Harga Kedelai Anjlok Hampir 3% Meski Ekspor AS Kuat

Analisa trading – Harga kedelai di Bursa CBOT pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah signifikan hingga rekor harga terendah baru tahun ini. Pelemahan harga kedelai di Bursa CBOT dipicu oleh sentimen negatif kuat dari prospek output kedelai AS yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.

Perkembangan masa tanam kedelai AS yang diprediksi akan berada pada rekor tertinggi 20 tahun, kembali memberikan tekanan kuat pada harga kedelai di Bursa CBOT. Rilis data USDA yang menyajikan rating kedelai AS hingga akhir pekan lalu, semakin memberikan indikasi akan prospek kedelai AS pada tahun ini. Berdasrkan rilis data USDA pada Senin lalu, rating kedelai dalam kondisi baik dinyatakan berada pada level 73% atau setara dengan pencapaian pada tahun 1994. Hal tersebut, berimbas pada semakin menguatnya sentimen negatif akibat potensi lonjakan kedelai AS.

Walaupun demikian, harga kedelai juga mendapatkan dorongan sentimen positif dari data USDA awal pekan lalu. Hal tersebut disebabka oleh rilis data ekspor kedelai oleh USDA yang menunjukan demand kedelai AS masih sangat tinggi. Berdasarkan data USDA pada Senin lalu, dikabarkan Tiongkok mengimpor kedelai asal AS hingga 120.000 ton pada periode 2013/2014 yang akan berakhir pada 31 Agustus.

Pada perdagangan Selasa 22 Juli 2014 di Bursa CBOT, harga kedelai terpantau ditutup melemah signifikan. Harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak November 2014 turun hingga 2,63% ke tingkat harga $10,576/bushel atau melemah $0,286/bushel.

Analis Vibiz Consulting berpotensi untuk melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini di CBOT. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen negatif pada pergerakan harga kedelai akibat kondisi masa tanam AS yang kondusif. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $10,4-10,9 per bushel. (VN)