Harga Kopi Arabika Masih Bergerak Positif, Teknikal Masuki Fase Jenuh

Analisa Trading – Harga kopi Arabika di Bursa ICE pada penutupan perdagangan Kamis 28 Agustus 2014 terpantau ditutup menguat, penguatan harga kopi Arabika di Bursa ICE US dipicu oleh masih adanya dorongan fundamental dari sisi supply akibat rilis prediksi output pertengahan pekan lalu.

Dorongan positif dari revisi prediksi output kopi Brasil oleh Neumann terpantau masih kokoh mengangkat harga kopi Arabika di ICE US. Revisi prediksi Neumann terkait output kopi Brasil yang diturunkan dari level 47,7 juta kantong 60 kg ke 45 juta kantong membuat sentimen positif dari sisi supply akibat dampak kekeringa Brasil menguat.

Namun, meskipun secara fundamental menguat, harga kopi telah memasuki fase jenuh secara teknikal akibat dorongan fundamental tersebut. Hal tersebut terlihat dari tertembusnya BB resistance pada Kamis lalu yang membuat harga sempat turun cukup tajam meski masih dapat ditutup menguat.

Pada penutupan perdagangan Kamis 28 Agustus 2014 di Bursa ICE US, harga kopi Arabika ditutup menguat cukup signifikan. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak Desember 2014 ditutup naik 0,93% ke tingkat harga $200/ton atau menguat $1,85/ton.

Sementara pada perdagangan kopi Robusta di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta justru ditutup melemah akibat aksi profit taking. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak November 2014 ditutup turun 0,44% ke tingkat harga $2.039/ton atau melemah $9/ton.

Analis  memprediksi harga kopi Arabika di Bursa ICE US pada perdagangan hari ini akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut dilandasi oleh posisi jenuh teknikal pada pergerakan harga meski fundamental masih positif. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $194,5-$205 pada Arabika dan $2.020-$2.065 pada Robusta. (VN)

Output Kopi Brasil Masih Menjadi Fokus, Harga Kopi Arabika Masih Masih Melemah

Analisa Trading – Harga kopi Arabika di Bursa ICE US pada penutupan perdagangan Kamis 14 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah. Pelemahan harga kopi Arabika di ICE US dipicu oleh penjualan teknikal akibat masih belum pastinya tingkatan output kopi Brasil.

Pergerakan harga kopi di Bursa ICE US yang menembus support terpantau memicu harga kopi Arabika untuk bergerak kembali melemah. Tertembusnya titik support di kisaran $189/ton, berdampak pada aksi penjualan oleh para investor yang berakibat pada melemahnya harga kopi Arabika di ICE US.

Walaupun demikian, pelemahan cukup tertahan oleh faktor potensi pengurangan signifikan pada output kopi Arabika Brasil. Isu, terbatasnya persediaan kopi di Brasil akibat cuaca kering di awal tahun yang mengganggu produktivitas kopi, membuat harga mendapat dorongan positif dari sisi fundamental.

Pada perdagangan Kamis 14 Agustus 2014, harga kopi Arabika di Bursa ICE US terpantau ditutup melemah. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak Desember 2014 turun 0,61% ke tingkat harga $188,45/ton atau melemah $1,15/ton.

Sementara pada perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau ditutup melemah. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak November 2014 ditutup melemah 1,01% ke tingkat harga $1.956/ton atau melema $20/ton.

Analis  memprediksi harga kopi Arabika masih akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi jual para investor untuk menghindari kerugian sambil menunggu fundamental baru. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $183,5-$193,5 pada kopi Arabika dan $1940-$1990 pada Robusta. (VN)

Harga Kopi Arabika Melambung Tinggi Pekan Lalu

Harga kopi Arabika di Bursa ICE US pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga kopi pada pekan lalu dipicu oleh penguatan sentimen positif dari kekhawatiran akan dampak kekeringan pada kerusakan kopi Brasil.

Beberapa rilis prediksi terkait output kopi Brasil pada pekan lalu, terpantau berhasil melambungkan harga kopi hingga sempat menembus level tertinggi 3 bulan. Direvisinya beberapa proyeksi output kopi Brasil ke level yang lebih buruk dari prediksi sebelumnya, menjadi hal yang menyebabkan harga kopi kembali menguat pekan lalu.

