Transaksi Pemakaian Flazz BCA Meningkat, BBCA Masih Tegar

Analisa Trading-Volume transaksi kartu Flazz yang diterbitkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat kenaikan signifikan. Hal itu karena didorong oleh kerjasama dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk transaksi TransJakarta pada tahun 2013 lalu dan kerjasama dengan PT KAI Commuter Line Jabodetabek (PT KCJ) untuk tiket KRL Commuter Line.

Rata-rata pemakaian pada tahun lalu sekitar 40.000 hingga 50.000 transaksi per hari. Sekarang 60.000 hingga 70.000 transaksi per hari. Secara umum, masyarakat telah melihat dan memahami manfaat kemudahan transaksi dengan uang elektronik tersebut.

Strategi bisnis yang dilakukan BBCA ini memang terlihat brilian. Pasalnya, saat ini hampir sebagian besar masyarakat Jakarta mengandalkan 2 transportasi publik andalan untuk menghindari kemacetan, yaitu Kereta Commuter dan Trans Jakarta. Disamping itu dengan berbagai promo yang kerap diberikan oleh kartu Flazz BCA menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan tertentu untuk memiliki kartu tersebut.

Beredar kabar bahwa Bank Mandiri mengajak kerjasama BCA dalam hal pembayaran tol yang sudah lebih dulu diluncurkan Bank Mandiri. Namun terkait hal tersebut, pihak BCA menyampaikan bahwa mereka masih menunggu waktu perkembangan kerjasama lebih lanjut dengan pihak lain, terutama di sektor transportasi publik

Menyambut kabar tersebut pada perdagangan saham hari ini (29/4), terlihat bahwa saham BBCA berhasil dibuka menguat tercatat naik 300 poin dibanding dengan pentupan kemarin sore menjadi 10.900 basis poin pada pagi ini. Hingga kini terlihat bahwa saham BBCA terus menguat dan transaksi sahamnya cukup besar, tercatat sekitar 40.000 lot saham yang sudah diperdagangkan.

Secara teknikal, terlihat indikator MA 5 masih berada diatas BB tengah namun dengan pola menurun. Indikator RSI masih flat pada level 50% dan Stochastic sideways pada level 70%. Level resistence berada pada 11.355 dan level support berada pada 10.517 basis poin. Dengan melihat analisa teknikal tersebut, terlihat bahwa saham BBCA masih akan bertahan pada posisinya saat ini. (VN)