Harga Kedelai Anjlok di CBOT, Proyeksi Panen Tetap Terbaik 22 Tahun

Analisa Trading – Harga kedelai di Bursa CBOT pada penutupan perdagangan Senin 25 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kedelai di CBOT dipicu oleh rilis data USDA yang melaporkan kondisi penanaman kedelai Amerika Serikat masih dalam kondisi terbaik 22 tahun meski kualitas sedang menurun.

Rilis data mingguan USDA yang mixed, terpantau masih lebih mendorong harga kedelai untuk kembali jatuh melemah. Laporan USDA yang menunjukan adanya penurunan kualitas kedelai di akhir pekan lalu, belum dapat mengangkat harga kedelai akibat kondisi masih tergolong sangat baik.

Berdasarkan laporan USDA Senin lalu, kondisi penanaman kedelai dinyatakan berada di level 70% dalam kondisi bagus. Dengan pencapaian tersebut, lporan tersebut lebih buruk 1% dari data sepekan sebelumnya serta ekspektasi yang ebrada di level 71%.

Namun, meskipun data menunjukan penurunan sebesar 1%, pencapaian kondisi tersebut masih berada di level tertinggi sejak 1992 atau 22 tahun. Imbas dari hal tersebut, output AS masih dalam ekspektasi akan melonjak. Adapun pekan lalu, Pro Farmers memprediksi output kedelai AS akan berada di level 3,812 miliar bushel periode ini.

Pada penutupan perdagangan Senin 25 Agustus 2014, harga kedelai terpantau ditutup melemah signifikan di CBOT. Harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak November 2014 ditutup turun hingga 2,19% ke tingkat harga $10,292/bushel atau melemah $0,228/bushel.

Analis memprediksi harga kedelai akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di CBOT. Hal tersebut dilandasi oleh posisi fundamental sisi supply yang masih sangat buruk bagi pergerakan harga kedelai. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $10,10-$10,50 per bushel. (VN)

Harga Kedelai dan Jagung Turun Tajam Pasca Rilis Hasil Tour Pro Farmer

Analisa Trading – Harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT pada penutupan perdagangan Rabu 20 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT dipicu oleh hasil tour Pro Farmer yang mencoba mengetahui kondisi penanaman kedelai dan jagung Amerika Serikat.

Hasil tour Pro Farmer yang cenderung memberikan indikasi melimpahnya output kedelai dan jagung Amerika Serikat, terpantau semakin menekan harga kedua komoditas ke tingkat harga terendah baru. Kekhawatiran akan ketatnya persaingan supply global akibat lonjakan output AS pun menjadi faktor yang memicu harga kedelai dan jagung untuk semakin jatuh meskipun demand masih diperkirakan cukup tinggi.

Selain faktor tekanan data hasil tour Pro Farmer, harga kedelai dan jagung juga turut terdorong melemah oleh ekspektasi cuaca Amerika Serikat. Prediksi akan turunnya hujan di beberapa wilayah penanaman kedelai dan jagung berpotensi semakin meningkatkan kualitas tanaman Amerika Serikat.

Pada perdagangan Rabu 20 Agustus 2014, harga kedelai dan jagung di Bursa CBOT terpantau ditutup melemah signifikan. Harga jagung berjangka CBOT untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 1,29% ke tingkat harga $3,674/bushel atau melemah 0,048/bushel. Sementara harga kedelai berjangka CBOT untuk kontrak November 2014 turun 1,39% ke tingkat harga $10,38/bushel atau melemah $0,146/bushel.

Analis  memprediksi harga kedelai dan jagung diprediksi akan cnederung bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi dorongan teknikal jenuh yang dapat mengangkat harga kedua komoditas. Namun pergerakan harus mewaspadai data penjualan jagung dan kedelai AS yang akan dirilis USDA pada hari ini. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $3,55-$3,75 pada jagung dan $10,30-$10,70 pada kedelai. (VN)

Harga Kedelai Kembali Melemah Pasca Rilis Data NOPA

Analisa Trading – Harga kedelai terpantau ditutup melemah pada perdagangan Bursa CBOT Kamis 15 Mei 2014. Pelemahan harga kedelai dipicu oleh rilis data pengolahan kedelai untuk minyak asal biji-bijan oleh NOPA.

Data NOPA, Asosiasi pengolah minyak asal biji-bijian AS, menunjukan pengolahan kedelai untuk minyak bersumber biji-bijian berada pada level yang sama dengan ekspektasi analis. Rilis data tersebut, sebelumnya diharapkan berada pada tingkat yang lebih tinggi dari ekspektasi untuk meningkatkan harga kedelai yang melemah pasca masa tanam kedelai di AS dan rilis data USDA.

Rilis data NOPA yang relatif mengecewakan bagi prospek peningkatan harga kedelai berimbas pada melemahnya harga kedelai pada perdagangan kemarin di Bursa CBOT.

Pada penutupan perdagangan Bursa CBOT Kamis 15 Mei 2014, harga kedelai terpantau turun cukup signifikan. Harga kedelai berjangka untuk pengiriman  Juli 2014 turun 1,1% ke tingkat harga $14,702/ bushel atau melemah $0,16/bushel.

Harga kedelai diprediksi masih akan berada dalam trend melemah. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif tambahan pasca rilis data NOPA. (VN)