Kondisi Supply Masih Lemahkan Gula dan Kopi

Analisa Trading – Harga gula dan kopi pada terpantau kembali melanjutkan trend pelemahan pada pekan lalu di Bursa ICE US dan LIFFE. Pelemahan harga gula dan kopi sepanjang pekan lalu diduga dipicu oleh kekhawatiran investor akan besaran supply dari kedua komoditas di pasar global.

Kekhawatiran akan kondisi supply gula dan kopi global terpantau kembali melemahkan harga kedua komoditas di Bursa global. Kondisi cenderung over supply pada gula serta sentimen negatif cukup kuat akibat potensi kesalahan prediksi pengurangan output kopi akibat kekeringan Brazil menjadi faktor determinan yang masih kokoh.

Sebelumnya pada awal tahun ini, kedua komoditas sempat mengalami lonjakan harga. peningkatan harga pada awal tahun dilandasi oleh kondisi kekeringan di Brazil selaku penghasil terbesar gula dan kopi global.

Pada perdagangan pekan lalu, harga gula di Bursa ICE US ditutup dengan mengalami pelemahan secara agregat sepekan. Harga gula berjangka di Bursa ICE US untuk kontrak Juli 2014 turun 2,65% ke tingkat harga $16,92/ton atau melemah $0,46/ton.

Masih dari Bursa ICE US, pada pekan lalu harga kopi Arabika juga ditutup melemah. Kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak Juli 2014 turun 3,04% ke tingkat harga $172,10/ton atau melemah $5,4/ton.

Sedangkan dari Bursa LIFFE, kopi Robusta terpantau juga bergerak melemah sepanjang pekan lalu. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak Juli 2014 turun 1,6% ke tingkat harga $1906/ton atau melemah $31/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga gula dan kopi masih akan bergerak melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh kondisi supply dari kedua komoditas yang cenderung menggerakan harga ke pola melemah. Terkait pergerakan harga pada pekan ini, diprediksi gula akan bergerak di kisaran $16-$17,85 sedangkan untuk kopi $161-$185 pada Arabika dan $1.847-$1.977 pada Robusta. (VN)