Harga Gula Kembali Melemah di Bursa ICE US

Analisa Trading – Harga gula di Bursa ICE US terpantau kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis 3 Juli 2014. Pelemahan harga gula dipicu oleh masih kuatnya sentimen dari indikasi penurunan demand gula di pasar global.

Dampak penurunan pembelian gula oleh CSC Sugar LLC dan Louis Dreyfus Commodities terpantau masih cukup kuat menekan harga gula untuk melemah di Bursa ICE US. Pembelian gula oleh kedua perusahaan yang turun hingga level terenda dalam 15 tahun, masih menjadi indikasi akan pelemahan demand global. Hal tersebut berimbas pada sulitnya harga gula untuk bangkit di Bursa ICE US akibat posisi supply dan demand terhadap gula yang keduanya cenderung untuk menekan harga ke arah pelemahan.

Pada perdagangan Kamis 3 Juli 2014 di Bursa ICE US, harga gula terpantau ditutup melemah. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 turun 0,06% ke tingkat harga $17,81/ton atau melemah $0,034/ton.

Sedangkan dari Bursa LIFFE, harga gula putih terpantau justru ditutup menguat. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,56% ke tingkat harga $470,1/ton atau menguat $2,60/ton.

Analis  memprediksi harga gula akan cenderung melemah pada perdagangan selanjutnya. Hal tersebut dilandasi oleh posisi demand dan supply yang masih mendorong harga gula untuk melemah. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisaran $17,5-$18 pada gula ICE US dan $463-$475 pada gula putih LIFFE. (VN)

Harga Gula Akhirnya Rebound, Investor Tunggu Data Unica

Analisa Trading – Harga gula di Bursa ICE Futures US terpantau ditutup menguat pada perdagangan Rabu 2 Juli 2014. Penguatan harga gula dipicu oleh aksi beli para investor pasca penurunan tajam harga gula dalam beberapa hari terakhir.

Pelemahan harga gula dalam level signifikan pada perdaganga Selasa lalu, terpantau memicu aksi beli yang membuat harga gula dapat rebound pada perdagangan Rabu di Bursa ICE. Harga gula yang anjlok signifikan akibat indikasi pelemahan permintaan global yang tercermin dari penurunan pembelian gula oleh CSC Sugar LLC dan Louis Dreyfus Commodities hingga level terendah dalam 15 tahun, memicu harga untuk terkoreksi pada perdagangan Rabu lalu.

Walaupun berhasil ditutup rebound, perdagangan gula di Bursa ICE US dinyatakan sepi pada Rabu lalu akibat aksi tunggu sentimen dari rilis data Unica terkait data ekstraksi tebu. Aksi tunggu sentimen tersebut dilakukan meskipun estimasi akan peningkatan ekstraksi cukup kuat imbas potensi cuaca panas Brasil dianggap berpotensi memicu kerusakan lahan tebu Brasil.

Pada perdagangan Rabu 2 Juli 2014 di Bursa ICE US, harga gula ditutup menguat setelah 3 hari beruntun melemah. Harga gula di Bursa ICE US untuk kontrak Oktober 2014 naik 0,39% ke tingkat harga $17,87/ton atau menguat $0,07/ton.

Sedangkan dari Bursa LIFFE, harga gula putih terpantau juga ditutup menguat setelah 5 hari terakhir terus berada dalam trend bearish. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Agustus 2014 naik 0,30% ke tingkat harga $467,5/ton atau menguat $1,40/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga gula akan cenderung kembali melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh cukup kuatnya indikasi terhadap pelemahan demand gula global yang disertai belum adanya sentimen positif yang dapat menguatkan harga gula. Terkait pergerakan harga gula pada perdagangan hari ini, range normal diprediksi akan berada di kisaran $460-$472 pada gula putih LIFFE dan $17,5-$18 pada gula ICE US. (VN)

India dan Brasil Maniskan Gula ICE US

Analisa Trading – Harga gula di Bursa ICE pada perdagangan pekan lalu terpantau mengalami penguatan signifikan secara agregat sepekan. Penguatan harga gula di Bursa ICE US pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh kondisi terkait persediaan tebu untuk produksi gula kedua negara selaku negara-negara penghasil gula global.

Kondisi cuaca India serta kekeringan Brazil menjadi determinan kuat yang berhasil memicu harga gula naik signifikan di Bursa ICE US. Terancamnya produksi gula di India akibat akan hadirnya kekeringan akibat siklus El Nino serta prediksi pengurangan output tebu Brazil akibat kekeringan sejak awal tahun menjadi potensi penguat harga gula. Terpantau kedua fundamental yang cenderung meningkatkan kekhawatiran pengurangan sisi supply tersebut bahkan berhasil menepis posisi over supply gula global akibat lonjakan produksi Thailand selaku eksportir gula terbesar kedua di dunia.