Revisi proyeksi output Brasil oleh Terra Forta dan Citigroup pada pekan lalu terpantau menjadi fundamental kuat terhadap pergerakan harga kopi Arabika di ICE US. Kedua lembaga yang sama-sama menurunkan proyeksi output kopi Brasil, membuat investor semakin yakin akan kerusakan pada lahan kopi Brasil.

Berdasarkan rilis data proyeksi oleh kedua lembaga, Terra Forte memprediksi output kopi Brasil akan turun sebesar 20-30%, sementara Citi Group merevisi prediksi pada April dengan penurunan sebesar 5,6% dari data bulan tersebut. Dengan revisi prediksi tersebut, maka pada periode 2014/2015 output kopi Brasil diperkirakan akan berada di level 45,8 juta kantong berdasarkan Terra Forte dan 41,75 juta kantong berdasarkan Citigroup.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga kopi Arabika terpantau ditutup menguat signifikan secara agregat sepekan. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 naik hingga 7,37% ke tingkat harga $192,35/ton atau menguat $13,20/ton.

Sementara pada perdagangan di Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga terpantau mengalami pergerakan menguat signifikan pekan lalu. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 naik 4,02% ke tingkat harga $2.097/ton atau menguat $81/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga kopi Arabika akan cenderung untuk kembali bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen positif dari dua lembaga yang sama-sama memprediksi penurunan signifikan pada output kopi Brasil selaku penghasil kopi terbesar global. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $185-$215 pada Arabika dan $2075-$2155 pada Robusta.

Cadangan Vietnam Merosot, Harga Kopi Robusta Rebound

Analisa Trading – Harga kopi Robusta terpantau mengalami rebound signifikan pada perdagangan Bursa LIFFE Senin 12 Mei 2014. Rebound pada harga kopi Robusta dipicu oleh sentimen positif akibat rilis data cadangan biji kopi Robusta Vietnam pada akhir April.

Cadangan kopi Robusta Vietnam yang mengalami penurunan, memicu kembali bangkitnya harga kopi Robusta pada perdagangan awal pekan ini. Saat ini, cadangan kopi Vietnam berada level 390.000 ton pada akhir April. Level tersebut, berada pada level persentase yang lebih rendah dari rerata tahunan sekitar 25%. Imbas dari risiko rendahnya persediaan biji kopi Vietnam, harga kopi Robusta mengalami kenaikan cukup signifikan.

Pada penutupan Bursa LIFFE Senin 12 Mei 2014, harga kopi Robusta mengalami penguatan signifikan. Harga kopi Robusta berjangka untuk kontrak Juli 2014 naik 1,77% ke tingkat harga $2.130/ton atau menguat $37/ton.

Harga kopi jenis Arabika pada perdagangan kemarin di Bursa ICE Futures US juga terpantau mengalami rebound signifikan setelah sempat anjlok pada perdagangan akhir pekan lalu. Kopi Arabika berjangka untuk kontrak Juli 2014 naik 2,91% ke tingkat harga $1,8925/pon atau melemah $0,0535/pon.

Harga kopi diprediksi akan kembali mengalami trend penguatan pada pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen positif dari persediaan inventori Kopi Arabika Vietnam dan masih adanya potensi El Nino yang dapat mengangkat harga kopi Arabika Brazil.

Harga Kopi Berjangka Naik Menjadi $2.118 Per Ton di NYSE Liffe, London

Analisa Trading – Penjualan kopi oleh petani di Vietnam, produsen terbesar biji robusta yang digunakan oleh Nestle SA, dapat memperlambat setelah stok merosot 54 persen dari level tertinggi sepanjang masa.

Stok yang berkurang di Vietnam dapat meningkatkan harga robusta, yang telah naik 26 persen tahun ini. Kopi arabika yang lebih disukai oleh Starbucks  Corp, melonjak 76 persen setelah kekeringan melanda tananam di Brazil.

Harga kopi robusta berjangka berada di harga $ 2.118 per ton di NYSE Liffe di London sementara pada 9 Mei, kopi arabika diperdagangkan pada $ 1,953 per pound di ICE Futures AS di New York, naik dari lima tahun terendah.

