba berbalik naik. Laju IHSG dapat bertahan di atas kisaran target support (4815-4830) namun, sempat juga berada di dalam target resisten (4850-4868).

Pergerakan IHSG masih akan berada dalam range sideways. Faktor eksternal seperti perilisan data resmi Non-Manufacturing PMI China sebesar 54.8 yang masih relatif kuat, serta eskalasi konflik Ukraina yang berpeluang mempengaruhi pergerakan dana asing di IDX. MFI uptrend 71.1%, Stochastic bullish reversal, namun MACD masih bearish continuation.

Investor akan menunggu lebih lanjut data HSBC Final Manufacturing PMI, data pertumbuhan GDP Indonesia, serta data Business Confidence. Peluang penguatan sangat besar apabila hasil tersebut positif. Sejalan dengan data makro positif inflasi April 7.25% (-0.07% mom), dan Surplus neraca perdagangan sebelumnya USD 673 juta per Maret 2014.

Pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bervariatif cenderung melemah jika tidak ada sentimen positif yang mampu membawa kembali IHSG ke zona hijau. Persiapkan kemungkinan terburuk jika rilis data manufaktur China dan GDP Indonesia tidak sesuai harapan.

IHSG pada perdagangan Jumat 2 Mei 2014 ditutup melemah 0,03% pada level 4838. Sektor pertambangan mengalami koreksi terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 86,1 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat kecemasan akan memburuknya ketegangan di Ukraina, meskipun pada awal sesi indeks sempat menguat karena data non-farm payrolls yang meningkat pada level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Kenaikan pada 2 hari terakhir tampaknya tidak cukup kuat mempertahankan IHSG di zona hijau.  Padahal laju bursa saham Asia bergerak variatif cenderung menguat dan terutama rilis data-data dari dalam negeri berupa inflasi dan neraca perdagangan sesuai dengan estimasi sehingga pada dasarnya tidak terlalu memberikan sentimen negatif untuk IHSG. Apalagi asing juga kembali mencatatkan net buy.

Memburuknya kondisi di Ukraina, menimbulkan kecemasan akan dijatuhkannya sanksi ekonomi terhadap Rusia. Data nonfarm payrolls AS bulan April meningkat menjadi 288 ribu, dari bulan sebelumnya 203 ribu dan lebih baik dari estimasi 210 ribu. Tingkat pengangguran turun menjadi 6,3% dari 6,7% dan lebih baik dari estimasi 6,6%. Pada pekan ini, selain mencermati data ekonomi, diperkirakan pergerakan indeks di bursa Wall Street akan dipengaruhi oleh perkembangan politik di Ukraina.

Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya ISM se rvice, trade balance, consumer credit, wholesale inventories. Dari domestik, pasar akan menantikan RDG pada Kamis pekan ini dan pengumuman capres dan cawapres yang diperkirakan akan dilakukan pada pekan ini.

Selain itu, investor menanti hasil rekapitulasi suara pemilihan legislatif, yang sedianya akan dirilis minggu ini oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di sisi lain, partai-partai politik kemungkinan juga akan menetapkan koalisi dan pasangan calon presiden serta wakil yang akan diusungnya pada pekan ini.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) berbalik arah melemah pada akhir pekan lalu, seiring kembali tingginya kekhawatiran terhadap konflik di Ukraina. Indeks saham Dow Jones Industrial Avg ditutup turun -0,28% dan S&P 500 terkoreksi -0,13%.  Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas ditutup menguat. Harga minyak mentah WTI naik +0,57% ke USD 99,76 per barel. Sementara harga emas Comex menguat +0,65% ke posisi USD 1302,90 per troy ounce. (FR)

RILIS INFLASI DAN NERACA PERDAGANGAN POSITIF, IHSG BERPELUANG MENGUAT

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bangkit dan dalam dua hari perdagangan mampu mengalami kenaikan, meski tipis.

Berdasarkan pantauan Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, dalam tiga tahun terakhir jelang perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) yang setiap tahunnya dirayakan pada 1 Mei IHSG selalu mengalami penguatan.

“Laju IHSG jelang perayaan tersebut dalam historikal tiga tahun terakhir hingga 2014 ini selalu dalam kondisi menghijau,” kata Reza di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Lebih lanjut, Reza menyebutkan kemungkinan laju IHSG turut terbawa penguatan yang  terjadi pada bursa saham AS dan Eropa sehari sebelumnya serta kembali terapresiasinya rupiah, namun juga tidak dapat menguat banyak karena laju bursa saham Asia jelang perayaan tersebut variatif cenderung melemah dan masih ada nett sell-nya asing.

bursa

“Untungnya, aksi beli pada saham-saham konsumer dan pertambangan dapat mengangkat IHSG kembali ke landasan hijau,” jelasnya.

