Harga Karet Tocom Semakin Jatuh, Demand dan Substitusi Beri Tekanan Kuat

Analisa Trading – Harga karet di Bursa Tocom pada awal perdagangan sesi siang hari ini, Selasa 9 September 2014, terpantau sedang mengalami pelemahan signifikan. Pelemahan harga karet di bursa Tocom dipicu oleh ekspektasi demand serta tekanan substitusi yang searah memberikan sentimen negatif kuat.

Data-data perekonomian global yang cenderung negatif di beberapa hari terakhir, kokoh melemah harga karet di bursa Tocom. Pasca merosotnya GDP Jepang kuartal 2 dari 6,1% ke -7,1%, ekspektasi demand kian melemah akibat data impor Tiongkok yang juga buruk. Berdasarkan data impor Tiongkok, impor Tiongkok dilaporkan turun dari level -1,6% ke level -2,4% , dampak dari data tersebut Tiongkok selaku konsumen komoditas terbesar dunia semakin terindikasi lesu.

Selain faktor lesunya ekspektasi demand global, pergerakan harga karet di Tocom juga mendapatkan tekanan kuat dari anjloknya harga faktor substitusi. Pelemahan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin lalu, masih memberikan tekanan kuat seiring potensi penguatan daya saing substitusi karet sintetis terhadap karet alam sehingga harga karet alam pun ikut terdorong melemah.

Pada awal perdagangan sesi siang hari ini di bursa Tocom, harga karet terpantau sedang menglamai pelemahan signifikan. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Februari 2014 sedang turuh hingga 1,37% ke tingkat harga 193,9 Yen/kg atau melemah 2,7 Yen/kg.

Analis  memprediksi harga karet akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan sesi siang hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh fundamental yang negatif kuat akibat semakin menguatnya ekspektasi lemahnya demand global disaat Thailand justru melakukan peningkatan penjualan. (VN)

Harga karet di Bursa Tocom pada awal perdagangan sesi siang hari ini, Selasa 9 September 2014, terpantau sedang mengalami pelemahan signifikan. Pelemahan harga karet di bursa Tocom dipicu oleh ekspektasi demand serta tekanan substitusi yang searah memberikan sentimen negatif kuat.

Data-data perekonomian global yang cenderung negatif di beberapa hari terakhir, kokoh melemah harga karet di bursa Tocom. Pasca merosotnya GDP Jepang kuartal 2 dari 6,1% ke -7,1%, ekspektasi demand kian melemah akibat data impor Tiongkok yang juga buruk. Berdasarkan data impor Tiongkok, impor Tiongkok dilaporkan turun dari level -1,6% ke level -2,4% , dampak dari data tersebut Tiongkok selaku konsumen komoditas terbesar dunia semakin terindikasi lesu.

Selain faktor lesunya ekspektasi demand global, pergerakan harga karet di Tocom juga mendapatkan tekanan kuat dari anjloknya harga faktor substitusi. Pelemahan harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin lalu, masih memberikan tekanan kuat seiring potensi penguatan daya saing substitusi karet sintetis terhadap karet alam sehingga harga karet alam pun ikut terdorong melemah.

Pada awal perdagangan sesi siang hari ini di bursa Tocom, harga karet terpantau sedang menglamai pelemahan signifikan. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Februari 2014 sedang turuh hingga 1,37% ke tingkat harga 193,9 Yen/kg atau melemah 2,7 Yen/kg.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga karet akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan sesi siang hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh fundamental yang negatif kuat akibat semakin menguatnya ekspektasi lemahnya demand global disaat Thailand justru melakukan peningkatan penjualan.

Anjloknya Harga Minyak Mentah Kian Melemahkan Harga Karet Tocom

Analisa Trading – Harga karet di Bursa Tocom pada awal perdagangan sesi siang hari ini, Jumat 15 Agustus 2014, terpantau sedang kembali mengalami pelemahan. Pelemahan harga karet di Bursa Tocom dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah global akibat indikasi pelemahan perekonomian Eropa.

Rilis data GDP Jerman dan Uni Eropa yang berada dalam kondisi negatif, terpantau turut berdampak pada terus melemahnya harga karet di Bursa Tocom. Data GDP Jerman yang turun  dari 2,5% ke level 0,8% serta Uni Eropa yang ruuen dari 0,2% ke level 0% membuat demand komoditas di pasar Eropa diperkirakan akan melemah.

Pelemahan demand terhadap komoditas di pasar Eropa, sejauh ini telah berdampak pada anjloknya harga minyak mentah global hingga lebih dari 2% pada perdagangan kemarin. Hubungan substitusi antara karet sintetis yang berbahan baku minyak mentah terhadap karet alam pun semakin menguat akibat penurunan harga tersebut. Dampaknya, harga karet masih sulit untuk bergerak menguat meskipun telah terus melemah signifikan dalam beberapa hari belakangan.

Selain faktor dorongan sentimen negatif dari masih anjloknya harga minyak mentah, fondasi sentimen pasar Tiongkok juga cukup kokoh menekan harga karet. Masih meragukannya perekonomian Tiongkok yang turut berdampak pada ekspektasi demand negara tersebut, serta melemahnya harga di Bursa SHFE pada pagi ini, membuat harga karet Tocom juga tertekan melemah oleh pengaruh Tiongkok.

Pada awal perdagangan sesi siang hari ini, harga karet di Bursa Tocom terpantau sedang mengalami pergerakan melemah. Harga karet berjangka Tocom untuk kontrak Januari 2015 turun 0,41% ke tingkat harga 196,6 Yen/kg atau melemah 0,8 Yen/kg.

Sementara dari perdagangan di Bursa Shanghai Future Exchange, harga karet juga sedang mengalami pergerakan melemah pada perdagangan hari ini. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak Januari 2015 turun 0,57% ke tingkat harga 14.875 Yuan/ton atau melemah 85 Yuan/ton.

Analis  memprediksi harga karet masih akan cenderung bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh adanya tekanan cukup kuat dari pelemahan harga minyak mentah yang anjlok akibat potensi pelemahan demand Eropa. (VN)