FED PERTAHANKAN KEBIJAKAN MONETER TAK BERUBAH

Bank sentral AS atau Federal Reserve, Rabu (30/4/2014), mengatakan bahwa ekonomi AS bergerak naik setelah musim dingin yang ekstrim dan mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang dipimpin oleh Ketua Fed Janet Yellen, menyimpulkan setelah pertemuan dua hari bahwa perekonomian masih dalam kondisi cukup baik, mampu mengatasi pengurangan berkelanjutan dalam program stimulus pembelian obligasi, tetapi masih membutuhkan suku bunga ultra-rendah, lapor AFP.

FED2

Kegiatan ekonomi “kembali meningkat baru-baru ini setelah melambat tajam selama musim dingin sebagian karena kondisi cuaca buruk,” komite mengatakan dalam pernyataan kebijakannya.

Sementara bervariasi, data yang berasal dari pasar tenaga kerja, fokus utama dari FOMC, telah “pada keseimbangan menunjukkan perbaikan lebih lanjut.”

Tetapi, sementara pengeluaran rumah tangga telah meningkat, FOMC mencatat titik-titik lemah, termasuk investasi yang lebih rendah oleh perusahaan dan aktivitas yang lebih lambat di sektor perumahan.

Kelemahan-kelemahan itu nyata dalam laporan pemerintah pada pertumbuhan kuartal pertama, yang dirilis pada Rabu pagi, menunjukkan ekonomi melambat dalam periode Januari-Maret, pada tingkat ekspansi tahunan hanya 0,1 persen.

Angka itu jauh lebih buruk daripada perkiraan para ekonom, dan mengangkat beberapa kekhawatiran dari pergeseran turun yang lebih mendasar dari akhir 2013 daripada yang dapat disalahkan pada cuaca musim dingin yang sangat keras.

Namun FOMC tidak memberikan interpretasi lain untuk data kuartal pertama dari cuaca.

Hal itu membuat tidak ada penyesuaian untuk prospek dari pertemuannya pada pertengahan Maret, ketika mengindikasikan melihat ekonomi akan dapat terus tumbuh jika memotong kembali stimulus, tetapi pada saat yang sama akan memerlukan tingkat suku bunga ultra-rendah memasuki babak kedua 2015.

FOMC memang membuat pemotongan baru 10 miliar dolar AS program pembelian obligasi, yang bertujuan untuk menekan suku bunga jangka panjang guna mendorong perekrutan tenaga kerja dan investasi.

Langkah itu membawa program pembelian obligasi menjadi 45 miliar dolar AS per bulan, dimulai pada Mei, turun dari 85 miliar dolar AS pada Desember, ketika pengurangan program diluncurkan.

Tetapi The Fed mempertahankan tingkat suku bunga acuan dana federal mendekati nol — yang telah bertahan sejak akhir 2008 — mencatat inflasi terkendali sedangkan angka pengangguran “tetap tinggi”.

Para analis tidak terkejut, mencatat bahwa setelah perubahan signifikan terhadap sinyal kebijakannya pada pertemuan Maret, tinjauan kebijakan FOMC minggu ini adalah “mengadakan pertemuan” untuk memantau di mana perekonomian berjalan.

Harm Bandholz dari Unicredit mengatakan tanda-tanda bahwa FOMC akan terus memotong stimulusnya dengan kecepatan tetap, akan mengakhiri mereka dengan satu langkah besar pada September mendatang.

Setelah itu, katanya, “kita memproyeksikan kenaikan suku bunga pertama untuk pertengahan tahun 2015,” sedikit lebih awal dari yang diperkirakan pasar

Efek FOMC Berlanjut, Dolar Melemah

Analisa Trading-Sesi siang di perdagangan hari Kamis, (1/5) dollar AS terpantau masih tertekan hampir terhadap semua mata uang utama dunia.

Anjloknya nilai dolar  terutama setelah the Fed di akhir pertemuannya mensinyalkan akan mempertahankan suku bunga di kisaran terendahnya untuk jangka waktu yang cukup lama setelah program stimulus berakhir.

Indeks dolar menambahkan sekitar 0,1 persen menjadi 79,519 , setelah tergelincir 0,4 persen kemarin. Terhadap mata uang Eropa, dolar hari ini melemah ke kisaran 1.3874 setelah semalam terpuruk hingga 1.3876.

Pound Inggris, dolar terlihat pada area 1.6882 setelah semalam melemah di 1.6900. Mata uang yen, dolar AS sempat ke level 102.1. (FR)