Di Vietnam, petani menahan penjualan ketika harga robusta turun ke level terendah tiga tahun pada bulan November. Mereka meningkatkan penjualan setelah harga naik menjadi $ 2.218 per ton di bulan Maret, tertinggi sejak 2012.

Bijia-bijian di Dak Lak diperdagangkan pada 41.200 dong ($ 1,95) per kilogram pada tanggal 8 Mei, Trade & Tourism Center Data menunjukkan, rebound dari level terendah tiga tahun dari 29.600 dong pada bulan November. Provinsi Dak Lak mewakili sekitar 30 persen dari panen negara itu.

Vietnam mengirimkan 822.000 ton pada empat bulan pertama, 39 persen lebih dari setahun sebelumnya, demikian perkiraan Kantor Statistik Umum. Ekspor akan mencapai total 25,1 juta kantong dibandingkan rekor 28,5 juta kantong pada 2013-2014, demikian data Departemen Pertanian menunjukkan.

Petani mungkin lebih ragu-ragu untuk menjual setelah kenaikan biaya transportasi. Pihak berwenang pada 1 April memulai kampanye untuk memeriksa truk kelebihan beban dengan mengerahkan jembatan timbang di seluruh negeri, menurut situs web pemerintah, hal ini akan menyebabkan jumlah truk yang lebih banyak untuk jumlah beban yang sama. (VN)

Harga Kopi Arabika dan Robusta Rebound

Analisa Trading – Harga kopi terpantau mengalami rebound pada perdagangan Selasa 29 April 2014. Harga kopi kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat menurun akibat aksi profit taking. Kenaikan harga kopi masih disebabkan oleh sentimen positif dari kondisi cuaca Brazil.

Analisa Trading – Kondisi cuaca Brazil terpantau masih belum kondusif bagi perkebunan kopi. Imbasnya, defisit supply dalam skala besar masih terjadi pada persediaan kopi global. Brazil merupakan negara exportir kopi terbesar dunia. Kekeringan di Brazil telah berdampak pada peningkatan tajam harga kopi pada tahun ini.

Harga kopi Arabika pada perdagangan Selasa 29 April 2014 di Bursa ICE Futures US terpantau mengalami peningkatan. Kopi Arabika berjangka untuk pengiriman Juli 2014 meningkat 5,34% ke tingkat harga  211,90 Sen/kantong atau naik 10,75 Sen/kantong.

Harga kopi Robusta pada Bursa Liffe juga terpantau mengalami peningkatan. Kopi Robusta berjangka untuk pengiriman Juli 2014 meningkat 0,56% ke tingkat harga 2139 USD/ton atau naik 12 USD/ton.

Harga kopi diprediksi masih akan berada dalam trend peningkatan harga. Hal tersebut dilandasi masih kuatnya sentimen positif dari krisis persediaan kopi dunia dari Brazil. (VN)

Happy Trading!

Harga Kopi Arabika Masih Terus Menguat

Analisa Trading – Harga Kopi Arabika terpantau masih berada dalam trend peningkatan. Sentimen positif terhadap harga kopi Arabika masih disebabkan oleh kondisi cuaca di Brazil yang tidak kunjung membaik bagi pertumbuhan kopi.

Kondisi Cuaca di Brazil hingga saat ini terpantau masih mengalami kekeringan. Kekeringan panjang telah membuat output kopi asal Brazil terus menurun. Penurunan output kopi tersebut, berdampak pada potensi defisit signifikan pada supply kopi global.

Brazil merupakan negara pengexpor terbesar kopi dunia. Dampak kekeringan di Brazil terlah berakibat pada peningkatan harga kopi sejak Oktober 2013.

Pada bursa ICE Futures Kamis (24/4), harga kopi Arabika terpantau masih mengalami penguatan. Harga kopi Arabika untuk pengiriman Juli 2014 meningkat 0,4% ke tingkat harga 214,8 USD per kantong atau meningkat 0,85 USD per kantong.

Analis Vibiz Research memprediksi harga Kopi Arabika  masih akan tetap berada pada trend peningkatan. Hal tersebut dilandasi krisis supply yang signifikan akibat kekeringan panjang yang melanda Brazil. (VN)