Selain faktor dari kondisi cuaca di India dan Brazil, harga gula juga terangkat oleh potensi pengurangan proporsi tebu untuk produksi gula di Brazil. Wacana kebijakan pemerintah Brazil untuk meningkatkan produksi bahan bakar campuran bensin dan ethanol, dapat berimbas pada penambahan jumlah tebu untuk produksi ethanol dan mengurangi ketersediaan untuk produksi gula.

Berdasarkan posisi dari potensi pergerakan demand, harga gula juga cukup terdorong oleh semakin mendekatnya bulan Ramadhan. Kecenderungan adanya peningkatan konsumsi gula di saat masa puasa di bulan Ramadhan, berpotesni kuat untuk meningkatkan permintaan gula di beberapa negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

Pada perdagangan pekan laludi Bursa ICE US, harga gula mengalami penguatan secara agregat sepekan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 naik hingga 5,04% ke tingkat harga $18,75/ton atau menguat $0,90/ton.

Analis  memprediksi harga gula berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen positif kuat dari kekhawatiran akan penurunan supply gula dari Brazil dan India. Terkait pergerakan harga gula di Bursa ICE US pada pekan ini, gula diprediksi akan bergerak di kisaran $17,40-$19,40. (FC)

Output Brazil Naik, Gula Bergerak Melemah

Analisa Trading – Harga gula pada perdagangan Selasa 10 Mei 2014 di Bursa ICE US terpantau ditutup melemah pada dini hari tadi. Pelemahan harga gula di Bursa ICE US dipicu oleh data output gula Brazil oleh UNICA.

Rilis data output gula Brazil oleh UNICA terpantau menjadi faktor determinan terkuat yang mempengaruhi pergerakan harga gula di Bursa ICE US. Data output gula Brazil yang terpantau meningkat pada pertengahan kedua Bulan Mei, berpengaruh pada pelemahan harga gula di Bursa ICE.

Terpantau pada pertengahan Mei lalu, UNICA menunjukan bahwa produksi gula Brazil naik 120.000 ton ke level 2,03 juta ton pada pertengahan kedua bulan Mei. Sedangkan pengolahan tebu pada akhir Mei juga naik ke level 37,98 juta pada pertengahan akhir Mei setelah sebelumnya hanya pada level 35,5 juta ton.

Walaupun mengalami peningkatan, pengolahan tebu di Brazil berada pada level dibawah ekspektasi. Imbas dari kondisi tersebut, pelemahan harga gula di Bursa ICE terpantau tergolong tipis.

Pada perdagangan Selasa 10 Mei 2014, harga gula ditutup melemah tipis. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Juli 2014 turun 0,06% ke tingkat harga $16,97 atau hanya melemah $0,01.

Analis  memprediksi harga gula masih akan cenderung bergerak lemah pada perdagangan hari ini di Bursa ICE US. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi persediaan global yang masih over supply meskipun pengolahan tebu berada di bawah level ekspektasi. Terkait pergerakan harga, gula ICE diprediksi akan bergerak di kisaran $16,5-$17,25. (VN)

Prediksi Copersucar SA Picu Harga Gula Naik Signifikan

Analisa Trading – Harga gula terpantau mengalami peningkatan signifikan pada penutupan perdagangan di Bursa ICE Futures US Selasa 13 Mei 2014. Lonjakan harga gula dipicu oleh prediksi persediaan gula global oleh Copersucar SA.

Copersucar AS, trader gula terbesar asal Brazil, memperkirakan akan terjadi defisit supply gula pada musim selanjutnya akibat potensi pengurangan output dari Brazil. CEO Copersucar, Paulo Roberto de Souza mengatakan akan terjadi defisit 2 hingga 3 ton per 1 Oktober. Pengurangan output gula Brazil, dilandasi oleh berkurangnya pengeluaran untuk penanaman tebu di Brazil.

Sebelumnya, output gula Brazil memang berpotensi mengalami penurunan akibat ancaman siklus El Nino. Siklus El Nino berpotensi untuk mengakibatkan kerusakan pada lahan tebu untuk produksi gula Brazil.

Pada perdagangan Bursa ICE Futures US Selasa 13 Mei 2014, harga gula terpantau menguat signifikan. Harga gula berjangka untuk kontrak Juli 2014 naik 2,95% ke tingkat harga $0,1780/pon atau menguat $0,0051/pon.

Harga gula diprediksi masih akan melanjutkan trend penguatan. Hal tersebut dilandasi oleh cukup kuatnya sentimen positif pada harga gula akibat potensi defisit supply dampak prediksi pengurangan output gula Brazil. (VN)