Sepanjang perdagangan Rabu, IHSG menyentuh level 4.846,23 (level tertingginya) di awal sesi satu dan menyentuh level 4.827,48 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.840,15. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell (jual bersih) dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy (beli bersih).

Pada perdagangan Jumat hari ini, IHSG diperkirakan aka

n berada pada rentang support (level bawah) 4.815-4.830 dan resistance (level atas) 4.850-4.868. Hammer di atas lower bollinger band (LBB ). MACD masih menurun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik. Laju IHSG dapat bertahan di kisaran target resistance (4.826-4.834), namun juga membentuk utanggap 4.823-4.827 sehingga membutuhkan sentimen positif kembali agar tidak melemah menutup utang gaptersebut.
“Laju IHSG berpotensi menguat tipis jika respon dari rilis inflasi dan neraca perdagangan dapat positif dan masih adanya kenaikan volume beli di tengah ‘hari kejepit’ pasca-libur hari buruh,” tukasnya.

 

Jelang Hari Buruh Internasional, IHSG Berakhir di Zona Positif

Analisa Trading-Bursa saham Indonesia pada penutupan perdagangan hari ini (30/4/2014), akhirnya mampu menguat tajam 14.91 poin ke level 4834.59 Sementara itu Indeks LQ45 menguat 0,27% ke level 814.25. IHSG hari ini menyentuh nilai tertinggi di level 4,846.23 dan terendah di level 4,827.48. Sementara investor asing hari ini catatkan net sell sebesar Rp 192.8 miliar.

Secara sektoral hingga penutupan hari ini, sektor pertambangan dan infrastruktur memimpin penguatan  IHSG dimana masing-masing sektor tercatat menguat sebesar 1.1% dan 0.7%. Sementara sektor agrikultur dan kebutuhan dasar terpantau mengalami pelemahan

Hari ini rupiah terpantau berada pada posisi 11550 per dollar AS. Mata uang lokal ini mengalami peningkatan sebesar 8 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan kemarin yang ada di level 11558 per dollar.

Berikut posisi harga bursa-bursa di Asia sampai sore hari ini, Indeks Nikkei menguat 0.11% ke level 14304.11, Indeks Hang Seng melemah 1.42% ke level 22133.97,  Indeks Komposit Shanghai menguat 0.30% ke level 14304.11, dan KOSPI melemah 0.15% ke level 1961.79.

Saham-saham yang menguat dan masuk jajaran top gainers diantaranya EXCL naik 7.14%, MLPL naik 6.35%, ADRO naik 5.33%, dan MAPI naik 4.51. Sementara itu yang masuk jajaran top losers antara lain BDMN turun 4.88%, CTRP anjlok 4.61%, PTRO turun 3.51% dan TINS turun 2.91%

IHSG sepanjang hari ini bergerak pada zona hijau, kontribusi dari dana beli asing mendongkrak IHSG ditutup di area positif. Pada hari Kamis besok bursa lokal dan sebagian bursa global tutup untuk merayakan Hari Buruh. Dan untuk perdagangan hari Jumat diperkirakan IHSG akan bergerak pada  kisaran support Rp 4.800 hingga resistance Rp 4.900. (VN)

IHSG Sesi 1 Nyaman Di Zona Hijau, Dana Asing Kembali Masuk

Analisa Trading-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham sesi I siang hari ini (30/4) bergerak dalam zona hijau. IHSG terpantau naik 0.3% atau naik 14 basis poin dari perdagangan kemarin ke level 4.834 basis poin. Indeks saham-saham unggulan seperti LQ 45 pada siang ini juga tercatat alami kenaikkan sebesar 0.4% ke level 815 basis poin.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I ini tercatat volume perdagangan sebesar 2.4 miliar saham senilai Rp. 3,4 triliun dengan total transaksi mencapai 122.705 kali. Pada penutupan perdagangan saham sesi I siang ini tercatat sebanyak 114 saham naik dan 84 saham turun. Investor asing hingga siang hari ini tercatat lakukan aksi beli hingga net sell hanya sebesar Rp 14.3 miliar.

Hampir semua sektor mengalami penguatan siang ini. Penguatan IHSG hingga siang ini dipimpin oleh sektor Pertambangan, Infrastruktur dan Konsemer yang masing-masing mengalami kenaikkan 1.2%, 0.8% dan 0.5%. Sementara sektor yang mengalami pelemahan dialami oleh sektor Industri lainnya yang turun 0.5%.

Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham TLKM, BBRI dan PTBA. Sementara saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi I ini antara lain saham BBNI, APLN, dan WIKA. (VN)