Harga Nikel Kembali Menguat

Analisa Trading – Harga nikel LME pada perdagangan Selasa 27 Mei 2014 terpantau ditutup menguat. Penguatan harga nikel diduga masih didorong oleh data manufaktur Tiongkok yang berada pada kondisi kondusif.

Rilis data HSBC Flash Manufacturing PMI diduga masih cukup kuat memengaruhi pergerakan harga nikel di Bursa LME. Sentimen positif dari rilis data tersebut khususnya pada sisi prospek permintaan nikel membuat harga nikel yang sempat jatuh pada perdagangan hari Selasa, kembali naik pada perdagangan Selasa.

Selain dari pengaruh data HSBC Flash Manufacturing, peningkatan nikel juga masih dipicu oleh masih berlangsungnya larangan expor nikel Indonesia. Walaupun relatif sudah jauh lebih melemah dibandingkan dengan pengaruh kebijakan pada awal tahun, sentimen positif dari larangan expor Indonesia masih cukup kuat menstabilkan harga nikel dikisaran $19.000.

Pada perdagangan Selasa 27 Mei 2014, harga nikel LME ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,18% ke tingkat harga $19.660/ton atau naik $35/ton.

Memprediksi harga nikel masih akan berada dalam trend menguat. Pada perdagangan hari ini, diprediksi nikel LME akan bergerak pada kisaran $19.450-$19.780

Harga Nikel Pekan Lalu Jatuh Ulah Spekulan

Analisa Trading – Harga nikel terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan Bursa London Metal Exchange pekan lalu. Pelemahan harga nikel terdorong oleh aksi taking profit para investor imbas harga nikel yang meraih label peningkatan tertinggi selama bulan April dibandingkan komoditas logam lainnya.

Harga nikel yang telah melambung sangat tinggi hingga peningkatan lebih dari 30% selama setahun terakhir menjadi ladang panen profit bagi para investor dalam perdagangan pekan lalu. Imbasnya, harga nikel sedikit mengalami tekanan akibat penjualan teknikal para investor. Penurunan tersebut, tetap terjadi meskipun sentimen positif akibat krisis supply nikel masih sangat kuat.

Belum adanya kelanjutan terkait kebijakan larangan expor nikel Indonesia, masih menjadi sentimen positif terkuat yang membuat harga nikel tetap bertahan pada level tinggi. selain itu, potensi sanksi Rusia juga dapat menambah ketakutan pasar global akan defisit supply nikel dalam jumlah besar.

Selain aksi taking profit, kenaikan harga nikel pada perdagangan pekan lalu juga sempat tertahan oleh kelanjutan sanksi terhadap Rusia. Sanksi tambahan terhadap Rusia, diperkirakan tidak akan mengganggu supply nikel Rusia. Hal tersebut dilandasi oleh bebasnya perusahaan nikel raksasa Rusia Norilsk Nickel dari ancaman sanksi.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau mengalami pelemahan. Harga nikel untuk pengiriman 3 bulan kedepan di LME turun 1,91% ke tingkat harga 18.230 USD/ton atau melemah 355 USD/ton.

Harga nikel diprediksi masih akan tetap berada pada trend penguatan harga. Hal tersebut dilandasi masih adanya krisis persediaan nikel global akibat larangan expor Indonesia. (VN)

Happy Trading!